
2 Bulan Kemudian.
Perut Ayu sudah sedikit terlihat membuncit karena usia kandungannya sudah genap 2 bulan.
Ayu hanya mengalami muntah-muntah saat pagi hari saja. Siang hari nya ia akan sangat manja pada Elga.
Pernikahan Tama dan Nadin sudah di laksanakan hanya akad saja. Ayu dan Elga tidak bisa pulang terlebih lagi kehamilannya yang masih muda dan Dokter menyarankan agar tidak bepergian jauh dulu.
Hari ini , Ayah dan Bunda nya akan berkunjung ke Negara T untuk menengok Ayu dan Elga.
-Ruang Makan.
Ayu terlihat makan sangat lahap dengan sop ayam buatan Elga sesuai keinginannya.
"Pelan-pelan saja , sayang" omel Elga saat Ayu tersedak karena buru-buru.
"Hmm ini sangat enak, mas" balas Ayu dengan santai.
Dengan penuh perhatian Elga selalu saja menuriti apapun keinginan Ayu. Bahkan Elga akan berangkat siang karena merasa khawatir saat Ayu sudah muntah di pagi hari nya.
"Mas , nanti aku bawa makan siang ke kantormu ya" ucap Ayu
"Iya sayang, tapi sama Pak joko ya" balas Elga lembut.
"Oke, mau di masakin apa?" tanya Ayu sambil meminum susu hamilnya.
"Apa saja agar tidak membuatmu lelah" balas Elga mengecup bibir Ayu sekilas.
Ayu mengantarkan Elga sampai di depan mansion.
"Jangan buat Mommy lelah ya sayang" ucap Elga sambil mencium perut Ayu, lalu ia mengelusnya perlahan.
"Jaga diri baik-baik. Ingat, jangan kelelahan" tegas Elga , lalu Ayu mencium tangan Elga dan di balas ciuman di kening dan pipi Ayu.
"Bye" ucap Ayu melambaikan tangan.
Setelah Elga pergi, Ayu kemudian masuk dan duduk bersantai di ruang tamu dengan beberapa camilan dan minuman di meja.
Drrttt Drrtttt
Hp Ayu bergetar menandakan ada yang menelpon.
"Halo" ucap Ayu
"Halo Kak, ini aku Amanda. Aku dengar dari suamiku Kakak sudah ada di Negara T?" tanya Amanda antusias.
"Iya sayang , Kakak sudah 2 bulan disini yaa tapi tidak bisa kemana-mana dulu" jawab Ayu menghela nafas.
__ADS_1
"*Loh kenapa, Kak? Apa Kakak sakit?" khawatir Amanda.
"Sayang kamu kenapa? kamu tinggal di daerah mana? Biar Ibu dan Amanda kesana ya" ucap Bu Yulia dengan khawatir*.
"Tidak apa-apa, Ibu , Dek. Aku hanya sedang mengandung jadi di larang bepergian dulu sama mas Elga" balas Ayu menunjukan perutnya yang agak buncit. Ya karena mereka sedang vidiocall.
"Wah selamat ya, Nak. Semoga kamu dan Bayi nya sehat selalu. Share lock ya agar Ibu bisa nengokin kamu. Itu juga jika suami mu mengizinkan" ucap Bu Yulia senang.
"Baiklah nanti Ayu kirim lokasinya pada Amanda. Ibu bagaimana kabar Ibu?" tanya Ayu lembut.
"Kabar Ibu baik, Nak" jawab Bu Yulia
Ayu mengobrol agak lama dengan Amanda dan Bu Yulia bahkan Ayu melihat Baby Raka yang sangat menggemaskan.
Dia melihat ke arah jam sudah menunjukan angka 11. Lalu dia berdiri dan berjalan ke arah dapur. Disana sang Art sudah menyiapkan bahan-bahan untuk di masak makan siang.
"Nyonya" sapa Art
"Bi , tolong siapkan bahan-bahan untuk rendang dan udang goreng tepung ya. Aku akan memasak itu dan membawa nya ke perusahaan mas Elga" ucap Ayu tersenyum.
"Baik Nyonya" jawab salah satu Art.
Ayu memasak di bantu oleh dua orang Art sedangkan yang lainnya memasak di dapur belakang untuk makan siang para pelayan dan penjaga.
Ayu sesekali berhenti dan menghela nafas. Semenjak hamil ia mudah sekali lelah bahkan Elga sampai membangun Lift untuk ke lantai 2.
"Baiklah Bi, maaf ya merepotkan" balas Ayu tak enak.
"Tidak apa Nyonya ini tugas Bibi" ucap Bi sari ramah.
Ayu berjalan ke arah Lift yang berada di pojokan dan berlalu masuk. Dia akan bersiap untuk ke perusahaan Ardmaja.
**
Perusahaan Ardmaja.
Elga menatap jam yang melingkar di tangannya yang sudah menunjukan jam makan siang.
"Sudah berangkat belum ya, Ayu" gumam Elga lalu ia meraih Hp dan menghubungi Ayu.
"Halo sayang?" ucap Elga.
"...."
"Yaudah hati-hati" balas Elga.
Lalu ia menyuruh sekertarisnya untuk menunggu Ayu di lobby.
__ADS_1
-Lobby Perusahaan.
Ayu berjalan dengan sangat anggun dengan wajah ramahnya. Para karyawan menyapa dengan sopan dan ramah.
"Nyonya" panggil sekertaris Elga dengan tersenyum.
"Hai Vani, apa suami saya ada di ruangannya?" tanya Ayu lembut.
"Ada Nyonya, mari saya antar" jawab Vani ramah.
Mereka berjalan beriringan karena Ayu tidak mengizinkan Vani berjalan di belakangnya.
"Selamat siang, Nyonya"
"Selamat siang, Bu"
Begitulah para karyawan menyapa Ayu saat akan masuk kedalam Lift khusus.
"Nyonya , biar saya yang membawa papperbag nya" ucap Vani , karena ia melihat wajah Ayu yang sedikit lelah.
"Maaf merepotkan ya, Van. Entah kenapa semenjak hamil saya gampang lelah" balas Ayu tak enak lalu memberikan papperbag ke tangan Vani.
Vani tersenyum lalu mengambil papperbag tersebut dan mengambil botol minum yang selalu Ayu bawa.
"Minum dulu, Nyonya" ucap Vani memberikan botol minum tersebut.
"Terimakasih, Van" balas Ayu lalu meminumnya hingga tinggal setengah.
Ting.
Lift terbuka dan mereka langsung melangkah ke arah ruangan CEO.
Ayu langsung masuk dan melihat ada Lana disana.
"Mas apa aku mengganggu" ucap Ayu saat tiba di dalam ruangan Elga.
Elga menyuruh Lana kembali lagi nanti saja. Lalu ia berjalan ke arah Ayu yang sedang duduk di sofa.
"Tidak sayang, lelah hmm" ucap Elga dengan mencium pipi Ayu.
"Hmmmm" balas Ayu dengan lesu.
Elga mengambil kotal makanan yang sudah di tata oleh Vani tadi dan mulai makan siang nya, sesekali ia menyuapi Ayu yang sedang kelelahan.
.
.
__ADS_1
.