Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
Shaqilla


__ADS_3

Pagi ini, Qilla dan Nana sudah sangat siap dan bahkan mereka juga sudah membuat bekal makanan untuk mereka bawa ke Pantai.


"Na, apa kau sudah membawa snack dan yang lainnya?" tanya Adel


"Sudah Kak, semua nya sudah siap dan di masukan ke dalam mobil oleh Bibi Art, tinggal makanan khusus Baby Jen dan Sofia saja" jawab Nana sambil menata makanan untuk sarapan pagi.


"Itu sudah siap sejak semalam, Na. Sana panggil yang lainnya untuk sarapan pagi" ucap Adel tersenyum.


Nana menganggukan kepala dan berlalu ke ruang keluarga, ia lalu memanggil semua nya untuk sarapan terlebih dulu.


Setelah semua nya kumpul, mereka lalu memulai sarapan pagi nya.


Meski sangat pagi untuk sarapan tetapi mereka tidak masalah karena sebentar lagi mereka akan pergi.


***


Dan disinilah mereka, di Pantai yang lumayan jauh dari mansion Kafka.


Disana hanya ada pedagang dan mereka saja, Kafka sengaja mengosongkan nya untuk membuat nyaman sang Keluarga.


Qilla terpekik bahagia saat melihat deburan ombak yang terus melambai-lambai.


"Ayo turun" ajak Kafka pada mereka semua.


Lalu mereka menurunkan semua bawaannya dengan di bantu oleh pengawal Kafka.


Mereka menggelar tikar di bawah pohon yang rindang agar nyaman untuk Baby Jen dan Sofi.

__ADS_1


"Woahh ayo kita berenang" pekik Qilla dengan bahagia.


"Nanti dulu, kita baru saja tiba" gerutu Nana dengan mendelik Qilla.


Qilla hanya cengengesan dan duduk di sebelah Nana.


"Baby Jen, apa kau mau ikut berenang bersama Onty?" tanya Qilla dengan suara khas anak kecil.


Baby Jen hanya tersenyum dan meracau dengan tidak jelas, bahkan pipi gembul nya kembang kempis dengan sangat indah.


Qilla terkekeh dan mencium Baby Jen dengan gemas, ia sangat gemas dengan keponakannya.


"Baby Sofi dimana?" tanya Qilla pada Milsi.


"Dia tidak akan bisa jauh dengan Ayah nya, Dek" jawab Milsi sambil menunjuk Rendi yang sedang berjalan-jalan bersama Putri nya.


"Nah sekarang kau bersama Daddy mu ya, Jen" ucap Qilla dengan tersenyum.


Kafka mencebik ke arah Qilla, awal nya ia akan bersantai bersama sang Istri.


"Kak Adel, ayo kita berenang dulu" ajak Qilla semangat.


"Kamu saja, Dek. Kakak jaga Baby Jen" tolak Adel halus.


"Ada Kak Kafka, ayo" paksa Qilla.


Adel menatap sang Suami yang sedang bermain bersama Baby Jen.

__ADS_1


"Pergilah, aku akan bermain disini bersama Jen" ucap Kafka lembut.


"Tapi, Mas" balas Adel tak enak.


"Tidak apa sayang" ucap Kafka tersenyum.


Adel hanya mengangguk dan berlalu dari sana, lalu Adel dan Qilla langsung saja bergabung bersama Milsi dan Nana.


Sedangkan Rendi dan Kafka, mereka bermain pasir bersama Putri mereka.


Para perempuan berenang dengan sangat bahagia, bahkan tawa mereka pecah saat bermain air.


Kafka tersenyum melihat wajah Istri nya yang sedang tertawa bahagia.


"Ren, seperti nya kita melupakan bahwa para wanita juga butuh liburan ya" kekeh Kafka pada Rendi.


"Ya anda benar Tuan, mungkin mereka jenuh di Rumah terus dan kita harus agenda kan untuk berlibur" balas Rendi dengan tersenyum.


"Kau benar, kita 1 minggu sekali harus pergi jalan-jalan" putus Kafka.


Rendi menganggukan kepala dan kembali menatap Istri nya yang sedang bermain air dengan yang lainnya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2