
Hotel Pramudya.
Hari ini adalah hari yang di tunggu oleh semua orang. Tepatnya lagi oleh El dan Ayu.
Ya hari ini adalah hari pernikahan Ayu dan Elgaza. Hampir seluruh media ingin meliputnya, penjagaan yang super ketat, bahkan tamu undangan berdatangan dari berbagai Negara.
Pernikahan Ayu dan El di gadang-gadangkan menjadi pernikahan paling megah. Bagaimana tidak megah dan menjadi trending topik, bergabungnya dua perusahaan besar di Dunia.
Ballroom Hotel yang sangat luas bahkan bisa menampung 1000 bahkan lebih manusia itu di sulap menjadi sangat menakjubkan.
Berita ini sampai pada dua orang manusia yang sedang merintis kembali usahanya. Mereka merasa marah dan emosi tetapi mereka akan tetap berada di tempat persembunyian nya.
**
Akad Nikah.
Elgaza Ardmaja duduk berhadapan dengan penghulu dan Antoni Pramudya selaku Ayah kandung Ayu Anjani Pramudya.
El ditemani Bibi pengasuh dan Lana. Bahkan El menugaskan beberapa anak buahnya untuk ikut menjaga acara hari ini.
"Sudah siap, Tuan?" tanya penghulu
"Sudah, Pak" jawab El dengan tegas.
Lalu Ayah Antoni mengucapkan kata demi kata. Dan dengan sekali tarikan nafas Elgaza mengucapkan ijab qobul.
"SAH"
Begitulah ucapan para saksi dan tamu undangan disana. Acara akad nikah hanya segelintir tamu saja yang hadir karena mereka melangsungkan Akad nikah di Mansion Pramudya.
Setelah selesai acara Akad, Ayu di gandeng keluar kamar oleh Utari dan Nadin.
Ayu memakai gaun putih dengan aksen berlian di dadanya. Rambut yang di sanggul dan ada yang di biarkan di depan nya menambah kesan cantiknya.
Terlihat Ayu menuruni tangga dengan sangat anggun, seperti terhipnotis oleh ke cantikan Ayu mereka semua melongo.
Bahkan El pun sangat terkagum melihat ke cantikan istri yang baru saja ia nikahi.
Ayu berdiri di hadapan El untuk melakukan tukar cincin. Sebelum itu Ayu mencium tangan El dengan degup jantung tak beraturan. Lalu di balas oleh El mencium kening Ayu lembut.
El memasangkan cincin di jari manis Ayu , begitupun dengan Ayu memasangkannya di jari manis El.
Setelah selesai mereka langsung menuju ke Hotel dimana resepsi akan di laksanakan hari ini juga.
Mobil pengantin di sopiri langsung oleh Lana. Sedangkan yang lainnya mengikuti dari belakang. Di depan , samping bahkan di barisan belakang mobil pengawal menjaganya dengan ketat.
Iringan mobil itu tak luput dari media bahkan saat prosesi ijab qobul pun di liput langsung oleh mereka.
***
Hotel.
Di Ballroom Hotel sudah banyak tamu yang hadir. Mereka semua sudah di periksa oleh para penjaga.
__ADS_1
Mereka berdecak kagum melihat bagaimana dekorasi pelaminan dan yang lainnya. Ini adalah pernikahan paling termegah tahun ini dan tahun yang akan datang.
Mobil pengantin dan yang lainnya sudah sampai di depan Hotel. Satu persatu keluar dan menunggu sang pengantin berjalan lebih dulu.
Ayu menggandeng tangan El dan yang satu lagi memegang bunga. Mereka berjalan dengan sangat anggun dan elegant dengan Gaun yang menjuntai panjang ke belakang.
Di belakang Ayu dan El. Ada Tuan dan Nyonya Pramudya terus di ikuti oleh Lana dan Bibi pengasuh El sejak kecil, Tama dan Nadin, Pranss dan Utari, Malik dan Gina.
Keluarga Amanda pun turut hadir di acara bahagia Ayu. Bu Yulia menangis haru melihat pancaran bahagia di wajah Ayu.
Ayu dan El terus berjalan hingga mereka sampai di pelaminan. Para tamu undangan di buat tercengang dengan Raja dan Ratu itu. Belum juga mereka sadar dari terkagumnya akan dekorasi dan hidangan , sudah di buat kagum kembali dengan ke cantikan Ayu dan El.
Satu persatu keluarga berphoto dengan pengantin.
"Kak Tama" panggil Ayu
"Ya , kenapa?" tanya Tama bingung.
"Tolong ajak keluarga Wibawa , karena aku ingin berphoto dengan mereka. Tak apa kan Mas?" ucap Ayu dan menatap El tersenyum.
"Tidak apa sayang. Panggilah Tam" perintah El
"Oke" jawab Tama , lalu ia berjalan ke arah keluarga Wibawa.
Setelah sampai Tama langsung mengajak keluarga wibawa untuk berphoto bersama Ayu. Tetapi mereka menolaknya.
"Om , Tante , ini kemauan Ayu loh dan suaminya juga mengizinkan" bujuk Tama
"Baiklah" pasrah Bu Yulia.
Lalu Amanda , Nicolas bahkan Malik dan Gina pun ikut bersama dengan Tuan dan Nyonya Wibawa.
Bu Yulia dan Ayah Salim naik ke pelaminan dan langsung menyalami sepasang pengantin tersebut.
"Tuan muda selamat atas pernikahannya" ucap Ayah Salim tulus.
"Terimakasih, Tuan Wibawa" balas El dengan datar.
Lalu Bu Yulia memeluk Ayu dengan erat.
"Semoga kalian bahagia selalu ya, sayang. Ibu akan selalu mendoakan kalian" ucapnya dengan tulus.
"Terimakasih, Bu" balas Ayu tersenyum.
Lalu semua bersiap untuk mengambil photo yang bagus. Tama , Pranss dan Nadin pun ikut serta.
Setelah selesai mereka langsung turun kembali dan menikmati hidangan yang ada disana.
Naiklah seorang lelaki tampan dan seorang wanita cantik.
"Wowww selamat Bro" ucap lelaki tersebut tersenyum.
"Gue gak nyangka lo nikah juga" ledek nya dengan terkekeh.
__ADS_1
"Sialan lo, ji" kesal El
"Selamat El, semoga cepat nyusul kita yang akan menjadi Orangtua" ucap lembut wanita tersebut.
"Thanks Tia. Selamat juga untuk kalian" balas El tulus.
"Oh iya sayang, ini Aji dan Tia mereka adalah sahabat ku" ucap El dengan mengenalkan sahabatnya pada Ayu.
"Ayu , semoga kalian menikmati pesta nya" ucap Ayu lembut.
"Kami pasti menikmatinya, Nona" kekeh Aji lalu pamit untuk kembali ke tempatnya.
Pesta tetap berlanjut sampai nanti sore. Terlihat tamu ada yang datang ada pula yang pulang , seakan tak ada hentinya.
Ayu sudah merasa pegal karena dari tadi tamu tak berhenti menyalaminya.
"Kenapa sayang?" tanya El lembut.
"Pegel, Mas" jawab Ayu lesu.
"Sabar ya , sebentar lagi juga di tutup kok" hibur El dengan tersenyum.
Waktu terus berlanjut hingga jam menunjukan pukul 05 sore hari. Semua tamu undangan sudah mulai berkurang ada juga yang sedang berbincang terlebih dahulu.
El membawa Ayu ke kamar untuk istirahat sejenak, karena nanti jam 08 malam mereka akan langsung berangkat bulan madu ke Negara B.
Ayu menghempaskan tubuhnya di ranjang kamar Hotel tersebut dengan lega.
"Huhhhh lelah sekali" ucapnya dengan lesu.
"Ayo mandi dulu lalu nanti tidur, sayang" tegur El lembut
"Sebentar lagi , Mas" pinta Ayu lesu.
El terkekeh lalu mengecup kening Ayu. Setelah itu ia berjalan ke arah kamar mandi.
Ayu bangun dan melangkah ke arah meja rias di kamar tersebut. Dia mulai melucuti penghias kepalanya dan juga ia membuka gaun nya.
Setelah selesai ia memakai kimono yang ada di lemari tersebut. Lalu Ayu membersihkan bekas makeup yang menempel pada wajahnya.
Ceklek.
Pintu kamar mandi terbuka dan munculah El dengan handuk sepinggang , rambut basah dan perut kotak-kotaknya.
Ayu langsung memaling wajah dan berlalu ke arah kamar mandi.
El menelah ludah kasar saat melihat kaki jenjang istrinya tersebut. Tetapi ia harus sabar menunggu saat ini.
.
.
.
__ADS_1