Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
93


__ADS_3

Setelah selesai sarapan, Elga dan Ayu langsung ke ruang tamu. Sedangkan Baby Kafka ia titipkan kepada Bi sari.


"Siapa sih Mas yang namu jam segini" gerutu Ayu


"Tak boleh begitu sayang" ucap Elga mencium pucuk kepala Ayu.


Mereka duduk di hadapan Ikmal. Ya lelaki yang datang bertamu adalah Ikmal.


"Ada apa?" tanya Ayu to the point


"Sekali lagi aku minta maaf atas kesalahan Putri, Nyonya. Saat ini dia sedang berjuang melawan sakitnya , aku hanya meminta maaf mungkin sebelum dirinya pergi untuk selamanya" ucap Ikmal lirih.


DEG.


Jantung Ayu berpacu dengan cepat , ia bahkan sudah berkaca-kaca.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Ayu lirih.


Elga memeluk tubuh Ayu, dia tau bahwa Ayu masih perduli pada Putri.


"Dia terkena Gagal ginjal dan terkena inveksi saat operasi pengangkatan rahim. Saat ini keadaannya semakin memburuk bahkan dia sudah di pindahkan ke Rumah sakit terbesar di Negara ini" jawab Ikmal menunduk.


Lalu ia berdiri dan melangkah pergi karena ia akan ke mansion Wibawa. Ia menghela nafas karena Ayu masih saja diam.


"Nanti aku ke sana" ucap Ayu dengan lirih.


Ikmal tersenyum dan membungkuk pada Ayu dan Elga.


"Terimakasih, Nyonyaaa" ucap Ikmal bahagia.


Lalu Ikmal pergi dengan perasaan bahagia. Ia melajukan mobilnya ke arah mansion wibawa.


Setelah hampir 1 jam di perjalanan , Ikmal akhirnya sampai dan langsung masuk ke halaman mansion tersebut.


"Huhhhh kamu bisa Ikmal" gumam Ikmal dengan semangat.


Ikmal langsung memencet bel dan di bukakan oleh pembantu disana.


"Mau bertemu dengan siapa, Tuan?" tanya pembantu tersebut.


"Saya mau bertemu dengan Tuan dan Nyonya wibawa" jawab Ikmal dengan cepat.


"Silahkan masuk, Tuan dan Nyonya sedang berada di ruang keluarga" ucap Pembantu.


Ikmal langsung masuk dan menghampiri Orangtua Gibran.


"Tuan, Nyonya ini tamu nya" ucap Pembantu tersebut.

__ADS_1


"Selamat pagi Tuan , Nyonya" sapa Ikmal dengan sopan.


"Langsung saja , saya kesini untuk meminta maaf atas semua kesalahan Putri istri saya. Jika memang kalian tidak ingin menemuinya maka aku mohon maafkanlah dia, karena dia sekarang sedang berjuang antara hidup dan mati di rumah sakit. Aku mohon maafkan dia" pinta Ikmal dengan wajah yang sendu.


"Memang kesalahannya sangat fatal tetapi dia juga sekarang sudah bertaubat dan bahkan sangat menyesalinya" ucapnya kembali.


Bu Yulia dan Suaminya diam dan mendengar saja semua cerita dari Ikmal. Bu Yulia menghela nafasnya dan memilih berdamai dengan keadaan.


"Aku sudah memaafkannya , tetapi aku masih kecewa saja" ucap Bu Yulia lembut.


"Terimakasih, aku ..


Drrtttt Drrttt


Ikmal langsung mengangkat telepon tersebut dengan wajah panik.


"Iya, Bu?"


"......"


"Apaaa? Baiklah saya akan segera kesana" ucap Ikmal dengan panik.


"Tuan, Nyonya kalau begitu saya permisi dahulu karena Putri kembali drop" ucap Ikmal tergesa. Ia langsung berlari tanpa pamit ataupun basa-basi.


Ikmal melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia sangat khawatir saat sang mertua menelpon dan memberitahu bahwa Putri drop.


Lalu ia dengan cepat berjalan ke arah ruangan dimana Putri di rawat.


"Bu" panggil Ikmal saat Ayah dan Ibu mertua nya di luar ruangan dengan kondisi khawatir.


"Nak, Putri kembali drop dan sekarang sedang di tangani oleh Dokter" ucap Ayah mertua nya dengan lirih.


Ikmal langsung mendekat dan melihat dari kaca kecil yang ada disana.


"Bertahanlah aku mohon" gumam Ikmal lirih , bahkan air mata nya sudah menetes.


Ceklek.


Dokter keluar dengan wajah pasrah nya.


"Pasien ingin bertemu kalian" ucap Dokter sebelum Ikmal bertanya.


Ikmal dan kedua mertua nya langsung masuk ke ruangan Putri. Mereka melihat wajah Putri yang sangat sendu.


"Mas , Ayah , Ibu?" panggil Putri tersenyum.


"Sayang" ucap Ikmal dengan tersenyum.

__ADS_1


"Terimakasih atas semuanya, aku sudah lelah, aku tidak kuat lagi bertahan. Aku ingin Ayah dan Ibu jangan terlalu menangis. Aku akan bahagia disana" lirih Putri tersenyum.


Ikmal menggenggam tangan Putri dengan erat.


"Mas , jika aku mati, menikahlah kembali dan carilah pasangan yang sangat sempurna untukmu. Aku yakin nanti jodohmu itu sangat akan baik" ucap Putri tersenyum.


"Kamu itu wanita sempurna sayang" balas Ikmal dengan tersenyum getir.


Ayah dan Ibu Putri bahkan sudah menangis dengan pilu.


Ceklek.


Pintu terbuka dan munculah Ayu bersama Elga.


"Put" ucap Ayu lirih.


Grep.


Ayu memeluk Putri dengan erat. Ia menangis di pelukan Putri.


"Maafkan aku, Ayu" ucap Putri lirih.


"Aku sudah memaafkan mu. Sekarang kau harus sembuh, lihatlah aku sudah mempunyai Putra dan aku sangat bahagia" ucap Ayu dengan antusias..


"Aku cukup lelah, Yu. Aku ingin istirahat, aku ikut bahagia atas apa yang terjadi padamu. Tolong sampaikan salam maafku pada Orangtua Gibran. Aku ingin tidur" ucap Putri lemah dan langsung memejamkan mata nya.


"Putri" teriak Ikmal dengan lirih.


Elga langsung merangkul Ayu yang sudah bergetar karena menangis.


"Put , aku mohon bangunlah" ucap Ayu histeris.


"Hiks Hiks. Nak , semoga kamu tidak merasa kesakitan lagi" ucap Ayah nya dengan lirih.


Ikmal memeluk tubuh Putri dengan menangis terisak. Ia tidak menyangka bahwa Putri akan meninggalkannya dengan cepat.


"Ikhlaskan , dia sudah tidak merasa sakit dan bahkan dia bahagia sekarang. Aku yakin dia akan menangis jika kamu begini, Mal" ucap Elga dengan menepuk pundak Ikmal.


"Aku aku baru saja mencintai dengan sangat tulus , tetapi aku aku juga harus kehilangannya" balas Ikmal tersedu.


Elga memeluk pengawal kepercayaannya dengan erat. Ia membiarkan Ayu duduk di sofa agar ia melepaskan semua kesedihannya.


Ruangan tersebut penuh dengan air mata bahkan Ikmal histeris melihat tubuh kaku istrinya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2