
Mansion Ardmaja.
Malam hari nya Ayu merengek ingin makan seafood pada Elga.
"Ayolah, mas" rengek Ayu bergelayut manja.
"Baiklah, ayo bersiap" pasrah Elga lalu mencium kilas bibir Ayu.
Ayu tersenyum senang, entah kenapa saat ini ia ingin sekali makan seafood jumbo.
Ayu dan Elga pergi dengan di antar Pak Jaka. Elga tek melepaskan pelukan di pinggang Ayu.
Setelah sampai di Restoran , Ayu langsung menggandeng tangan Elga masuk. Mereka masuk dan duduk di kursi yang agak sepi.
"Mbak" panggil Ayu.
Seorang pelayan berjalan menghampiri meja Elga.
"Mau pesan apa Tuan , Nyonya" tanya pelayan tersebut ramah.
"Saya ingin seafood jumbo 1 dan steak 1, minumnya Jus mangga 2" ucap Ayu dengan antusias.
"Baik, Nyonya. Mohon di tunggu" balas pelayan tersebut.
Elga tersenyum tipis melihat wajah Ayu yang berbinar.
"Mas kamu makan steak aja ya , jangan minta seafood ku" celetuk Ayu dengan wajah gemas
"Apapun untukmu sayang" balas Elga tersenyum.
Di sudut Restoran tersebut seorang wanita menatap Elga dengan penuh damba. Dia adalah wanita yang sama yang berada di pesta Tuan Bono.
Dia berjalan dengan berlenggak-lenggok menghampiri Elga.
"Hallo Tuan , kita bertemu lagi" ucap Wanita tersebut dengan centilnya.
Ayu menatap wanita itu dengan tatapan benci nya. Ia ingin sekali menjambak rambut panjangnya itu.
"Bolehkah saya bergabung disini, Tuan" ucapnya kembali lalu langsung saja ia duduk tanpa persetujuan Elga dan Ayu.
Elga memanggil pelayang Restoran tersebut, wanita tersebut sangat senang di kiranya Elga akan memesankan untuknya.
"Iya, Tuan" ucap pelayan
"Tolong bungkus pesanan istri saya tadi, dan cepatlah" ucap Elga dingin.
"Baik Tuan" balas pelayan itu sedikit takut.
Wanita tersebut tercengang dengan ucapan Elga. Ia kira ia akan di terima baik oleh Elga.
"Sayang, baby ingin di elus" manja Ayu dengan wajah memelas.
Elga langsung duduk di kursi dekat Ayu dan langsung mengelus perut buncit itu dengan lembut.
__ADS_1
"Hallo Nona , perkenalkan nama saya Sintia. Sa" belum juga Sintia menyelesaikan ucapannya. Pesanan Elga dan Ayu sudah datang.
Elga mengajak Ayu pulang tanpa menyahut Sintia sedikitpun. Ayu tersenyum senang dia tidak perlu khawatir karena Elga sangat dingin dan datar pada wanita lain.
"Sial" gerutu Sintia.
"Lihat saja aku akan merebut Tuan Elga" gumam Sintia yakin.
Lalu ia pergi dari sana dengan wajah kesalnya.
✴✴
Mansion Wibawa.
Nicolass sedang berbincang dengan Lana. Ia mengembalikan semua hak Amanda dan Ayah Salim.
"Kau bisa mengelola ke dua nya, Tuan. Atau aku akan memberikan salah satu orang kepercayaan Tuan Elga untuk menjadi Asistenmu dan Roger jadikanlah Direktur perusahaan NC-Group" ucap Lana memberi usul.
"Baiklah aku mengikuti usulmu, karena aku belum percaya pada siapapun selain pada Roger untuk memegang kendali perusahaan itu. Jika aku bekerja di dua perusahaan itu akan sangat melelahkan. Karena saya harus membangun kembali Wibawa yang sudah tercoreng nama nya" ungkap Nicolas menghembuskan nafas.
Ayah Salim memberi penuh kepercayaan pada Nicolas untuk mengurus perusahaannya. Sedangkan untuk Butiq Amanda, dia menjualnya dan memberikan uangnya untuk membantu membangun kembali perusahaan Wibawa.
"Baiklah, besok Asisten anda akan datang pagi-pagi ke Perusahaan" ucap Lana lalu bangkit dari duduk nya.
"Terimakasih" balas Nicolass tersenyum.
Lana mengangguk dan tersenyum tipis , lalu ia berpamitan karena hari sudah semakin malam.
Nicolass menghembuskan nafas lalu mengambil ponsel nya.
"Hmm, kenapa Nic?" tanya Tama
"Bisakah aku meminta bantuanmu" ucap Nicolas ragu
"Aku sudah tahu bahwa kau ingin aku membantu untuk membangun perusahaan Wibawa kan? Ayu sudah menjelaskan semuanya. Tenang saja kau urus dan bekerjalah dengan benar, mereka tidak menyalahkan keluarga mertuamu tetapi mereka menyalahkan Gibran saja" jawab Tama tegas.
"Ahh syukurlah jadi aku tidak perlu modal yang sangat besar. Kau tau sendiri bukan bahwa keuangannku belum stabil" keluh Nicolas.
"Besok lagi saja, kau mengganggu ku saja. Kau tau aku baru saja ingin menanam saham tetapi gagal karena telepon darimu" gerutu Tama kesal.
"Haha maafkan aku, yasudah aku matikan" ucap Nicolass terkekeh. Lalu ia menyimpan kembali ponselnya.
Nicolas melangkah ke arah kamarnya, ia ingin istirahat dan memeluk istri serta Putranya.
✴✴
Lana makan malam bersama Vani terlebih dahulu sebelum pulang. Ia bertemu dengan Vani saat di jalan akan pulang.
Vani sudah terbiasa makan bersama Lana. Bahkan ia sudah terbiasa dengan wajah Lana yang datar.
"Apa kau mau membungkus makanan?" tanya Lana
"Em em jangan Tuan, segini saja juga cukup" tolak Vani lembut.
__ADS_1
"Tidak apa, itu buat sarapan pagimu" kekeuh Lana dan pergi ke kasir untuk membayar dan memesan lagi untuk di bungkus.
Setelah selesai Lana mengantarkan Vani ke rumah dinas yang di berikan oleh perusahaan.
Vani hanyalah seorang yatim piatu yang beruntung menjadi bagian di Ardmaja karena ke pintarannya.
Setelah mengantarkan Vani, Lana langsung pulang dengan perasaan campur aduk.
Sedangkan di mansion, Elga sedang menunggu Lana karena ia akan bekerja malam ini.
Jam menunjukan angka 10 tetapi Lana belum juga muncul , Elga memilih tidur dengan sang istri. Tak lupa ia berpeaan pada penjaga jika ada Lana jangan ke mansion langsung saja pulang.
Ceklek.
Terlihat Ayu duduk berselonjor di atas ranjang size nya dengan beraidekap dada.
"Maaf" ucap Elga saat melihat wajah badmood Ayu.
"Tau ahh" rajuk Ayu lalu ia tertidur membelakangi Elga.
Elga menghela nafas dan naik ke atas ranjang, ia tidur dan memeluk Ayu dari belakang.
"Aku kira kau tidak akan bangun sayang , jadi aku berniat bekerja sebentar tetapi Lana tidak muncul juga" ucap Elga lembut.
"Hiks kenapa mas meninggalkanku. Mas kan bisa bangunkan aku terus pamit" balas Ayu terisak.
Elga membalik tubuh Ayu agar berhadapan dengannya. Ia mengusap air mata Ayu dengan lembut.
"Mas tak tega sayang, kau terlelap dengan pulasnya" ucap Elga
"Maaf ya , tidak akan di ulangi lagi kok" ucapnya kembali.
ayu memeluk Elga dan mengangguk. Elga mengecup pucuk kepala Ayu dan mengusap punggung serta perut buncitnya.
"Tidurlah" ucap Elga lagi.
"Hmmm" balas Ayu. Tak lama kemudian terdengar dengkuran halus keluar dari mulut Ayu.
Elga memejamkan mata nya dan ikut terlelap bersama sang istri.
**
Lana sudah sampai dan ia berniat langsung ke mansion setelah memarkirkan mobil kesayangannya.
"Maaf Tuan, Tuan muda berpesan agar Tuan langsung pulang saja karena ia juga sudah pergi beristirahat" ucap penjaga dengan menunduk hormat.
Lana melihat jam yang melingkar di tangannya dan menunjukan angka 11.
"Hmmm, baiklah" balas Lana.
Lalu ia pergi ke rumahnya yang berada di sebelah mansion megah Tuan muda nya.
.
__ADS_1
.
.