
-Mansion Ardmaja.
Ayu tertidur dengan gelisah, ia merasa sakit di perutnya semakin terasa. Ayu sudah merasa sakit perut sejak makan malam tetapi ia diam saja karena hanya sebentar-sebentar, berbeda dengan sekarang yang terus menerus sakit.
"Masss" panggil Ayu dengan ringisan.
Elga menggeliat dan mengerjapkan mata nya. Ia membuka mata saat melihat Ayu menahan sakit.
"Sayang kenapa? Kamu pucat sekali" ucap Elga dengan panik.
Ayu bangun di bantu dengan Elga dan merasakan bahwa dari daerah intim nya keluar sesuatu.
"Mass , seperti nya aku akan melahirkan" ucap Ayu dengan lirih.
"Sssttt sakit , mass" ucapnya kembali.
Elga segera memencet tombol yang ada di nakas dekat ranjang nya tersebut.
Tok.. Tok..
"Tuan ada apa?" teriak Bi sari dari luar.
Elga segera membuka pintunya dengan wajah panik.
"Bi sumi tolong bilangin Pak Jaka siapkan mobil kita akan ke rumah sakit. Dan bibi tolong bawakan tas yang berisi semua perlengkapan Ayu" ucap Elga dengan panik.
Lalu Elga kembali lagi dan segera menggendong Ayu yang sudah sangat ke sakitan.
"Mass sakit" rintih Ayu air mata yang sudah menetes.
"Sabar ya sayang, kita akan rumah sakit sekarang" balas Elga dengan terus menggendong Ayu dan Bi sari mengekor di belakangnya.
Saat sampai di depan , mobil sudah siap dan dengan sigap Pak Jaka langsung membukakan pintu untuk Tuan nya. Bi sari langsung masuk dan duduk di depan.
Bi sumi dan Art lainnya merasa khawatir dan terus saja berdoa untuk keselamatan Nyonya dan Bayi nya.
Pak Jaka membawa mobil dengan kecepatan tinggi karena jalanan lumayan lenggang.
Ayu terus menggenggam tangan Elga dengan erat. Ia mengatur nafas dengan teratur bahkan Elga dengan sabar mengusap perut Ayu.
"Sayang atur nafasnya lagi , sabar ya sebentar lagi juga sampai" ucap Elga dengan mencium kening Ayu lembut.
Ayu hanya menuruti saja , ia sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. Tangannya tak lepas dari genggaman tangan suaminya.
Setelah sampai , Pak Jaka langsung membukakan pintu untuk Elga dan ia membantu memanggil Dokter yang memang sudah siap karena sudah di beritahu oleh Bi sumi.
__ADS_1
"Baringkan disini, Tuan" ucap Dokter Mutia
Elga membaringkan Ayu dengan hati-hati, mereka langsung menuju ke ruang bersalin. Bi sari dan Pak Jaka menunggu di luar ruangan dengan perasaan yang khawatir.
Dokter Mutia dengan sigap langsung memeriksa Ayu dan salah satu perawat memasangkan infus di lengan Ayu.
Elga dengan setia berada di samping Ayu, ia terus mencium kening dan mengusap perut Ayu dengan lembut.
"Bagaimana , Dok?" tanya Elga dengan wajah panik.
"Baru bukaan 7, Tuan. Kita tunggu sebentar lagi ya" jawab Dokter dengan tersenyum.
Elga hanya mengangguk saja dan kembali memberi semangat pada sang istri.
"Ssstthhhhhh sakit" rintih Ayu kembali.
Elga merasa kasihan saat melihat wajah istrinya yang menahan sakit. Ia terus genggam tangan Ayu dan sesekali mengecup nya.
"Sayang sabar ya , sebentar lagi kita akan bertemu , jangan bikin Mommy sakit ya, Nak" ucap Elga mengelus lembut perut Ayu.
Hampir setengah jam menunggu akhirnya pembukaannya sudah lengkap. Ayu sudah berganti pakaian sejak tadi.
Dokter Mutia dan para perawat sudah siap dengan tugasnya. Elga terus saja berada di sisi sang istri untuk memberi semangat.
Ayu mengangguk dan membaca Basmallah.
"Tarik nafas , hembuskann " ucap Dokter kembali.
Ayu menuruti dengan sangat baik.
"Sekarang mengejan Nyonya" ucap Dokter
"Aaaaaakkhhhhh"
"Sekali lagi Nyonya" ucap Dokter
"Ayo sayang , kamu pasti kuat , kita akan segera berkumpul dengan Baby kita" ucap Elga menyemangati.
Ayu menarik nafas dan langsung mengejan sekuat tenaga.
Oek.. Oek.. Oek..
Terdengar suara nyaring dari Bayi yang baru saja di lahirkan oleh Ayu. Elga bernafas lega dan terharu ia mencium setiap inci wajah Ayu dan mengucapkan rasa syukur.
"Terimakasih sayang, kau adalah wanita terhebatku" ucap Elga dengan berlinang air mata.
__ADS_1
Ayu tersenyum dengan nafas yang masih memburu, ia menatap dengan penuh kasih sayang pada suaminya.
"Tuan , Nyonya selamat anak anda Laki-laki" ucap Dokter Mutia
Elga dan Ayu merasa sangat bahagia. Dokter Mutia langsung meletakan sang Bayi di atas dada Ayu untuk melakukan IMD.
Elga menatap takjub pada sosok malaikat yang sedang mencari sumber Asi nya tersebut. Elga tersenyum dengan sangat lebar.
Setelah menemukan sumber Asi nya , Dokter tersebut menyuruh Elga mengadzani nya terlebih dahulu. Setelah selesai baru mereka akan membersihkan Ibu dan Bayi nya.
"Tuan maaf , Nyonya akan di bersihkan terlebih dahulu dan anda silahkan menunggu di luar" ucap salah satu perawat dengan sopan.
"Tempatkan di ruangan VVIP, Sus" balas Elga datar.
Suster mengangguk dan segera mengerjakan pekerjaannya.
Elga keluar dengan perasaan lega dan bahagia. Ia melihat Bi sari dan Pak Jaka dengan wajah berbinar.
"Selamat Tuan, anda sekarang sudah menjadi Daddy" ucap Bi sari bahagia.
"Terimakasih, Bi. Tolong Pak Jaka pulang dulu ya dan bawakan sarapan serta pakaian ganti saya dengan ponsel saya" perintah Elga dengan tersenyum.
"Baik, Tuan. Kalau begitu saya permisi dulu" balas Pak Jaka dengan sopan.
Lalu Elga duduk bersebrangan dengan Bi sari.
"Tuan Bayi anda Perempuan atau Laki-laki?" tanya Bi sari.
"Laki-laki , Bi. Dia sangat tampan sekali" jawab Elga dengan penuh rasa bangga.
Bi sari tersenyum seraya mengangguk.
Tak lama kemudian ruangan bersalin terbuka dan munculah Dokter Mutia.
"Tuan , Nyonya sudah di pindahkan ke ruangan VVIP. Sedangkan untuk bayi nya masih di ruangan Bayi dan mungkin sebentar lagi akan di antarkan ke sana" ucap Dokter Mutia
"Terimakasih, Dok" ucap Bi sari.
Lalu Elga dan Bi sari langsung menuju ke ruangan VVIP untuk melihat kondisi Ayu.
Penjaga bertebaran dimana-mana. Bahkan mereka yang ada disana di buat ngeri dengan wajah sangar dari pengawal Elga.
.
.
__ADS_1