
"Kalian kenapa?" tanya Dio yang baru saja keluar dari kamar mandi.
Ehh
Kaget Nana dan Qilla yang langsung saja mengusap dada nya perlahan.
"Ngagetin aja sih Bang" gerutu Qilla.
Dio hanya tersenyum dan menghampiri Nana, Qilla sudah lebih dulu duduk di sofa.
CUP
Dio mengecup kening Nana dengan lembut, sedangkan Nana sudah tersenyum pada Dio.
"Ck, cepetan napa Bang, malah pacaran" protes Qilla dengan kesal.
"Bentar napa Qill, melepas rindu dulu" goda Nana dengan tersenyum kecil.
"Cih , melepas rindu yang baru tidak ketemu beberapa jam" ledek Qilla dengan mendecih.
"Bilang saja rindu sama Zayn" ledek Dio dengan membawa Nana duduk di sofa hadapan Qilla.
"Uhh kalau itu selalu dong" ucap Qilla dengan terkekeh.
Nana hanya menggeleng kan kepala saja, ia selalu tersenyum dengan tingkah Qilla yang kadang bar-bar.
Lalu mereka fokus pada buku di atas meja tersebut, Dio dengan perlahan menjelaskan semua nya dan Qilla serta Nana mendengarkan dengan seksama.
"Nah, kalian bisa membaca buku ini untuk urusan bisnis dan yang ini untuk nanti menyelesaikan skripsi kalian" ucap Dio dengan memberikan buku kepada Nana dan Qilla.
"Terimakasih" ucap Nana dan Qilla bersama.
__ADS_1
Dio mengangguk dengan tersenyum lembut pada mereka berdua.
"Kalau begitu kami pulang dulu ya, Bang" pamit Qilla.
"Hemm, hati-hati di jalan nya" balas Dio lembut.
Qilla menyalami tangan Dio, setelah itu ia beranjak dari sana.
Sedangkan Nana , ia di peluk Dio sampai membuat Qilla mencebik kesal.
"Hati-hati oke, nanti malam aku akan ke mansion" bisik Dio dengan tersenyum.
"Iya, kalau begitu aku pergi dulu" pamit Nana.
Dio mengecup kening Nana kembali dan tersenyum lembut pada sang kekasih.
"Cepetan Na" kesal Qilla
"Iyaa ayo" ucap Nana dengan tertawa kecil.
Setelah mendapatkan nya , mereka langsung saja bergegas naik dan pulang.
"Besok kita ada kelas siang ya, Na?" tanya Qilla.
"Iyaa, kita tinggal kelaa bimbingan saja" jawab Nana
"Besok jadi ke perusahaan?" tanya Nana menatap Qilla.
Qilla menjawab dengan anggukan saja karena ia sedang fokus pada ponsel nya.
"Ya ampun anak ini" gumam Nana tersenyum kecil.
__ADS_1
Lalu Nana memilih memejamkan mata sejenak, ia cukup lelah karena semalaman ia belajar mengurus semua pekerjaan sekertaris bersama dengan Dio, tetapi hanya lewat vidio call saja.
Hingga 1 jam kemudian mereka sampai di halte bus yang agak jauh dari komplek perumahan elit.
"Na , ayo" ucap Qilla dengan mengguncang bahu Nana.
Hemmm.
Dengan malas Nana membuka mata nya, dan keluar dari bus bersama dengan Qilla.
Lalu Qilla meminta di jemput oleh sopir nya dari mansion.
"Kamu kenapa sih, Na?" tanya Qilla penasaran.
"Aku ngantuk, Qill" jawab Nana dengan santai.
"Baru juga jam makan siang, tidak biasa nya kau tidur larut malam" ucap Qilla dengan bingung.
"Tidak apa, semalam aku bertukar kabar dengan Bang Dio sampai larut malam" balas Nana tersenyum kecil
Qilla mencebikan bibir nya kepada Nana, lalu mereka masuk ke dalam mobil yang sudah datang menjemput mereka.
Selama perjalanan, Nana menyenderkan kepala nya pada pundak Qilla, ia masih merasa lelah.
"Sudah sampai, Nona" ucap sopir dengan sopan.
"Terimakasih, Pak" ucap Nana dengan ramah.
Lalu mereka langsung saja masuk ke dalam mansion dan menuju ke ruang makan.
.
__ADS_1
.
.