
Nana keluar dengan di gandeng oleh Adel dan Qilla, ia berjalan dengan hati yang sangat gugup.
Sedangkan Dio sendiri, ia menatap Nana dengan tersenyum kecil yang penuh ke kaguman.
Nana langsung saja di arahkan untuk duduk di samping Dio, lalu penghulu meminta nya untuk langsung menandatangi beberapa berkas.
Setelah itu kedua pengantin tersebut bertukar cincin, setelah itu Nana mencium tangan Dio dengan khidmat dan di balas dengan kecupan di kening oleh Dio.
Semua tamu undangan langsung saja memberi nya tepuk tangan yang sangat meriah.
"Kau sangat cantik, sayang" bisik Dio dengan lirih.
Blusshhh
Pipi Nana langsung saja merona setelah mendengar bisikan dari sang Suami.
Setelah semua nya selesai, Nana dan Dio langsung saja berdiri di pelaminan.
Dan satu persatu para tamu undangan datang memberi selamat pada kedua nya.
"Mas, ayo makan" ajak Qilla dengan tersenyum kecil.
"Maafkan aku ya, aku lupa kalau kamu belum sarapan" ucap Zayn dengan panik.
Qilla hanya terkekeh saja, lalu Qilla menggandeng tangan Zayn ke arah stand makanan yang sudah di sediakan.
"Sepiring berdua saja, sayang" ucap Zayn lembut.
Qilla menganggukan kepala dan mengambil makanan sedikit banyak dari porsi nya sendiri.
"Kita duduk di sana yuk, seperti nya akan sejuk" ucap Zayn menunjuk ke arah taman samping Panti tersebut.
"Oke" balas Qilla.
Lalu mereka berjalan ke arah tersebut , memang disana ada sebuah kursi yang khusus di buat jika ingin menikmati udara di Panti tersebut.
**
__ADS_1
Tamu undangan tidak banyak yang hadir, memang Nana tidak banyak mengundang oranglain karena dia tidak mempunyai sahabat ataupun teman kecuali di kampus saja.
Hampir semua teman-teman nya datang kesana bersama dengan beberapa Dosen.
Acara terus saja berlangsung hingga sore hari baru selesai, Qilla dan Zayn sudah pamit sejak tadi bersama dengan Mom Elysa.
Nana membawa Dio masuk ke kamar sederhana nya yang ada di Panti tersebut.
"Bersihkan dulu badan disini ya, nanti kita berangkat ke Hotel setelah nya" ucap Dio lembut.
"Iya Bang, Abang dulu aja yang mandi aku mau membuka ini dulu" balas Nana tersenyum kaku.
Dio terkekeh dengan pelan melihat bagaimana sang Istri yang sedang gugup. Lalu ia memilih langsung saja mandi karena memang sudah sangat lengket.
Sedangkan Nana, ia membuka gaun dan semua antek-antek nya yang membuat susah saja.
"Ish ini mengerikan sekali, bagus sih iya tapi ribet, berat dan menyusahkan" gerutu Nana dengan menyimpan gaun tersebut ke koper nya kembali.
"Lebih baik aku siapkan pakaian ganti buat Abang saja" gumam Nana.
Setelah siap, ia duduk bersandar di ranjang kecil milik nya.
Ceklek.
Pintu kamar mandi terbuka dan keluar lah Dio dengan hanya menggunakan handuk sebatas pinggang saja.
Nana langsung saja berdiri dan memalingkan wajah nya yang malu, ia langsung saja melangkahkan kaki ke arah kamar mandi sebelum Dio menegur nya.
"Lucu sekali exspresi nya itu" gumam Dio dengan terkekeh.
Dio langsung saja memakai pakaian yang sudah di siapkan oleh Nana, setelah selesai ia menelpon sopir nya untuk membawa koper milik nya dan Nana ke dalam mobil.
Tok Tok
"Sebentar" teriak Dio.
Dio lalu melangkah ke arah pintu dengan membawa kopernya dan sang Istri.
__ADS_1
Ceklek.
"Tuan" sapa sopir tersebut sopan.
"Tolong masukan koper ini dalam bagasi ya, setelah itu nanti kamu bisa cuti 2 hari setelah mengantarkan saya dan Istri saya ke Hotel" ucap Dio ramah dengan menyerahkan koper tersebut.
Sang sopir mengangguk dan mengambil alih koper dari tangan Tuan nya.
"Baik Tuan" balas sopir tersebut.
Setelah sopir tersebut pergi, Nana keluar dari kamar mandi sudah dengan pakaian yang lengkap nya.
"Mau langsung pamitan?" tanya Dio dengan lembut.
"Iya Bang, biar langsung istirahat" jawab Nana enteng.
Dio langsung saja merangkul pinggang Nana dengan cepat, ia bahkan tersenyum saat melihat wajah Nana yang tegang.
"Istirahat nya di mobil saja, kalau sampai di Hotel bukan istirahat sayang" bisik Dio dengan menahan tawa nya.
Nana melototkan mata nya dengan wajah yang memerah malu.
Dio hanya tersenyum kecil dan keluar bersama dengan Nana, mereka langsung saja berpamitan pada keluarga panti dan juga keluarga Dad Elga.
Ya, keluarga Ardmaja masih disana karena ingin membahas tentang renovasi panti agar lebih luas dan nyaman untuk anak-anak disana.
Selama perjalanan ke Hotel, Nana diam dengan menyender di bahu sang Suami.
Bahkan Nana sempat memejamkan mata nya yang lelah karena acara hari ini, padahal hanya sedikit saja tamu yang datang apalagi kalau banyak, begitulah pikir nya.
Dio diam dengan terus mengusap punggung Nana agar nyaman tidur nya, ia bahkan mengecup kepala Nana beberapa kali.
.
.
-Udah senin aja nih, ayo dong Vote nya jangan kasih kendor readers.
__ADS_1