Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
31


__ADS_3

Setelah selesai berbelanja , Ayu dan Nadin memilih pulang karena waktu sudah sore. Mereka akan berBBQan di belakang mansion bersama Tama dan Pranss.


Ayu dan Nadin keluar Mall dan berlalu menuju ke arah mobilnya. Sedangkan di sisi mobil Ayu terparkir mobil yang di naiki Putri. Dengan tersenyum sinis Nadin memandang Putri.


"Ck, boleh minggir dulu tidak sebentar , ini orang miskin akan masuk ke dalam mobilnya" Ucap Nadin dengan sengaja pada Putri.


Klik


Ayu membuka kunci mobil yang di tatap kagum oleh Putri sejak keluar Mall tadi. Bagaimana tidak mobil Ayu hanya ada 3 di Dunia ini.


"Ck sombong" Gerutu Putri


"Biarin, aku kan orang miskin jadi harus sombong" Ucap Nadin dengan sinis.


Nadin dan Ayu langsung pergi dari sana dengan tertawa terbahak melihat wajah masam Putri.


"Kau lihat tadi wajah nya, sangat masam" Ledek Nadin dengan tertawa.


"Ya dia sangat masam , hehh dia kira dia itu siapa" Kekeh Ayu dengan senang.


"Oh iya tadi Tama kirim pesan katanya kita harus ke supermarket dahulu untuk membeli bahan untuk BBQan" Jelas Nadin


"Baiklah , ayo kita berburu kembali" Semangat Ayu dengan membara.


Lalu mereka tertawa bersama. Ini yanh dinamakan sahabat sesungguhnya. Dulu Ayu ingat betul jarang bersenda gurau dengan Putri bahkan kesannya Putri seperti terpaksa bersahabat dengan Ayu yang bisa di bilang sederhana.


Setelah sampai di supermarket mereka langsung masuk, Nadin mengambil troli dan mendorongnya. Sedangkan Ayu ia memilih beberapa seafood dan yang lainnya.


Saat Ayu akan mengambil minuman yang agak tinggi ia sangat kesusahan. Bahkan ia sudah sampai berjinjit tetapi tangan kekar mengambil minuman tersebut dan memberikannya pada Ayu.


"Terimakasih" Ucap Ayu lalu ia berbalik dan ia kaget saat melihat Elgaza yang membantunya.


"Sama-sama, Nona" Balas El terkekeh.


Ayu hanya tersenyum tipis dan memasukan minuman pesanan Tama tersebut.

__ADS_1


"Buat apa kau belanja sebanyak itu?" Tanya El


"Kita akan pesta BBQ di mansion , Nona Ayu" Jawab Nadin cepat.


Ayu melotot ke arah Nadin karena ia dengan lugas menjawab pertanyaan dari El.


"Bolehkah aku bergabung?" Tanya El kembali dengan santai.


Ayu menatap El dan menghembuskan nafas nya.


"Baiklah, mari datang ke mansion Ayah saya, Tuan" Balas Ayu karena tak mungkin ia menolak rekan bisnis nya.


El tersenyum samar , bahkan wajahnya menunjukan binar bahagia. Nadin yang sempat melihatnya pun langsung mengerti.


"Sepertinya Tuan El menyukai, Ayu. Gak ada salahnya aku mendekatkan mereka" Batin Nadin terkikik.


El dan Lana membantu membawa beberapa belanjaan Ayu ke dalam mobilnya. Seorang pengawal mendekat dan mengambil belanjaan di tangan Ayu.


"Ayu aku satu mobil dengan Asisten, Lana" Ucap Nadin. Belum sempat Ayu membalas Nadin sudah lebih dulu pergi bersama Lana.


Mau tak mau Ayu satu mobil dengan El. El tersenyum senang karena sahabat Ayu sangat pengertian.


"Panggil Ayu saja, Tuan. Ini" Balas Ayu lalu memberikan konci mobil pada El.


"Kalau begitu kau juga harus memanggil, El saja" Ucap El lalu ia membukakan pintu untuk Ayu.


"Terimakasih, Elga" Ucap Ayu tersenyum.


"Bagus juga" Balas El terkekeh.


Lalu El masuk ke dalam mobil dan melajukan ke arah mansion Pramudya. Meskipun tau alamatnya tetapi El belum pernah masuk ke dalam halaman mansion bak istana tersebut.


El dan Ayu terdiam hening tanpa pembicaraan di dalam mobil.


"Hemm, Ayu apakah kau sudah punya pasangan?" Tanya El dengan serius karena ia tidak suka dengan basa-basi.

__ADS_1


"Tidak, kenapa gitu Elga?" Tanya balik Ayu dengan bingung.


"Bolehkah aku mendekati dan mencoba meluluhkan hatimu? Jujur saja aku sudah sangat menyukaimu saat pertama kita bertemu di Negara I" Jawab El dengan serius.


"Benarkah? Aku merasa kita bertemu pertama kali saat di acara Ayah mengenalkanku ke publik" Ucap Ayu menatap El.


"Itu menurutmu, tetapi kita pernah bertemu pas kamu makan sate di pinggir jalan dekat dengan Butiq Amanda" Balas El tersenyum.


"Ahh benarkah, itukan sudah sangat lama sekali" Balas Ayu terkekeh.


"Jadi bagaimana dengan pertanyaanku?" Tanya El menepikan mobil di pinggir jalan.


Ayu menghela nafas , ia menatap El dengan intens.


"Aku tau bahwa kau sudah tau tentang semua dariku, aku ini janda dan apa kamu tau? Bahwa aku sempat gila selama 5 bulan terakhir" Ucap Ayu dengan serius.


"Aku tau semuanya , aku juga tau bahwa kau pernah Gila. Tapi aku tak peduli bahkan saat kau di Rumah sakit sedang di rawatpun aku sempat menyilinap masuk ke ruanganmu. Aku mohon biarkan aku membahagiakanmu, Yu" Mohon El dengan serius bahkan sorot mata yang penuh ketulusan.


Ayu menatap lurus kedepan dengan membuang nafas kasar.


"Baiklah aku izinkan , tapi jangan halangi aku karena aku akan balas dendam atas apa yang telah menimpaku hari itu" Putus Ayu dengan tegas.


"Terimakasih, aku akan mendukung semua keputusanmu bahkan aku akan membantu mu" Balas El dengan senang dan penuh semangat.


Elgaza menggenggam tangan Ayu dan mencium nya dengan lama.


"Terimakasih, aku belum pernah sebahagia ini" Ucap El dengan tersenyum.


Ayu membalas senyuman El dan mengangguk. Lalu el melajukan kembali mobilnya dengan wajah penuh dengan binar bahagia.


"Gak ada salahnya aku memberikan kesempatan untuknya. Toh dia juga sangat tulus meski seperti es di luaran sana" Batin Ayu tersenyum.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2