
Di belahan Dunia lainnya. Gibran dan Kemal sedang berusaha membangun perusahaan GB Group. Sudah 2 bulan ini mereka memasuki perusahaan yang menengah ke bawah untuk mengajukan kerja sama.
Gibran mempunyai perusahaan yang lumayan agak besar meski hanya 3 lantai saja. Dia terus berusaha hingga perusahaannya kini mempunyai karyawan yang lumayan banyak.
Kemal membantu Gibran dengan sungguh-sungguh bahkan dia sampai rela lembur dengan Gibran demi menyelesaikan berkas untuk di ajukan ke perusahaan lain.
Pagi ini Gibran dan Kemal tergesa-gesa ke perusahaan karena mendapat informasi bahwa gedung perusahaan Gibran terbakar habis.
"Arrgghhh kenapa ini bisa terjadi , baru saja aku merintis usaha untuk menyambung hidup sudah runtuh kembali. Bagaimana sekarang menghadapi para insvestor" teriak Gibran prustasi melihat gedung tersebut terbakar habis tanpa sisa.
Kemal sama kagetnya dengan Gibran , semalam gedung tersebut baik-baik saja. Dan untung dalam kecelakaan ini tidak merenggut nyawa seseorang.
Gibran terduduk lemas , dia menangis meratapi nasibnya sekarang.
"Maafkan aku Ayu , Ibu , Ayah. Apa ini teguran untukku karena sudah sangat jahat pada kalian? Hiks hiks. Maafkan aku" lirih Gibran terisak.
Karyawan dan Kemal merasa iba melihat Bos nya yang sedang bersedih. Para karyawan tak menuntut pesangon ataupun gajih mereka semua mengerti bahwa Bos nya pasti bingung untuk menghadapi masalah para Klien dan Insvestor.
Kemal merangkul Gibran mencoba untuk menenangkannya. Dia sangat kasihan melihat Gibran yang terisak.
Terlihat para Klien dan Insvestor datang dan meminta pertanggung jawaban.
"Tuan Gibran bagaimana ini dengan uang kami semua?" tanya seorang Pria dengan wajah garang.
Gibran menatap mereka dan membuang nafas kasar.
"Saya akan mengembalikan uang kalian semua besok" balas Gibran tegas.
"Baiklah kami tunggu besok pagi" ucap rekannya yang lain.
Mereka pergi tanpa mengucapkan Terimakasih atau sekedar kasihan dengan Gibran pun tidak ada.
"Maaf jika gajih kalian akan saya transfer setengahnya saja. Jika saya punya uang lebih saya akan melunasi nya" ucap Gibran pada karyawannya.
"Tidak apa Pak. Kami ikhlas semuanya , semoga Bapak dapat tabah dan bisa merintis kembali perusahaan lain" balas salah satu karyawan tersebut.
Lalu mereka pergi dengan wajah tersenyum meski tidak dapat gajih dan pekerjaan yang hilang.
Gibran menatap Kemal dengan sendu. Lalu ia menghembuskan nafas lelah.
"Kemal , kamu jual semua aset saya , dari Rumah , mobil pokoknya semuanya. Dan tolong kamu kirimkan uangnya pada Insvestor kita" ucap Gibran pasrah.
"Rumah jangan dulu di jual , semoga saja aset dan mobil akan mencukupi semuanya" balas Kemal
"Terserah kamu saja" ucap Gibran.
Lalu mereka pergi dari sana. Gibran memutuskan untuk pulang ke Rumah sedangkan Kemal mengurus semuanya.
✴✴
Pagi Hari
Gibran dan Kemal sudah membayar semuanya pada Insvestor , untung saja semuanya cukup hingga mereka tak perlu menjual Rumah.
__ADS_1
Gibran seperti tak punya selera bahkan makan pun ia enggan. Ia menatap kosong ke sembarang arah.
Kemal mengerti dengan keadaan Gibran tersebut. Dia juga sama bingungnya dengan Gibran, dia tidak punya Ijazah karena tertinggal di Rumah lama ia dahulu.
Gibran berjalan ke arah Kemal yang sedang duduk di ruang tamu.
"Kemal , bagaimana kalau kita jual Rumah ini dan membeli Rumah sederhana yang agak murah. Lalu sisa nya kita buat menyewa Ruko dan kita buka Cafe kecil-kecilan saja, bagaimana?" usul Gibran
"Saya terserah anda saja , kalau Cafe juga kayaknya di sini bagus karena saya jarang menemukan Cefe di sini. Yaudah bagaimana kalau kita membeli bahan buat meracik Coffe agar kita bisa belajar" balas Kemal tersenyum.
"Baiklah , ayo kita berangkat" ajak Gibran.
Dia berniat akan membuka Caffe kecil-kecilan untuk menyambung hidupnya dengan Kemal. Gibran berniat akan meminta maaf pada Orangtua nya dan juga Ayu. Ia sadar bahwa semuanya ini adalah teguran dari yang di atas agar ia tidak serakah.
✴✴✴
Negar T.
Ayu kedatangan Bu Yulia , Amanda serta Baby Raka. Mereka datang karena sangat rindu pada Ayu.
Bunda Rahma mengobrol bersama dengan Bu Yulia di ruang tamu, sedangkan Amanda , Utari dan Ayu sedang mengobrol di halaman belakang.
"Uhhh tampan sekali kau bayi kecil" ucap Utari dengan gemas.
"Cepatlah menikah agar cepat dapat yang seperti ini" celetuk Amanda
Utari mendengus sebal.
"Wah benarkah? Memangnya ada yang mau padamu, Tari" celetuk Amanda dengan nada menggoda.
Ayu tertawa saat mendengar ucapan Amanda , sedangkan Utari menatap mereka malas.
"Ada dong , aku kan cantik , imut lagi" bangga Utari dengan terkekeh.
"Narsis" ucap Ayu dan Amanda bareng.
Mereka tertawa bahagia bersama. Bu Yulia dan Bunda tersenyum melihatnya.
Bu Yulia dan Bunda akan memasak untuk makan malam sebelum Amanda dan Bu Yulia pulang.
Ayu , Amanda dan Utari masuk ke dapur dan melihat dua wanita paruh baya itu sedang sibuk memasak.
"Ibu , bolehkah Ayu minta Ibu masakin rendang ayam?" tanya Ayu dengan ragu.
Bu Yulia menengok lalu tersenyum.
"Boleh dong sayang , apapun untukmu" jawab Bu Yulia tersenyum.
"Terimakasih" ucap Ayu bahagia.
Setelah hampir 1 jam berkutat di dapur kedua wanita itu pun akhirnya selesai memasak. Lalu para pelayan membersihkan dan menata hasil masakan mereka.
Ayah Antoni sedang meninjau perusahaan yang di kelola oleh Nicolass yang ada di Negara T tersebut.
__ADS_1
Ayu membersihkan diri di bawah guyuran air dari shower. Dia terperanjat kaget saat ada tangan kekar yang memeluknya dari belakang.
"Mas" tegur Ayu kesal.
"Hmm biarkan saja dulu begini ya sayang" balas Elga
Lalu Ayu membiarkan Elga memeluknya , Elga memutar badan Ayu hingga mereka berhadapan. Elga memeluk Ayu dengan renggang karena tak mau menyakiti anak yang ada di dalam perut Ayu.
Elga menatap Ayu dengan teduh , ia mencium kening Ayu lalu turun hingga ke bibir. Elga mel*mat dan menyesap bibir ranum tersebut dengan lembut. Sedangkan tangan nakalnya tak tinggal diam , dia sudah merayap kemana yang dia inginka.
Ayu membalas ciuman Elga dengan lembut , jujur saja ia juga sangat merindukan hal tersebut bersama suaminya.
"Eunghhhh" Lenguh Ayu saat tangan Elga bermain di dada nya.
Elga melepaskan ciuman tersebut dan menatap Ayu dengan mata di penuhi gairah.
"Tidak apa jika sekali saja , tapi pelan" ucap Ayu karena ia kasihan melihat wajah suaminya yang menahan hasrat.
"Maafkan aku , aku sungguh tak bisa menahannya lagi" balas Elga. Lalu Elga menggendong Ayu ke ranjang dan mereka melanjutkan yang tertunda di kamar mandi tadi.
Elga bermain dengan lembut dan pelan , ia tidak ingin menyakiti Ayu dan anak dalam kandungannya.
Kamar mereka di penuhi oleh erangan dan desahan yang begitu bersahutan dari dua insan tersebut.
Ayu dan Elga sama-sama mengerang saat mencapai puncaknya.
Elga mencium kening Ayu dan memeluknya.
Mereka beristirahat sebentar sebelum mandi kembali dan makan malam.
✴✴
Sedangkan Ayah Antoni dan Nicolass baru saja tiba di mansion Elga. Mereka tercegat macet karena di jalan banyak orang yang keluar dari perusahaan untuk pulang.
Nicolass langsung di ajak masuk oleh Ayah Antoni , mereka melihat semua orang sedang berkumpul di ruang keluarga , hanya Elga , Ayu dan Lana yang tidak ada di sana.
"Selamat malam" sapa Nicolass.
"Ehh mas , sama siapa kesini?" tanya Amanda kaget melihat Nicolass ada di sana.
"Sama Ayah nya Ayu" jawab Nicolass , lalu ia mengambil putra nya dari Amanda.
"Ohh iya dimana Ayu dan Elga?" tanya Ayah Antoni.
"Mereka belum turun , mas" jawab Bunda Rahma tersenyum.
Terlihat Lana datang dari pintu samping dengan pakaian casulnya , lalu ia menyapa orang-orang yang ada di sana.
Ayu dan Elga juga baru saja keluar dari Lift dengan wajah Elga yang bersinar. Elga memapah Ayu yang sedikit lelah.
.
.
__ADS_1