
Pagi hari nya, Nana dan Qilla sudah bersiap untuk pergi ke kampus. Awalnya mereka akan di antarkan oleh pasangannya masing-masing tetapi mereka menolak karena tidak ingin hubungannya di publik.
Jadi Zayn dan Dio hanya bisa mengangguk setuju saja, tetapi Zayn tetap saja mengirim pengawal tanpa sepengetahuan Qilla.
"Selamat pagi, Mom , Dadd , Opa" pekik Qilla dengan riang.
"Pagi ,sayang" balas Mom Ayu lembut.
Lalu mereka langsung saja memulai acara sarapan nya, Qilla dan Nana dengan cepat menyelesaikan sarapan nya karena takut ketinggalan bus.
Qilla memutuskan masih menyembunyikan identitas nya sebelum ia resmi menggantikan sang Daddy di PramudyaGroup.
"Hati-hati kalian" teriak Mom Ayu saat melihat kedua putri nya sudah berlari.
"Yaampun mereka ini" gerutu Mom Ayu kesal.
"Sudah biarkan saja , sayang" balas Opa Antony dengan terkekeh.
Sedangkan Dadd Elga hanya tersenyum kecil saja, ia juga sudah bersiap akan ke kantor untuk mengurus segala nya.
***
Saat ini, Qilla dan Nana sudah duduk manis di kelas nya, mereka lolos dari genk Disti karena mereka sibuk dengan mengerumuni Dosen baru.
"Mereka tidak tahu saja Dosen tersebut adalah calon mu dan calon kakak ipar ku" bisik Qilla dengan terkekeh.
__ADS_1
Nana hanya tersenyum kecil saja, ia sebisa mungkin tenang agar tidak di ledek oleh Qilla.
Hingga tak lama kemudian Dosen pun masuk ke kelas, Qilla dan Nana langsung saja melotot tak percaya ternyata Dio lah yang akan mengisi materi selama 3 jam ke depan.
"Ya ampun" gumam Nana saat tatapan nya bertemu dengan tatapan Dio.
"Gak bakal bosen kan, Na" ledek Qilla dengan tawa kecil.
Nana hanya mendelik saja dan fokus kembali ke materi, mereka memang sangat profesonal jika dalam bekerja maupun bekerja.
"Ish kenapa dia sangat tampan jika sedang serius seperti itu" batin Nana dengan menatap Dio kesal.
Qilla tersenyum kecil saat melihat tatapan Nana yang kesal, ia pasti sedang menggerutu karena siswi di kelas mereka menatap Dio dengan penuh damba.
Tak terasa waktu 3 jam berlalu dan mereka bersiap untuk pulang karena memang tidak ada lagi jadwal mata kuliah.
"Baik Pak" jawab Nana dan Qilla serempak.
Setelah Dio keluar dari kelas mereka, semua teman-teman Nana dan Qilla menghampiri mereka.
"Benar ya kalian akan wisuda tahun ini?" tanya salah satu temannya.
"Iyaa, kita sudah bosen disini hehe" jawab Qilla dengan tawa renyah nya.
"Kalian jangan takut, Disti dan antek-antek nya tidak akan berani melukai kalian" ucap Qilla kembali.
__ADS_1
"Benar apa Qilla, mereka tidak akan berani berkutik setelah mengetahui sesuatu yang akan heboh" timpal Nana.
"Sesuatu apa?" tanya mereka penasaran.
"Nanti juga kalian akan tahu, kalau begitu kami menemui Pak Dio dulu ya" jawab Nana terkekeh.
Mereka mendengus dan terpaksa menganggukan kepala saja. Lalu kerumunan pun bubar.
Nana dan Qilla langsung saja menuju ke ruangan Dio, mereka mempercepat jalannya karena melihat segerombolan Disti sedang berjalan ke arah mereka.
"Ayo cepat Na, kuntilanak di belakang kita" pekik Qilla dengan sangat lantang.
Mahasiswa yang ada disana langsung saja tertawa saat Qilla menyebut Disti kuntilanak.
"Haha, ya dia kuntilanak kesiangan Qill" teriak salah satu siswa disana.
"Iyaa, cepat lari Qilla, Nana mereka membawa gerombolan" pekik yang lainnya dan mereka ikut berlari sambil tertawa.
"Awasssss ya kalian semuaaaa" teriak Disti dengan kesal.
Sedangkan Nana dan Qilla sudah tenggelam di ruangan Dio, mereka masih saja tertawa dengan renyah.
.
.
__ADS_1
.