Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
89


__ADS_3

Setelah puas bermain air, Ayu mendekat ke arah dimana suami dan putra nya sedang bersantai.


"Wahhh , maafkan Mommy ya karena asik main sendiri" ucap Ayu tak enak saat melihat Elga tengah menjaga Baby Kafka yang terlelap.


"Tidak apa, yang terpenting Mommy bahagia saja" balas Elga tersenyum.


Bi sari dan temannya mendekat ke arah mereka.


"Tuan , jika kalian ingin berenang silahkan. Biar Tuan Muda kecil bersama kami" ucap Bi sari.


Elga mengangguk dan mengajak istrinya kembali berenang. Seperti ABG mereka berlarian saling mengejar saat di pinggir pantai.


Elga memeluk Ayu dan membawanya ke arah Pantai. Mereka berenang dengan sesekali bermain air.


"Terimakasih, Mas. Aku bahagia sekali kau sangat penuh perhatian , baik pokoknya kamu itu paling the best" ucap Ayu dengan memeluk Elga.


Elga mencium bibir mungil Ayu. Mereka berciuman dengan latar pantai yang sangat indah.


Setelah puas mereka kembali berenang sampai puas. Ayu tertawa lepas saat Elga menggendong dan berlari ke arah pantai.


"Udah ya, takut masuk angin" ucap Elga.


"Iya, Mas. Kita mandi dulu terus nanti makan , kayaknya Pak Jaka udah selesai bakar ikan" balas Ayu yang menunjukan Pak Jaka sedang menata makanan.


Lalu Ayu dan Elga berjalan ke arah kamar mandi. Mereka akan mandi bersama biar hemat waktu begitulah ucap Elga.


Bi sari menimang Baby Kafka yang sudah terbangun. Mereka menggeleng kepalanya saat melihat Tuan dan Nyonya yang baru keluar dari kamar mandi yang sudah 1 jam lebih mereka mandi.


"Hehe maaf ya, Bi" ucap Ayu yang tertawa kecil lalu mengambil Baby Kafka yang sudah merentangkan tangannya.


"Iya, Nyonya. Saya siapkan dulu makanannya. Para pengawal dan kami sudah makan tadi Nyonya" ucap Bi sari.


"Tidak apa. Siapkan saja , Bi. Nanti tolong jaga Baby Kafka dulu ya" pinta Ayu ramah.

__ADS_1


"Siap Nyonya" jawab Bi sari.


Ayu langsung memberi Asi untuk Baby Kafka. Sedangkan Elga duduk dengan menjahili Putra nya yang sedang enak-enak menyusu.


"Mass biarin dulu ihh, dia lagi anteng menyusu" omel Ayu dengan kesal.


"Hehe dia sangat menggemaskan sayang" balas Elga dengan mencubit pipi Kafka gemas.


Oekk.. Oekk..


"Massss" ucap Ayu dengan kesal.


"Iya iya sayang , ini udah enggak kok" balas Elga lalu duduk dengan memeluk tubuh Ayu.


Setelah puas menyusu Baby Kafka langsung di ambil alih oleh Bi sari. Lalu Ayu dan Elga makan dengan lesehan di atas tikar.


"Ahhhh sungguh sangat nikmat" gumam Ayu bahagia.


Elga tersenyum ia berniat weekend depan akan mengadakan pesta bbq'an di halaman belakang dengan para Art dan yang lainnya.


Setelah selesai mereka langsung bergegas untuk pulang. Ayu langsung menyenderkan kepala nya pada pundak Elga yang sedang memangku Baby Kafka.


✴✴✴


Sedangkan Ikmal dan Putri mereka sedang bersiap untuk ke rumah sakit yang ada di Kota A. Mereka akan langsung terbang kesana agar penyakit Putri tidak bertambah parah.


"Kuat ya sayang" ucap Ikmal dengan lirih.


"Aku akan kuat, aku ingin menebus segalanya pada Ayu" balas Putri tersenyum.


Lalu mereka mulai memejamkan mata nya untuk menghilangkan bosan selama 4 jam perjalan lewat darat.


Putri memeluk tubuh tegap Ikmal. Ia merasa sudah sangat putus asa saat ia di vonis gagal ginjal. Tetapi Ikmal menyemangati nya dengan dalih Ayu pasti akan memaafkan dirinya.

__ADS_1


Putri seakan mempunyai kekuatan kembali saat memikirkan nasib Jelita dan ia ingin menebus segalanya pada sahabatnya tersebut.


✴✴✴


-Mansion Ardmaja.


Malam hari nya , Lana berkunjung ke mansion Elga karena ia ada perlu pada Tuan nya.


Elga langsung membawa Lana ke ruangan kerja nya setelah berpamitan pada Ayu.


"Ada apa, Lan?" tanya Elga penasaran


"Ikmal sudah menikah dengan wanita itu dan sekarang mereka akan terbang ke Kota A untuk berobat Putri. Tetapi Putri hanya menginginkan jalan darat tidak ingin naik pesawat" lapor Lana dengan serius.


"Kenapa dia jadi bisa menikahinya, ya walaupun Putri sudah bertaubat tetapi Ikmal lelaki yang sangat jarang jatuh cinta" ucap Elga bingung.


"Mungkin dia sudah mencintainya. Buktinya dia juga bisa membawa Putri ke jalan yang benar" balas Lana terkekeh.


"Oh iya ini ada beberapa berkas yang harus kau tandatangani dan periksa kembali" ucap Lana dengan menyodorkan beberapa berkas.


"Hahh tadinya ingin tidur tapi harus lembur" gerutu Elga sebal.


Lana hanya terkekeh saja dan berjalan pulang. Bukannya tidak ingin menemani sang Bos tetapi Bos di rumahnya sudah menunggu Lana.


Lana berjalan dengan wajah bahagia. Ia akan segera melihat buah cinta nya dengan Vani.


"Kenapa senyum-senyum" tegur Vani saat Lana membuka pintu kamarnya.


"Aku hanya bahagia karena Tuan Elga sudah lebih hangat dan kehidupannya bahagia semenjak bersama Ayu" jawab Lana terkekeh.


Vani hanya menganggukan kepala saja. Ia juva merasa bahagia saat sang Bos sangat hangat pada mereka terkecuali di perusahaan ia akan menjadi kulkas dua pintu.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2