
Pagi Hari.
Ayu bangun lebih awal karena ia ingin menyiapka. segala sesuatu nya untuk ke Perusahaan sang Ayah.
Pagi ini Nadin dan Pranss sudah pergi pagi sekali untuk ke apartemen masing-masing. Sedangkan Tama ia masih berdiam di sana karena akan ke perusahaan bersama dengan Ayu.
-Tama Saputra
Dia adalah anak laki-laki yang pernah di selamatkan oleh Tuan Antoni karena membantu sang istrinya yang akan di bunuh oleh salah satu pesaing bisnisnya.
Saat Rahma sedang mengandung Ayu dia sempat terancam bahaya. Tetapi Tama hadir dan menolong Rahma.
Dan saat itu juga Tuan Antoni langsung mengajaknya pulang serta menyekolahkannya sampai ia menjadi pembisnis sukses. Tama bertemu dengan Gibran saat sekolah Menengah Pertama. Karena Tama tak ingin terus menyusahkan Tuan Antoni jadi ia bersekolah di Negara Ibu Tuan Antoni.
Dia tumbuh menjadi lelaki yang sangat tampan , bahkan ia bisa berbuat kejam jika menyangkut Ayu. Jika saja ia tidak di halangi Oleh Nenek saat melihat Ayu terpuruk ia sudah akan membunuh sahabatnya yaitu Gibran.
**
Perusahaan PraGroup.
Ayu , Tama serta Tuan Antoni baru saja tiba di perusahaan tersebut. Ayu mengenakan setelan kerja Dress tanpa lengan dengan di balut jas kerja.
Tama selalu berada di belakang Ayu dengan tanpa ekspresinya. Ia rela meninggalkan perusahaannya dan membiarkan orang kepercayaan untuk mengurusnya. Dia akan selalu menjaga Ayu hingga nanti akan ada seseorang yang mampu membuatnya bahagia.
Tio sudah menanti mereka di loby perusahaan dengan sekertaris Tuan Antoni yaitu Miska.
"Selamat datang , Tuan dan Nona Muda" Sapa Tio dan Miska berbarengan.
"Hmmm" Dehem Antoni dan Ayu dengan menganggukan kepalanya.
"Hah sama dinginnya dengan Tuan Besar" Batin Miska
Lalu mereka masuk ke dalam lift khusus untuk petinggi perusahaan. Mereka akan ke lantai diamana semua petinggi , pemegang saham bahkan rekan bisnis Tuan Antoni sudah menunggu.
Ting.
__ADS_1
Pintu lift terbuka dan mereka langsung keluar dan berjalan ke ruangan Aula.
Aura Ayu yang dominan seperti sang Ayah yang membuat para tamu penting itu sangat tertegun. Bahkan banyak dari mereka yang terpesona saat melihat wajah cantik dengan polesan makeup sederhana Ayu.
"Ingin aku congkel mata mereka yang memandang wanitaku penuh dengan minat" Batin El dengan kesal.
Tuan Antoni langsung duduk di kursi kebesarannya dengan wajah dingin. Bahkan Gibran dan Nicolas pun turut hadir disana karena mereka adalah relasi bisnis.
Terlihat Ayu menatap satu persatu oara tamu dan mata nya tak sengaja menatap El yang sedang menatapnya.
El memberikan senyum tipisnya yang samar bahkan Ayu langsung memalingkan wajahnya.
"Selamat pagi semuanya, mungkin kalian sudah tahu untuk apa saya mengumpulkan kalian disini. Saya beritahu sekali lagi bahwa Putri saya Ayu Anjani Pramudya akan menggantikan saya sebagai CEO di perusahaan ini. Kalian paati ragu bukan? Jangan meragukan ke ahlian Putri saya jika kalian belum mengetahui nya" Terang Tuan Antoni dingin dan tegas.
"Semua nya akan di handel langsung oleh dia dan akan di bantu oleh Tama sekertarisnya. Sedangkan Tio dia akan sama pensiun seperti saya. Hanya itu saja yang ingin saya sampaikan" Ucapnya kembali dan berdiri dari duduknya.
Para tamu tidak ada yang berani menyela atau bahkan membantah sekalipun ucapan Tuan Antoni tersebut.
"Kau semakin cantik dan sangat mempesona saat seperti ini. Kenapa aku dulu dengan bodohnya menyianyiakan kamu, Ayu" Batin Gibran sendu.
"Selamat pagi semuanya" Sapa Ayu
"Selamat pagi" Jawab mereka serempak.
Lalu Ayu memimpin rapat tersebut dengan sangat lancar dan baik bahkan para tamu di buat kagum dengan kinerja Ayu yang baru satu kali mereka bertemu.
Sedangkan di luara ruang rapat. Semua karyawan sedang berbisik bahkan begitu menganga ketika mereka melihat sosok Ayu Anjani Pramudya sosok wanita cantik yang begitu mempesona.
"CEO baru kita sangat anggun dan cantik"
"Boleh tidak bidadari itu untukku"
"Yaampun cantik sekali"
Begitulah pujian yang terlontar dari para karyawan PraGroup. Mereka memang di didik dengan sangat keras , suapaya mereka bisa menghargai sesama dan jangan sombong.
__ADS_1
*
Aula rapat.
"Sekian dari saya. Kita tutup rapat kali ini" Ucap Ayu dengan tegas.
Lalu semua tamu undangan rapat pun langsung mengundurkan diri satu persatu. Mereka bersalaman terlebih dahulu kepada Ayu.
Tiba giliran Gibran dengan sangat profesonal Ayu tetap menyalami nya dengan wajah tanpa exspresi apapun.
"Selamat, kau sangat mengagumkan Nona Muda" Ucap Nicolass terkekeh. Ayu hanya membalasnya dengan senyum tipis.
Hampir semua orang sudah pergi hanya tinggal El dan Lana yang masih disana. El menatap Ayu dengan penuh kagum.
"Bisakah kita berteman, Nona Muda" Ucap El dengan menyodorkan tangannya.
Lana dan Tama di buat terkejut karena biasanya seorang Tuan muda Elgaza sangat anti dengan bersalaman apalagi ini dengan wanita.
"Tentu saja, Tuan muda. Bahkan kita akan menjadi rekan bisnis" Balas Ayu terkekeh.
Lalu El dan Lana pamit terlebih dahulu karena ada pertemuan dengan klien lainnya.
Ayu menghela nafas lega saat semua orang bisa menerimanya dengan baik bahkan mereka mengagumi cara kerja nya.
Tama mengelus pundak Ayu lembut ia memberi semangat pada Adiknya.
"Semangat, aku yakin kau pasti bisa seperti Ayah bahkan kau akan melebihinya. Dan semangat karena permainan kita akan di mulai" Ucap Tama dengan menyirangi.
"Ah kau benar, Kak. Kita akan bermain dimana mereka tidak akan menyangka bahwa kita akan membalasnya" Balas Ayu tersenyum miring.
Lalu mereka keluar dari Aula yang di sambut dengan beberapa Boddyguard. Sebenarnya Ayu sempat risih tetapi sang Ayah dan Bunda yang membujuknya dengan ini dan itu.
.
.
__ADS_1
.