
Mereka mengobrol sampai lupa waktu , bahkan Elga , Lana dan Ikmal masih saja mengobrol dengan kesana kemari.
Kafka pulang bersama dengan Delisa, ia mengajak Delisa ke mansion agar memasak bersama sang Mommy.
"Mom, Dadd" panggil Kafka
"Mom di dapur dan Daddy di ruang tamu" jawab Qilla dan langsung menggandeng tangan Delisa ke arah dapur.
"Ehh mau di bawa kemana?" ucap Kafka dengan kesal.
"Mau ke dapur lah, emang mau kemana lagi" jawab Qilla santai.
Delisa hanya terkekeh dan mencium gemas pucuk kepala Muridnya.
"Momm nih calon mantu" celetuk Qilla
Ayu tersenyum saat melihat Delisa yang berada dengan Putri bungsu nya.
"Mom apa mau masak?" tanya Delisa
"Iyaa, Nak. Apakah kamu mau membantu?" tawar Ayu dengan lembut.
"Lets go" ucap Qilla semangat.
"Ehh kamu sana saja bersama dengan Daddy mu" usir Vani dengan cepat
Qilla pergi dengan mendengus kesal bahkan sampai ia menghentakan kaki nya.
"Bisa kebakaran jika bocah kecil itu ikut masak" gerutu Vani
Ayu dan Delisa terkekeh dan melanjutkan kembali mencuci semua bahan untuk masak.
"Sayang, bisa masakan Capcay dan goreng ayam tepung?" tanya Kafka pada Delisa.
"Bisa , nanti aku masakin ya , sekalian sambal nya tidak?" tanya balik Delisa.
"Iya , aku tunggu bersama Daddy" jawab Kafka lembut.
Ayu dan Vani hanya mendengarkan saja tanpa menyahut. Mereka masih tidak percaya bahwa Kafka bisa selembut itu pada wanita.
__ADS_1
"Del, bisa Mommy tau bagaimana ceritanya kamu bisa hubungan dengan Putra Mommy?" tanya Ayu penasaran.
"Saat aku mulai masuk SMA yang sama dengan Sela dan Retika , aku bisa di sebut anak paling kucel , culun dan miskin. Tetapi aku PD saja dan hingga anak Kepala sekolah tak menyukai ku karena aku kucel katanya , dia membuli bahkan hingga baju ku koyak. Tetapi Sela dan Retika menolongku. Dan hingga saat aku kenal dengan Raka dan Kafka karena mereka masih sepupu kata Sela. Dan di saat itu juga Kafka menolongku saat aku pulang kerja Part time , aku hampir di lecehkan oleh para preman suruhan anak Kepala sekolah itu, Kafka menolongku dan dia juga bahkan menolong sampai aku keluar dari keterpurukan ku, Mom , Tante" jawab Delisa lembut.
Ayu memeluk Delisa dengan erat, ia merasa kasihan dengan wanita muda itu. Bahkan Vani pun ikut memeluk gadis kuat tersebut.
"Aku tidak apa-apa Mom, aku kuat kan" ucap Delisa tersenyum.
"Ya kau harus kuat" balas Vani lalu mencium kening Delisa.
Ayu meregangkan pelukannya dan mencium seluruh wajah Delisa dengan sayang.
"Besok Mom akan menyuruh Kafka menikahimu, Nak. Biar Mom ada teman berbuat di exspetasi di dapur" ucap Ayu tegas.
"Emmm Mom , aku aku
"Mom tidak memandang kasta begitupun dengan Daddy" potong Ayu dengan cepat.
Delisa tersenyum dan memeluk tubuh wanita yang akan menjadi Mertuanya.
"Ehhh kok aku gak di ajak pelukan" rengek Qilla dengan merentangkan tangannya.
Qilla merajuk dengan mengkrucutkan bibir nya. Lalu ia pergi kembali ke arah ruang tamu.
Delisa dan Ayu tertawa kecil, mereka melanjutkan kembali memasaknya. Dengan cekatan Delisa memasak pesanan dari Kafka.
Vani membuat minuman dan menata makanan yang sudah matang. Ayu dan Delisa membantu menata makanan.
"Nak, panggil Daddy dan yang lainnya" titah Ayu lembut.
"Baik , Mom" balas Delisa
Delisa berjalan ke arah ruang tamu dan menghampiri Kafka dan yang lainnya.
"Ka , Dadd ayo makan malam" ucap Delisa lembut.
"Siapa nih?" tanya Ikmal
"Dia calon istri Kafka" jawab Elga
__ADS_1
"Wahh kau mau mendahului, Om" decak Ikmal terkekeh.
"Ayo" ajak Elga.
Mereka lalu beranjak dari duduknya menuju ke ruang makan.
Lalu mereka duduk di kursi masing-masing. Kafka duduk di samping Delisa.
Dengan peka , Delisa mengambil makanan untuk Kafka. Orangtua Kafka hanya membiarkan saja.
"Queen , Paman ambilin makanan dong" ucap Ikmal memelas.
"No , aku juga mau nyuruh Mommy" balas Qilla dengan santai.
Lana dan yang lainnya hanya menahan senyum saja. Sedangkan Ikmal merenggut dengan kesal.
Mereka lalu makan malam dengan tenang. Hanya ada dentingan sendok saja.
Sedangkan Sela , ia sedang berkencan dengan Raka. Bahkan Raka membawa Sela ke rumah nya dan mengenalkan pada Bunda dan Ayah nya.
"Bukankah kamu Putri nya, Lana?" tanya Nicolas
"Hehe iya , Om" balas Sela sopan.
Amanda tersenyum dan mengajak mereka makan malam. Sela mengira mereka akan berkencan di Restoran tetapi ia salah , Raka malah mengajak ke rumah nya.
Setelah selesai makan malam , Amanda mengajak mereka bersantai di ruang tamu.
"Kamu nginep aja disini, Nak" ajak Amanda lembut.
"Hehe aku bisa di jemput paksa oleh Ayah, Bunda" jawab Sela terkekeh.
"Heh Raka , kau segera nikahin lah dia , biar Bunda ada teman" gerutu Amanda pada Putranya.
"Hehe nanti kalau Kafka sudah nikah, aku akan segera menikahi Sela" balas Raka
Sela hanya tersenyum saja. Mereka akan menikah jika Kafka sudah menikah.
.
__ADS_1
.