
'Masih tentang Ikmal ya. Di season 2 ini akan membahas tentang Keluarga Ikmal dan Elga saja. Selebihnya hanya akan menjadi bumbu saja'
*****
Hari ini tepat hari pernikahan Ikmal dan Keila , meski tidak mewah tetapi membuat Ikmal dan Keila bahagia. Ikmal mengetahui bahwa Keila wanita yang berbeda dengan wanita lainnya. Bahkan Ikmal pernah menawarkan untuk Pesta yang meriah tetapi ia menolaknya.
Sejak kemarin Kafka dan Delisa sudah tiba di kediaman Ikmal. Sedangkan Elga hanya mengirimkan hadiah saja, ia tidak bisa ikut serta hadir ke pernikahan Ikmal karena perusahaan Ardmaja tidak bisa di tinggalkan.
Saat ini Ikmal dan rombongan sudah melaju ke arah pesantren. Terlihat jelas di wajah Ikmal bahwa ia sedang gugup.
Delisa terlihat sudah kembali sehat bahkan trauma nya pun sudah mulai membaik kembali.
"Ka , Om Ikmal itu seumuran Daddy?" tanya Delisa.
"Iyaa , kalau gak salah sekitar 40 lebih lah , aku tak tau pasti" jawab Kafka terkekeh.
"Ihhh kau ini" kesal Delisa memukul lengan Kafka.
Kafka hanya tertawa dengan fokus melajukan mobilnya.
Tak berselang lama mereka sampai di halaman pesantren yang sudah di pasang tenda dan dekorasi lainnya.
Semua para santri dan Ustadz serta pengajar lainnya menyambut kedatangan mempelai Lelakinya.
Ikmal dan Orangtua nya bahkan Ibu angkatnya pun yang ada di Negara K datang karena paksaan Ikmal.
"Tenang , rileks" ucap Bu Susi.
"Iya, Nak. Jemputlah kebahagian mu sayang, Nak Putri pasti akan merasa bahagia saat melihat kamu bahagia, Nak" ucap Ibu nya.
"Iyaa Bu, terimakasih , kalian Orangtua yang hebat" balas Ikmal tulus.
Lalu mereka langsung masuk kedalam mesjid yang ada disana. Delisa ikut Bersama Bu Susi dan wanita lainnya untuk duduk di sebalah kanan.
__ADS_1
Sedangkan Kafka dan Lelaki lainnya duduk di sebelah kiri yang memang di halang oleh kain.
Acara di mulai dengan sangat Khidmat, semua merasa sangat terharu bahkan merasa bahagia. Acara Ijab Qobul pun di mulai , Pak Ustadz sendiri yang di tunjuk oleh Keila sebagai wali nikah nya.
Ikmal menjabat Pak Ustadz , dan dalam satu tarikan nafas ia bisa menyelesaikan Ijab Qobul tersebut. Semua orang bahagia dan mengucapkan SAH.
Keila sendiri menitikan air mata nya, inilah kehidupan yang akan di jalani nya , meski ia menikahi Lelaki yang jauh di atas nya tetapi ia tidak merasa menyesal ataupun malu, ia akan berusaha menjadi istri yang shaleh.
Keila di gandeng untuk duduk di sebelah Ikmal , lalu Ikmal melafalkan doa dengan memegang ubun-ubun Keila.
Keila mencium tangan Ikmal dengan persaan gugup , dan Ikmal membalas dengan mengecup kening Keila lembut.
Setelah selesai mereka langsung keluar dan menuju halaman yang memang sudah di sediakan pelaminan.
Ikmal dan Keila naik dan duduk di pelaminan tersebut. Satu persatu para Dewan Pesantren dan seluruh Santri mengucapkan selamat.
Sedangkan Kafka sedang menemani Delisa terlebih dulu untuk makan karena sejak pagi dia belum sarapan.
"Hmm Iya , kadang Mommy juga memasak makanan khas disini" balas Kafka.
"Ohh iya Mommy kan lama tinggal disini, ya?" tanya Delisa.
"Iya , Mommy lama disini soalnya dulu kan suami Mommy asli orang sini" jawab Kafka santai. Kafka dan Qilla tau semua tentang Mommy dan Daddy nya, Ayu dan Elga tidak menyembunyikan apapun dari kedua Anaknya.
"Sudah yuk, kita kasih selamat dulu sama pengantinnya" ucap Delisa lalu berdiri dari duduknya.
"Ayo" balas Kafka.
Delisa membenarkan letak hijab nya , karena memang belum terbiasa jadi ia merasa agak risih.
"Kamu cantik tau pakai hijab begitu" puji Kafka mengelus kepala Delisa.
Delisa hanya tersipu malu dan wajah nya pun sudah memerah.
__ADS_1
Mereka langsung naik ke pelaminan dan menyalami kedua mempelai nya.
"Selamat Om , kapan-kapan bawa Tante nya ke Mansion pasti Mommy senang" ucap Kafka memeluk Ikmal.
"Nanti , sekalian membawanya ke makam Tante Putri" balas Ikmal merangkul pinggang Keila lembut.
Keila hanya tersenyum lembut, ia tak masalah dengan perkataan suaminya tersebut.
"Tante cantik sekali" puji Delisa dengan memeluk kilas Keila.
"Terimakasih, Nak. Kamu juga cantik apalagi memakai Hijab begini" puji balik Keila.
"Ingsaallah , apakah saya boleh belajar lebih dalam tentang agama sama Tante disini?" tanya Delisa penuh harap.
"Boleh , nanti Tante kenalkan dengan Pak Ustadz dan Bu Ustadz agar lebih nyaman belajarnya. Kamu masih lama kan disini?" tanya balik Keila.
"Kami disini mungkin 1 bulan, Tan. Soalnya Delisa harus istirahat total tetapi jika memang dia betah disini saya mengijinkan tinggal disini tapi bersama kalian" jawab Kafka tersenyum.
"Apakah kalian keberatan?" tanya Kafka
"Tidak , Om malah senang karena nanti Tante mu akan temannya di rumah" jawab Ikmal tersenyum.
"Terimakasih , aku mau tinggal disini saja. Masalah kerja kan aku bisa melamar di perusahaan Om Ikmal" ucap Delisa menatap Kafka.
"Baiklah nanti akan aku urus semua nya" balas Kafka.
Lalu mereka turun dan memutuskan untuk pulang lebih dulu karena mereka akan istirahat sebelum mereka jalan-jalan keliling Kota.
.
.
.
__ADS_1