Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
Shaqilla


__ADS_3

Tepat saat mereka ke parkiran motor, mereka berdua bertemu dengan Disti dan teman-temannya yang baru saja keluar dari minimarket.


"Hai Disti" sapa Qilla dengan santai.


Disti menatap tajam ke arah Qilla dan Nana, lalu ia menghampiri Qilla dan Nana.


"Abis cari mangsa ya kalian, maklum orang miskin kan gak bakalan punya uang" ledek Disti dengan sinis.


"Iya dong, kita lagi nyari om-om yang banyak uang nya, agar kita juga bisa keluar dari minimarket yang kecil seperti kalian" ucap Qilla dengan polos.


"Fpptt, bukan Mall ya Qill?" tanya Nana dengan tawa kecil nya.


"Kaliannnnn" kesal Disti dengan penuh emosi.


"Apa? Bener kan? Itu hanya minimarket kecil bukan Mall besar" ucap Nana dengan menunjuk ke arah tangan Disti.


"Kalian diam saja, kalian pasti tidak akan mampu seperti kami karena kalian orang miski*" bentak teman Disti.


Nana dan Qilla langsung pura-pura terkejut dengan menutup mulut nya.


"Ya ampun kaget" ucap Qilla dengan terkekeh.


Lalu ia langsung saja naik ke atas motor nya dan pergi dari sana sebelum Disti dan kawan-kawan nya mengamuk.


"Ck, gue akan balas besok di kampus" gerutu Disti dengan kesal.


"Kenapa gak di balas sih?" tanya teman Disti


"Ck, besok saja di kampus. Sekarang kita kan akan party" jawab Disti santai.

__ADS_1


"Ahh iyaaa" pekik teman-teman Disti senang.


***


Sedangkan di Mansion Ardmaja, Adel , Kafka dan Baby Jen sudah siap-siap untuk pulang ke Negara nya.


Mom Ayu dan sang Oma pun menghela nafas sedih saat harus berpisah dengan Baby Jen yang menggemaskan.


"Kalian bisa kesana kapan saja, Mom, Oma" ucap Adel dengan lembut.


"Iya Mom, jangan sedih gitu" timpal Kafka dengan terkekeh.


Mom Ayu hanya mencebik dan memberikan Baby Jen pada Adel.


"Dah Baby gemas nya Oma" ucap Mom Ayu dengan sedih.


Daddy Elga langsung saja menghampiri dan memeluk istri nya dengan sayang.


"Hmmm, iya Mas" balas Ayu lirih.


Hingga akhir nya Adel , Kafka dan Baby Jen pun berangkat ke Bandara dengan di antarkan sopir keluarga Elga.


"Ayo mending kita buat adik Qilla saja" goda Elga dengan tersenyum mesum.


Antoni langsung saja menjitak kepala menantu nya tersebut dengan kesal.


"Kau tidak sopan sekali, disini masih ada kami" kesal Antoni


Istri nya dan Mom Ayu hanya terkekeh saja melihat kelakuan mereka.

__ADS_1


"Ck, Daddy juga sana masuk ke kamar kalau mau" olok Elga dengan santai.


Antoni mencebik dan mengajak Istri nya untuk masuk ke kamar.


Begitupun dengan Elga, ia menggendong Ayu untuk masuk ke kamar nya.


"Mass , ya ampun" pekik Ayu dengan kaget.


Elga hanya terkekeh dan mengecup setiap inci wajah sang Istri.


"Ishhh udah Mas, kayak pengantin baru saja" gerutu Ayu dengan mendelik.


"Kita memang pengantin baru setiap saat, Mom" ucap Elga dengan menggoda Ayu.


Ayu langsung saja mencubit gemas pinggang Suami nya, lalu mereka tertawa dengan renyah.


Sesampai nya di kamar, Elga langsung saja merebahkan tubuh Istri nya di atas ranjang dengan sangat hati-hati.


"Ayo tidur sudah malam" ajak Elga lembut.


"Iyaa Mas" balas Ayu.


Lalu Ayu langsung saja masuk ke dalam pelukan sang suami, ia merebahkan kepala nya di dada bidang Elga.


Lalu mereka memejamkan mata untuk melampui mimpi indah nya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2