
2 Bulan kemudian.
Saat ini Ayu dan Elga sedang terbang ke Negara K untuk menghadiri acara pernikahan Utari dan Pranss.
Perut Ayu sudah terlihat membuncit karena usia kandungannya sudah jalan 4 bulan.
Beberapa jam di perjalanan akhirnya mereka sampai di Negara K.
Mereka di jemput langsung oleh Tama. Dengan pelan Ayu melangkah mendekat ke arah Tama dan pengawalnya. Elga merangkul pinggang Ayu dengan posesif.
"Ayo langsung masuk saja , kamu sangat kelelahan" ucap Elga posesif saat Tama ingin memeluk Ayu.
Tama mendelik kesal dan masuk ke dalam mobil. Dia duduk di balik kemudi dan melajukan mobil dengan kecepatan sedang.
Ayu menyenderkan kepala di pundak suaminya dengan tenang.
"Kak , apa kandungan Nadin baik-baik saja?" tanya Ayu
"Baik, Yu. Tapi permintaanya membuat aku pusing" ucap Tama terkekeh.
"Haha begitulah ibu hamil. Yang sabar saja" kekeh Ayu lalu memeluk pinggang Elga.
Elga mencium pucuk kepala Ayu lembut. Ia mengusap perut yang sudah membuncit.
"Aku bahagia melihatmu begini, Yu. Semoga kebahagian selalu bersamamu" batin Tama tersenyum saat melihat bagaimana Elga merlakukan Ayu dengan lembut.
Mereka sampai di mansion yang sudah di hias sedemikian rupa. Utari menginginkan pesta di mansion saja, ia tahu bahwa dirinya hanya anak angkat saja jadi dia tidak ingin neko-neko.
Ayu di tuntun oleh Elga dengan hati-hati, bahkan para pelayan melihatnya tersenyum, bagaimana cara Elga memanjakan Ayu.
"Ayah , Bunda" panggil Ayu saat sampai di ruang keluarga.
"Nak, duduk sini" ajak Bunda tersenyum.
Ayu mendudukan bokongnya di samping sang Bunda dan Elga duduk dekat Tama dan Ayah mertua nya.
Utari menghampiri Ayu langsung memeluk dan menciumnya , Elga memandang adegan itu dengan raut wajah tak suka.
Tama dan Ayah terkekeh melihat wajah masam Tuan muda tersebut.
__ADS_1
"Tari" tekan Elga saat Utari tak melepaskan Ayu dari pelukan dan ciumannya.
Utari langsung mendelik malas karena sudah tau bahwa sang singa sedang cemburu. Lalu ia duduk di samping Kakak iparnya Nadin.
Seorang pelayan menyajikan makanan dan minuman sebagai camilan. Ayu berbinar melihat rujak yang di pesan Nadin.
"Kak Nadin aku minta rujaknya" rengek Ayu dengan wajah memelas.
"Ishh kau ini" cebik Nadin lalu membagi dua porsi rujak tersebut.
Mereka melepas rindu dengan mengobrol santai sampai sore menjelang malam.
Elga membawa Ayu untuk istirahat karena ia merasa lelah. Ayu tidur di kamar tamu yang di bawah karena ia selalu merasa lelah jika naik tangga.
Ayu merebahkan tubuhnya setelah mengganti pakaian. Elga pun langsung menyusul Ayu dan berbaring memeluk tubuh Ayu.
✴✴✴
Lana dan Vani yang bertanggung jawab dengan perusahaan Ardmaja. Lana sangat terbantu dengan adanya Vani , dia sangat cekatan profesonal.
"Huhh melelahkan" keluh Vani saat selesai mengerjakan berkas yang terakhir.
"Tidurlah dulu , aku akan menyelesaikan ini dulu" ucap Lana menepuk pahanya. Tanpa malu Vani langsung merebahkan kepalanya di pangkuan Lana dan sedetik kemudian terdengar dengkuran halus.
"Huhh gara-gara lalat pengganggu perusahaan jadi goyang , lihat saja besok kau habis di tanganku" gumam Lana mendesis.
Keuangan perusahaan Ardmaja sedang mengalami goyang karena adanya yang korupsi, karena ke tanggapan dan kecerdasaan Vani ia bisa melihat bahwa ada yang janggal di berkas keuangan tersebut.
Di tambah Lana dengan cekatan dan kepintarannya pun langsung mengetahui siapa yang sudah mengambil uang perusahaan.
Ternyata ada dalang di baliknya dan dia tahu bahwa itu adalah Paman tiri Tuan muda nya yang ingin menguasai Ardmaja.
Tentu saja Lana langsung tanggap dan membekukan rekening orang yang mengambil uang tersebut sebelum dia mengirimkan pada Paman tiri Elga.
Lana meregangkan ototnya dan melihat betapa kelelahannya Vani. Ia mengusap lembut pipi Vani dan membiarkannya tertidur.
"Uhhh aku lelah sekali , mana sudah malam" gumam Lana.
Ia menggendong Vani ke kamar pribadi di ruangannya dan merebahkan tubuh mungil itu di sana. Lana menelpon anak buahnya agar ia membawakan baju ganti untuknya dan Vani besok pagi.
__ADS_1
Lana merebahkan tubuh di samping Vani dan tanpa sadar ia memeluknya dengan erat karena cuaca sangat dingin.
***
Pagi Hari.
Vani terbangun dan tersentak kaget karena ia tidur di ruangan rahasia Lana. Lalu ia melihat Lana yang sudah berpakaian rapi.
"Mandilah , itu adalah pakaian gantimu. Maaf semalam aku sungguh lelah jadi kita menginap disini" ucap Lana tanpa exspresi tetapi terdengar lembut.
"Terimakasih, Tuan" balas Vani. Lalu ia bergegas ke kamar mandi.
Lana memesan makanan untuk sarapan pagi mereka. Dia langsung mengerjakan kembali berkas yang tertunda semalam.
"Uhhh kalau Tuan muda tau habis sudah kau, Paman" gumam Lana saat melihat uang yang sangat banyak sudah masuk ke rekening orang bagian ke uangan.
Hari ini Lana akan rapat dadakan dan meminta laporan setiap kepala divisi.
Vani keluar dengan wajah segarnya bersamaan dengan itu seorang OB mengantarkan makanan pesanan Lana.
"Ayo sarapan dulu sebelum rapat" ajak Lana pada Vani.
Mereka makan dengan tenang dan lahapnya. Vani sesekali menatap wajah Lana yang tenang dan damai saat makan.
✴✴
Di mansion Paman tiri Elga, ia sedang mengamuk karena orang suruhannya tidak mentransfer uang yang ia ambil di perusahaan Ardmaja.
"Sial pasti dia ketahuan, ini pasti gara-gara Asitennya itu" geram Paman Elga.
"Aku akan mengambil semuanya, lihat saja Elga Paman akan mengambil hak Paman" gumam Paman Elga dengan tersenyum miring.
Lalu ia menelpon anak buahnya agar mengikuti setiap gerak-gerik Elga. Dia akan mengawasinya dulu sebelum bertindak.
.
.
.
__ADS_1