Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
61


__ADS_3

Negara K.


Sudah 1 minggu lebih Ayu dan Elga di Negara tersebut , hari ini ia memutuskan untuk pulang ke Negara T , karena Lana dan Vani sudah mengoceh membutuhkan Elga.


Mereka terbang kurang lebih 4 jam. Di Bandara sudah ada Lana yang menjemputnya.


"Selamat sore, Tuan , Nyonya" sapa Lana sopan.


"Hmmm" balas Elga karena Ayu tertidur di gendongan Elga.


Elga langsung masuk setelah Lana membukakan pintu untuknya. Dia merebahkan kepala Ayu di dada bidangnya.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Elga terus saja mengusap lembut rambut Ayu.


"Tuan , Paman anda selalu mengawasi anda dan Nyonya. Tapi sudah saya bereskan" lapor Lana.


"Ck , mau apa lagi dia. Harta sudah aku berikan" ucap Elga geram.


"Sepertinya dia ingin menguasai ArdmajaGroup, Tuan" balas Lana


"Hmmm jangan biarkan dia menyentuh perusahaan dan istriku. Itu hasil jerih payah Ayahku bukan dari Kakek" ucap Elga menahan emosi. Dia sudah beberapa kali membiarkan kelakuan Pamannya , tetapi tidak dengan sekarang karena dia sudah berani mengusik milik keluarganya sendiri bukan warisan dari sang Kakek.


"Baik, Tuan" balas Lana tegas. Lalu ia fokus kembali ke jalanan dan tetap melajukan mobil menuju mansion Ardmaja.


Ayu menggeliat dan mengerjapkan mata nya. Ia membuka mata perlahan dan menatap sekeliling , manik mata nya menatap Elga yang sedang tersenyum padanya.


"Mas , kita dimana?" tanya Ayu bingung.


"Tuh udah sampai di mansion sayang" jawab Elga saat sudah sampai di mansion. Ayu melihat lagi ke sekelilingnya dan benar saja mereka sudah sampai.


Ayu hanya tersenyum dan keluar dari mobil dengan perlahan. Elga menggelengkan kepala melihat kelakuan Ayu yang kadang seperti anak kecil.


Para Art menyambutnya dengan bahagia , mereka sudah rindu pada majikannya yang sangat baik dan ramah.


"Selamat datang kembali, Nyonya ,Tuan" ucap mereka serempak.


Ayu dan Elga mengangguk saja dan langsung berjalan menuju lift.


Sedangkan Lana , setelah mengantar Tuan dan nyonya ke mansion, ia melajukan kembali mobilnya menuju ke Kost nya Vani.

__ADS_1


Lana memang sudah semakin dekat dengan Vani. Lana sendiri orangnya yang humoris tetapi beda jika dengan urusan pekerjaan dan Tuannya, ia akan berubah menjadi Dingin dan datar.


Tin Tin.


Lana membunyikan klakson dan keluarlah sosok Vani dengan dress yang biasa saja bahkan mungkin sangat jauh dengan dress biasa yang Ayu pakai. Tetapi Lana ia tidak memandang dari kasta karena ia sendiri bukan apa-apa.


Vani langsung masuk dan duduk dengan santai di samping Lana.


"Maaf lama" ucap Lana lembut.


Vani menengok dan tersenyum.


"Tidak apa, aku mengerti" balas Vani tersenyum.


Lana melajukan mobilnya ke arah Pantai , mereka akan menikmati sunset di Pantai dan akan menikmati malam minggunya disana.


***


Mansion Ardmaja.


Ayu lebih dulu bangun dan menatap jam yang sudah menunjukan angka 05 sore. Ayu bergegas bangkit dan mencuci wajah nya di kamar mandi.


Ayu berjalan dan langsung turun menggunakan lift. Ia melangkahkan kaki nya ke dapur, disana Bi Sari dan Bi Sumi sudah siap dengan bahan-bahan.


"Bi , aku saja yang akan masak untuk makan malam" ucap Ayu mengagetkan mereka.


"Uhhh Nyonya saya kaget" ungkap Bi Sari mengelus dada nya.


Ayu hanya terkekeh dan melanjutkan langkah kaki nya mendekati kompor dan yang lainnya.


"Nyonya nanti Tuan marah" ucap Bi Sumi takut.


"Tidak akan, Bi. Kalian akan membantu saya di sini" balas Ayu ramah.


Kedua Art tersebut tidak bisa melarang atau membantah keinginan Nyonya nya. Mereka membantu Ayu memasak hingga menghidangkan makanan di meja makan.


Setelah selesai Ayu langsung melangkah untuk ke kamarnya. Ia ingin mandi dan membangunkan suaminya.


Ceklek.

__ADS_1


Ayu melihat Elga yang sudah bangun bahkan sudah mandi. Dia menghampiri Elga dengan tersenyum cerah , ia tahu bahwa Elga sedang merajuk.


"Mas , sudah mandi ternyata tadinya aku akan ngajak mandi bareng" ucap Ayu dengan mendesah kecewa.


Elga tetap cuek tak meresponnya , bahkan ia sudah bangkit dan duduk di sofa.


Ayu terkekeh melihat suaminya yang merajuk , lalu ia mengikuti Elga dan duduk di pangkuan suaminya.


Ayu menyandarkan kepala di dada bidang Elga dan menggambar abstrak di dada tersebut dengan jari lentiknya.


"Huhh jangan merajuk seperti ini dong, Mas. Aku tadi hanya ke bawah saja kok" ucap Ayu lembut.


Elga membuang nafas kasar dan memeluk Ayu.


"Jangan di ulangi lagi ya , kau tahu kan kandunganmu itu membuat kamu cepat lelah. Aku hanya tidak ingin menjadi lalai saat kau membutuhkan aku, sayang" ucap Elga lirih.


Ayu menangkup kedua pipi Elga dan mengecup sekilas bibirnya.


"Tidak akan terjadi apa-apa mas, percayalah. Tadi aku hanya memasak saja itupun di bantu oleh Bibi" jujur Ayu lembut. Elga langsung melotot karena mendengar Ayu memasak.


Ayu hanya terkekeh dan mencium seluruh wajah Elga.


"Jangan marahi Bibi , aku yang memaksanya. Lihatlah aku juga gak papa dan gak kelelahan, mas" ucap Ayu kembali.


"Kenapa kamu bandel sekali sih sayang , jangan ulangi lagi atau aku hukum para Art itu" gemas Elga.


"Hmmm , baiklah" pasrah Ayu. Lalu ia berniat bangkit karena ingin ke kamar mandi.


"Mau kemana sayang, kau harus bertanggung jawab karena telah menggoda ku" ucap Elga memeluk kembali Ayu dan mulai mencium bibir ranum tersebut.


Ayu membalasnya dan setelah di rasa cukup ia pun melepaskannya kembali.


"Nanti malam saja ya , tanggung mau makan malam dulu udah lapar" balas Ayu tersenyum yang membuat Elga mengangguk pasrah.


Lalu Ayu melangkah ke kamar mandi , sedangkan Elga ia menyiapkan pakaian untuk Ayu.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2