Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
S2


__ADS_3

Di halaman belakang , semua sudah berkumpul dan memulai langsung acara Bbq'an. Ayu dan Orangtua lainnya hanya menunggu saja di dalam mansion, mereka tidak ingin mengganggu anak-anak nya.


"Qilla kamu jangan ikut bakar-bakar , kamu duduk saja sini sama kita. Kita akan membuat saos dan sambal" ucap Sela dengan gemas.


"Aku kan ingin membakar seafood nya sendiri" balas Qilla dengan kesal.


"No , nanti kamu bakal itemm , ayo sini" ancam Sela dengan wajah garangnya.


Qilla menyimpan kembali seafood nya dan berjalan menghampiri Sela dengan menghentakan kaki nya.


"Sini sama , Kakak" ucap Retika tersenyum.


"Aku ingin ke dapur saja. Aku ingin bermain dengan Kak Milsi" balas Qilla dengan kesal.


Retika mengangguk dan tersenyum. Memang begitu , Sela dan Qilla jarang sekali akur nya.


Sedangkan para Lelaki mereka masih sibuk memanggang seafood dan yang lainnya.


Setelah menunggu beberapa saat , akhirnya mereka selesai dan memanggil para Orangtua. Setelah berkumpul mereka makan siang di halaman belakang.


Mereka makan dengan penuh kebahagian , canda dan tawa menggema di sana.


Kafka hanya tersenyum , ia merasa bersyukur bahwa masih ada keluarga nya yang mampu mengalihkan kesedihan yang ia alami.

__ADS_1


Kafka akui ia masih saja mengingat semuanya tentang Delisa, bukan waktu sedikit yang mereka lewatkan. Tetapi ia berpura-pura tegar agar Orangtua nya tidak khawatir.


Setelah selesai makan siang , mereka lalu pergi ke kamar nya masing-masing untuk istirahat.


Sedangkan di belahan Dunia lainnya. Keluarga Gibran dan Kania sedang di landa kecemasan, pasalnya Putri pertama mereka , Jelita masuk kembali ke rumah sakit akibat penyakitnya yang tak kunjung juga sembuh.


Gibran dan Kania sudah mengupayakan kesembuhan Jelita tetapi mereka sampai saat ini masih saja tidak ada hasilnya.


Farhan , adik tiri Jelita sudah menunduk lesu karena ia merasa sangat takut jika sang Kakak akan kembali lemah lagi.


Beberapa tahun ini hidup mereka cukup baik dengan segala melarang aktifitas Jelita yang membuatnya lemah.


Bahkan Ikmal pun sudah berada disana sejak kemarin , karena ia juga kebetulan sedang berkunjung ke Jelita.


"Maafkan aku, Put. Aku tidak bisa menemukan cara lagi agar Jelita bisa sembuh" ucap Gibran dengan penuh sesal.


"Iya Ayah, kita harus tegar demi Kakak" timpal Farhan.


Mereka sama-sama terlarut dalam kesedihan dengan apa yang di alami oleh Jelita. Bahkan sudah sering sekali penyakit Jelita menyerangnya.


"Gib, aku mohon , lo harus kuat demi Jelita. Kita tidak boleh sedih ataupun lemah agar Jelita juga bisa mendapatkan semangatnya kembali" ucap Ikmal dengan tegas.


"Benar apa kata Ikmal, Mas. Kita hadapi semuanya bersama" ucap Kania mengelus lengan Gibran lembut.

__ADS_1


Gibran mengangguk dan mengusap air mata nya. Ia juga tidak boleh begini terus ia yakin suatu keajaiban akan datang pada keluarga mereka.


****


Hari ke hari berganti bulan ke tahun. Semua nya nampak berjalan dengan lancar. Bahkan Kafka pun sudah mulai melupakan Delisa meski di hatinya masih tertera nama Delisa dengan indah.


Kafka dan Adelia akan berkunjung ke Negara I , dimana Ikmal , Keila dan Putra nya berada. Kafka juga sekalian akan mengunjungi makam Delisa.


Keila sudah melahirkan seorang Anak Laki-Laki yang sangat tampan. Kehidupannya semakin lengkap saat Keila di beri kepercayaan kembali mengandung buah cinta mereka.


Saat usia Putra nya sudah menginjak 5 tahun, Keila di kepercayaan kembali untuk mengandung anak kedua nya.


Kafka juga sering mengunjungi mereka karena ia juga selalu ada pekerjaan disana. Kafka bahkan sering berkunjung ke makam Delisa.


Hubungan Kafka semakin dekat dengan Adelia bahkan mereka akan berencana menikah. Kafka mulai merasa nyaman bersama Adelia setelah melewati beberapa tahun mereka bersama.


Kehidupan mereka semua seperti rollercoster yang kadang Bahagia , Sedih dan Duka. Tetapi mereka akan menerimanya dengan lapang dada.


**TAMAT.


Untuk season 2 sampai disini saja ya, karena banyaknya yang komen harus ganti judul jadi Author akan pindah ke judul lainnya.


Tunggu kisah Kafka dan Adelia di Novel lainnya ya Readers.

__ADS_1


Salam hangat.


Terimakasih**.


__ADS_2