Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
Shaqilla


__ADS_3

Sudah 4 hari Qilla berlibur di kediaman sang Kakak, dan hari ini ia akan kembali pulang karena sudah di teror terus oleh sang Mommy.


"Hati-hati ya, jangan membuat Mommy selalu naik darah" ucap Kafka terkekeh.


"Mana ada aku begitu" balas Qilla dengan sinis.


Lalu Qilla dan Nana pergi masuk ke dalam jet pribadi milik Kafka.


"Padahal aku masih rindu dengan Baby Jen dan Sofi" gerutu Qilla sambil mendudukan bokong nya di kursi.


"Besok kalau ada waktu kau bisa kesana lagi, sekarang kan kau juga harus fokus dengan perusahaan" ucap Nana lembut.


"Hmmm kau benar, kita harus bisa membuat Oppa dan Daddy bangga" balas Qilla dengan penuh tekad.


Nana menganggukan kepala, lalu ia memilih melihat pemandangan di luar jendela pesawat.


"Kau tidak akan muntah lagi kan, Na?" tanya Qilla dengan penuh senyuman.


"Ck, enggak lah" jawab Nana sedikit kesal.


"Hehe kau ini jangan pura-pura merajuk begitu ahh" goda Qilla.


Sedangkan Nana, hanya diam sambil mendelik ke arah Qilla saja.


Qilla hanya membalas nya dengan cengengesan dan rangkulan di pundak Nana.


***


Di Bandara, Mom Ayu dan Daddy Elga sudah menunggu kedatangan sang Putri.

__ADS_1


Bahkan Mom Ayu selalu saja menggerutu karena belum sampai juga sang Putri.


"Tuan Elga" sapa seorang Pria muda tampan.


Elga berbalik dan menerima uluran dari pria tersebut.


"Sedang apa anda disini, Tuan?" tanya Pria tersebut.


"Saya sedang menunggu Putri saya yang baru saja pulang dari kediaman Kakak nya" jawab Elga dengan ramah.


"Anda sendiri sedang apa, Tuan Zayn?" tanya Elga


"Saya sedang menunggu Abang saya" jawab Zayn sopan.


Terlihat Mom Ayu datang bersama Nana dan Qilla, bahkan Qilla sudah menempel pada Mom Ayu.


"Ahh itu mereka" ucap Elga menunjuk Mom Ayu.


"Halo Tuan Zayn, saya Ayu dan ini Shaqilla Putri kami" ucap Ayu lembut.


"Dan ini Nana, sahabat putri kami" lanjut Ayu.


Qilla menatap Zayn dengan meneliksik begitupun dengan Zayn.


"Ah iya Halo Nyonya, Nona" balas Zayn sopan.


Qilla dan Nana menganggukan kepala saja dengan tersenyum.


"Ahh kau disini ternyata, Dek" ucap seorang Pria pada Zayn.

__ADS_1


"Maaf Bang, kebetulan aku bertemu dengan Tuan Elga dan keluarga nya" balas Zayn dengan tak enak.


"Tidak apa" ucap Pria tersebut dengan terus menatap Nana dengan intens.


"Ohh iya Tuan, Nyonya, dia adalah Abang saya Dio" ucap Zayn


"Dan Bang, dia adalah Tuan Elga, Istri nya dan itu Putri nya" ucap Zayn menunjukan Elga , Ayu dan Qilla.


"Dan itu Nana, sahabat Putri Tuan Elga" ucap Zayn kembali.


"Hai semua nya" sapa Dio dengan sopan.


Mereka hanya menganggukan kepala, tatapan Dio terus saja menuju ke arah Nana hingga membuat sang empu menundukan kepala.


"Tuan Zayn, saya dan keluarga pamit terlebih dulu ya" pamit Elga


"Silahkan Tuan" balas Zayn sopan.


Lalu Elga dan yang lainnya pergi dari sana, Zayn hanya menatap sekilas dan menyadarkan sang Abang yang masih saja terpaku pada Nana.


"Bukannya dia wanita pelayan di Restoran itu, tetapi dia adalah Putri Tuan Elga" batin Zayn bingung.


"Ahh sudahlah" batin Zayn kembali.


Lalu Zayn mengajak sang Abang untuk pulang, karena Mommy nya sudah menunggu kedatangan nya.


Selama di perjalanan, Dio terus saja mencerca Zayn dengan pertanyaan yang Zayn tidak tahu jawabannya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2