
Disinilah mereka saat ini, setelah selesai segala urusan , jenazah Putri langsung di makamkan di pemakaman umum. Ikmal masih saja menangis memeluk nisan Putri. Orangtua Putri sama terpukulnya dengan Ikmal.
Bahkan Jelita pun menangis histeris di pelukan sang Ayah saat melihat tubuh Ibu kandungnya di masukan ke liang lahat.
"Ikmal , jika kamu terus begini Putri akan semakin sedih dan dia akan kecewa padamu. Bangkitlah dan tunjukan padanya bahwa kamu juga bisa bahagia dengan semua kenangan Putri" ucap Lana dengan tegas.
Ikmal mengusap air mata nya dan mencoba mengikhlaskan semuanya.
"Ayah" panggil Jelita dengan mata bengkak nya.
"Ayah jangan nangis, nanti Ibu ikut nangis" ucap Jelita dengan memeluk Ikmal.
"Ayah tidak menangis, Nak. Ayah hanya merasa sedih saja" balas Ikmal lembut.
Ayu dan Elga lebih dulu pulang karena Baby Kafka menangis ingin menyusu.
Keluarga Wibawa pun turut hadir di pemakaman Putri tersebut. Mereka juga nampak sangat kaget bahwa Putri telah meninggal.
Setelah selesai , Ikmal dan Orangtua Putri pergi ke kediaman Ikmal yang ada disana. Mereka akan beristirahat sebelum menggelar pengajian untuk mendoakan Putri.
Ikmal masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan tubuh lelahnya. Ia meraih poto yang berisi dirinya dan Putri yang sedang liburan.
__ADS_1
"Maafkan aku, karena aku belum bisa membahagiakanmu. Aku berdoa semoga kamu bahagia disana. Aku disini akan mengikhlaskan semuanya, sayang" ucap Ikmal.
"Kau tau, aku baru saja mencintai wanita yang benar-benar aku cintai. Tetapi takdir berkata lain , kebahagian singkat kita kini telah menjadi kenangan yang akan aku ingat selalu" ucapnya kembali.
Lalu Ikmal memeluk poto tersebut dan terlelap. Ia merasa tubuhnya lelah bahkan hati nya sangat lelah dengan semua ini.
✴✴✴
Hari berganti bulan dan tahun. Semuanya baik-baik saja bahkan semua nampak bahagia.
Saat ini Kafka sudah berumur 5 tahun bahkan sudah sangat aktif dengan segala kecerdasan dan keinginan tahu nya.
Kadang Ayu di buat kewalahan dengan ke aktif pan Putranya tersebut.
Begitupun dengan kehidupan Gibran dan Kania , mereka kini hidup bahagia dengan adanya Jelita dan Weni yang baru berumur 3 tahun.
Hidup Gibran lebih baik lagi setelah kelahiran Putri pertamanya dengan Kania. Usaha Caffe nya juga sudah membuka cabang dimana-mana.
Dia merasa sangat beruntung bertemu bahkan bisa menikah dengan Kania yang sangat lembut dan penyayang.
Jelita kadang bersama Ikmal kadang juga bersama Gibran. Gibran dan Ikmal tidak mempermasalahkan mau dimana pun dia akan tinggal.
__ADS_1
Saat ini Ikmal dan Orangtua Putri telah pindah ke Negara I. Mereka akan memulai usaha dimana tempat kelahiran Putri.
Ikmal masih saja menduda karena ia tidak bisa melupakan sosok Putri yang notabennya cinta pertamanya.
Sudah banyak wanita yang ingin menjadi istrinya tetapi dia seolah enggan untuk memilih.
Semua hidup bahagia dengan keluarganya masing-masing. Tanpa ada rasa takut ataupun canggung , mereka semua menjadi satu yaitu TEMAN.
**TAMAT.
✴✴
Untuk season 2 akan Author tulis di Novel ini. Author ucapkan terimakasih atas semua apresiasinya.
1 minggu lagi Author akan launcing kan season 2 nya.
Jangan lupa untuk Vote , Like dan Coment ya readers semuanya.
Maaf masih banyak Typo atau alur ceritanya yang monoton, Author ucapkan Maaf karena Author juga baru pemula dan belum terbiasa.
.
__ADS_1
.
Tunggu season 2 nyaa Readers.😊**