
"Bagaimana dengan yang lainnya? Apa mereka tahu kalau kau berbuat curang?" tanya Reno pada anak buah nya.
"Semua nya aman Tuan, mereka tidak akan menyadari nya karena mereka sedang sibuk dengan urusan pernikahan Putri-Nya" jawab anak buah Reno.
"Bagus, dan ini bonus untuk mu tetapi harus tetap waspada" ucap Reno memberikan amplop cokelat pada anak buah nya.
"Siap Tuan" balas anak buah nya dengan tersenyum senang.
Lalu mereka langsung saja pergi dengan kendaraan masing-masing.
Reno tersenyum puas saat rencana nya di rasa sudah berhasil dan aman.
"Aku sudah sangat lama ingin menghancurkan perusahaan kau Zayn, dan kau akan rugi besar saat semua rencana ku berhasil" gumam Reno dengan melajukan mobil nya ke arah Club.
"Lihat saja Zayn, kau tidak akan bahagia setelah menggagalkan semua rencana ku untuk memenangkan tander proyek tersebut. Dan kau malah menikahi Cucu kesayangan Tuan Antoni, itu yang membuat aku benci padamu yang selalu unggul dari ku" gumam nya dengan penuh kebencian.
Reno memarkirkan kendaraannya tepat di depan Club ternama disana. Sudah dari dulu hidup nya bebas kesana kemari.
"Ayo kita bersenang-senang" ucap nya dengan terkekeh.
Lalu Reno melangkah masuk ke dalam, ia melihat-lihat suasana disana.
"Kakak" panggil seorang wanita dari kerumunan.
"Sedang apa kau disini, Tiara?" tanya Reno saat melihat yang memanggil nya adalah Adik nya.
__ADS_1
"Bersenang-senang, ayo ikut denganku aku akan kenalkan dengan teman-teman ku" ajak Tiara dengan membawa Kakak nya pada hadapan teman-temannya.
"Hai kenalkan dia adalah Kakak-Ku" ucap Tiara.
Mereka lalu berkenalan dan mata Reno menatap terus ke arah Disti.
"Dis, lo temenin Kakak gue dulu ya" ucap Tiara seakan tahu kalau sang Kakak ingin bersama Disti.
"Oke" balas Disti.
Tiara dan yang lainnya langsung saja berjoget kembali dan meninggalkan Disti bersama Reno.
"Kau cantik sekali" bisik Reno dengan nada sensual nya.
Reno hanya terkekeh dan terus saja mengobrol bersama dengan Disti.
***
Sedangkan di kediaman Ardmaja sudah sangat ramai, apalagi setelah kehadiran Kafka dan keluarga kecil nya.
"Uhhh adik kecil-ku akan menikah ya" goda Kafka dengan mengacak-ngacak rambut Qilla.
"Ishhh Kakak" kesal Qilla.
Kafka hanya tertawa kecil dan memeluk tubuh Qilla dengan sayang. Kafka bahkan mengecup pucuk kepala Adik nya dengan lembut.
__ADS_1
Qilla pun langsung saja membalas pelukan hangat sang Kakak, ia juga merasa tidak percaya bahwa dirinya sudah akan menikah dan memiliki keluarga kecil.
"Setelah kau menikah nanti, biarkan Mommy, Daddy dan Oppa bersama Kakak dan Kakak ipar mu" ucap Kafka dengan lembut.
"Aku tidak akan melarang mereka Kak, mau disini bersama ku juga tidak apa. Karena aku tidak akan selalu disini bersama mereka, aku harus mengikuti kemanapun suami ku pergi" balas Qilla dengan bijak.
"Kau ternyata sudah semakin dewasa" bangga Kafka dengan tersenyum.
Qilla hanya tertawa kecil dan memeluk Kakak nya kembali.
Semua orang yang ada disana merasa terharu dengan kedekatan Kakak berAdik tersebut.
"Ayo makan malam" ajak Mom Ayu.
"Lets Go" ucap Qilla dengan riang.
Mereka sontak kaget dan sedetik kemudian langsung tertawa renyah melihat kelakuan calon pengantin.
Keluarga besar tersebut makan malam dengan sangat rame, terdengar gelak tawa disana dan bahkan mereka makan dengan sesekali berbincang.
.
.
.
__ADS_1