
Hari yang di tunggu-tunggu pun akhir nya tiba juga, hari ini adalah hari kebahagian bagi Qilla dan yang lainnya.
Sejak pagi tadi, semua keluarga besar sudah bersiap bahkan mereka sudah ke halaman depan untuk menyambut calon mempelai Pria nya.
Kafka dan Dad Elga sudah berdiri gagah dengan setelan jas yang melekat di tubuh nya.
Bahkan Baby Jen pun sudah cantik dengan gaun yang di kenakan-nya.
Sedangkan di dalam Rumah, para wanita masih bersiap dengan MUA nya masing-masing.
Terlihat Mom Ayu dan Nana yang masih saja kesana-kemari mengecek semua nya.
"Mom, ayo bersiap dulu keburu datang keluarga Zayn-nya" tegur Adel dengan lembut.
"Ah iya sayang, Mom ke kamar dulu ya" balas Mom Ayu terkekeh.
"Biarkan aku dan Milsi yang akan mengecek semua nya" ucap Adel tersenyum.
"Terimakasih ya, Nak" balas Mom Ayu mengecup kepala Adel dengan lembut.
Lalu Adel menganggukan kepala dan menghampiri Nana yang sedang memeriksa makanan.
"Na" panggil Adel dengan lembut.
Nana langsung membalikan badannya dan melihat Adel yang sudah berdiri dengan berkacak pinggang.
"Iya ini mau siap-siap kok, terus mau ke kamar Qilla" ucap Nana dengan tertawa kecil.
__ADS_1
"Pergilah cepat" tegas Adel dengan wajah garang nya.
Nana menganggukan kepala dan langsung saja bersiap bersama dengan MUA pilihan calon mertua nya.
Adel langsung saja pergi dan melihat semua nya bersama Milsi.
***
Sedangkan di dalam kamar Qilla, dia saat ini masih di rias oleh MUA terkenal pilihan Zayn sendiri.
Bahkan Qilla masih memakai baju handuk nya, ia duduk dengan sangat gugup bahkan sesekali Qilla menghela nafas kasar.
"Nona, apa anda gugup?" tanya MUA tersebut.
"Iyaa Mbak, aku sangat gugup sekali" jawab Qilla dengan terkekeh.
MUA tersebut hanya tersenyum dan berhenti sejenak dari aktivitas nya.
Qilla lalu mengikuti saran nya dan ia berangsur rilexs.
"Nona beruntung sekali bisa bersama dengan Tuan Zayn" ucap MUA dengan melanjutkan sesi riasannya.
"Ya aku sangat beruntung, Mbak. Dia adalah orang yang sangat baik, perhatian ahh pokoknya dia adalah plus plus" balas Qilla dengan bangga.
MUA tersebut langsung terkekeh dan terus saja mengajak Qilla berbincang agar mengurangi ke gugupan nya.
Setelah selesai dengan acara makeup nya, Qilla langsung saja memakai pakaian yang sudah ada disana.
__ADS_1
Gaun tersebut adalah pilihan dari Zayn, karena bentuk nya yang tidak terlalu terbuka dan sangat elegant di pakai oleh Qilla.
"Kau sangat cantik, Nona" ucap MUA tersebut dengan berbinar.
"Padahal aku hanya memberikan sentuhan makeup sedikit saja" ucap nya lagi dengan tersenyum.
"Mbak bisa saja, aku jadi malu" balas Qilla dengan terkekeh.
MUA tersebut hanya tersenyum dan membereskan semua nya. Ia sudah selesai dengan tugas nya dan akan langsung pulang.
Ceklek.
Pintu terbuka dan munculah Nana dengan balutan dress selutut di hiasi aksen mutiara di dada nya, rambut nya yang indah di gelung dengan meninggalkan beberapa anak rambut di depan.
"Ya ampun Qil, kamu kenapa semakin cantik saja" ucap Nana dengan wajah kagum.
"Ck, biasa saja Na, aku jadi malu nih" balas Qilla dengan tersenyum gugup.
"Apa kau gugup, Qill?" tanya Nana dengan lembut.
Huhh.
"Huummm, rasanya jantungku terus saja berpacu" jawab Qilla menghela nafas.
Nana dengan lembut membantu Qilla duduk di kursi dan memegang lembut tangan-nya.
.
__ADS_1
.
.