Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
49


__ADS_3

Mansion Ardmaja.


Makan malam kali ini sedikit ramai karena Utari , Ayah Antoni dan Bunda Rahma sudah sampai tadi sore di Negara T.


Utari sangat senang saat bertemu dengan Ayu bahkan ia memeluk Ayu dengan sayang.


Saat ini mereka sedang makan malam bersama , Lana juga ikut disana karena ia menempati Rumah yang ada di pinggir mansion Ardmaja.


Setelah selesai makan malam mereka berkumpul di halaman belakang agar mendapat suasa yang sejuk.


"Kak kandunganmu baru 2 bulan ya?" tanya Utari


"Iya, Dek. Kenapa gitu?" tanya Ayu balik.


"Hehe tidak apa" cengengesan Utari lalu mengusap perut Ayu lembut.


"Dia akan menikah 2 bulan lagi, sayang" celetuk Ayah Antoni yang sedap menyesap kopi nya.


Utari memutar mata malas karena sang Ayah akan selalu menggagalkan rencana nya.


Ayu mendelik tajam kepada Utari. Sedangkan Utari hanya cengengesan dengan memasang wajah polosnya.


"Sudah berani bohong yaaaa" ketus Ayu.


"Haha maaf Kak, Kakak datang ya" ucap Utari dengan memohon.


Ayu menatap Elga dengan bingung.


"Nanti kita Konsul dulu sama Dokter Mutia ya, Sayang. Kalau sudah 4 bulan mungkin bisa dan juga kamu nya sudah lebih kuat" ucap Elga sambil mengelus kepala Ayu.


"Baiklah mas" balas Ayu tersenyum.


Utari tersenyum dan memeluk Ayu , Bunda Rahma hanya menggelengkan kepala saja melihat tingkahnya.


Lalu mereka bercerita dan bercanda sampai malam. Elga membawa Ayu masuk karena udara sudah mulai dingin.


Sedangkan yang lainnya masuk ke kamar masing-masing.


✴✴


Ayu memeluk Elga dan menelusupkan kepalanya di leher Elga. Entah kenapa cuaca sangat dingin. Elga memeluk balik Ayu dengan sayang.


"Kenapa?" tanya Elga saat Ayu tak kunjung tertidur.


Ayu hanya menatap Elga dengan wajah penasaran dan ragu.


"Tidak apa tanyakan saja" ucap Elga seolah mengerti dengan apa yang akan Ayu lakukan.


"Mas , kenapa selama aku hamil , kamu tak menyentuhku sama sekali?" tanya Ayu dengan malu.


Elga terkekeh melihat wajah Ayu yang memerah karena malu.


"Begini sayang , aku bukannya tidak mau tetapi aku tidak ingin menyakiti anak kita dan membuatmu lelah. Memang Dokter juga tidak melarangnya tetapi dengan melihat kondisimu yang gampang lelah aku tak ingin kalau aku minta jatah kau kelelahan" jelas Elga lembut.

__ADS_1


"Jujur saja aku ingin , tetapi aku akan menahannya sampai kandunganmu kuat dan kamu juga tidak gampang lelah" ucapnya lagi.


Ayu menatap Elga dengan mata berkaca-kaca, ia sangat bahagia karena memiliki suami sepertinya.


"Terimakasih mas, kau memang suami terbaik" ucap Ayu lalu memeluk Elga.


Elga tersenyum lalu mencium pucuk kepala Ayu.


"Tidurlah" titah Elga sambil mengelus punggung Ayu.


Ayu mengangguk dan mulai memejamkan matanya. Lama kelamaan ia mulai menyelami dunia mimpi nya.


Elga ikut terlelap juga karena ia merasa lelah seharian ini.


✴✴✴


Berbeda dengan keluarga Greopatri mereka sedang menyusun siasaat agar bisa menjatuhkan Elga.


Mika dan Bima ia merencanakan akan menculik Ayu agar Elga memberikan perusahaan pada mereka.


Mereka tidak tahu bahwa gerak gerik mereka di pantau terus oleh anak buah Elga.


"Ayah kita akan menjebak dulu Elga dan kita permalukan dia di depan publik , lalu kita lenyapkan istrinya yang sombong itu" ucap Mika dengan tersenyum senang.


"Iya sayang , biar mereka tau bahwa kita tidak lemah" balas Bima dengan bahagia.


Lalu Mika pergi untuk ke club malam karena dia akan mencari mangsa dan mendapatkan uang di sana.


Sedangkan Bima dia kembali ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya di ranjang size nya.


✴✴


Ayu bangun dan melihat Elga sudah tidak ada di sampingnya , ia bangun dan berjalan ke arah kamar mandi tetapi terdengar suara gemircik air yang sedang mandi.


"Ternyata sedang mandi" gumam Ayu. Lalu ia melangkah ke kamar ganti dan menyiapkan pakaian Elga.


Ayu membereskan kamarnya sambil menunggu Elga keluar dari kamar mandi.


Setelah selesai Ayu duduk di sofa dengan wajah lelah.


"Huh lelah , padahal hanya membereskan kamar saja" gumam Ayu.


Ceklek.


Elga keluar kamar mandi dan melihat sang istri sudah duduk dengan wajah lelah.


"Sayang , kamu dari mana kok kelelahan gitu?" tanya Elga khawatir.


Ayu menatap Elga yang sedang khawatir .


"Aku tidak dari mana-mana mas, aku habis membereskan tempat tidur saja , tapi lelah kayak habis lari" ucap Ayu terkekeh.


Elga mengusap perut Ayu.

__ADS_1


"Sayang jangan buat Mommy kelelahan ya, kasihan Mommy lihat sampai ngos-ngosan" ucap Elga sambil mencium perut Ayu dengan sayang.


Ayu hanya tersenyum dan mengusap rambut Elga yang basah.


"Mau mandi?" tanya Elga


"Iya mas" jawab Ayu lembut.


Elga berdiri dan berjalan ke kamar mandi menyiapkan air hangat untuk Ayu. Setelah itu ia memanggil Ayu.


"Terimakasih, mas" ucap Ayu sebelum Elga keluar.


"Mandilah , aku tunggu di luar" balas Elga tersenyum


✴✴✴


Di Negara lain , tepatnya di mansion Ikmal. Putri sedang termenung di atas tempat tidur.


"Aku harus bertahan sebentar lagi , setelah itu aku akan pergi dan mencari Gibran" gumam Putri.


Brak


Pintu di buka paksa oleh Ikmal dari luar. Lalu Ikmal masuk dan langsung menyiksa Putri.


"Kenapa kau menolak Pria semalam, hah" bentak Ikmal dengan mencambuk Putri.


"Aku kelelahan Ikmal , aku mohon hentikan Ikmal, sakit" balas Putri kesakitan.


Lalu Ikmal menyeret Putri dan membawanya ke kamar mandi. Putri di guyur dari shower dengan air yang sangat dingin.


"Ingat ini , jika kau menolak lagi aku akan menyiksa mu lebih dari ini" ancam Ikmal dengan murka.


Lalu ia mematikan shower dan membuka seluruh pakaian yang di pake Putri.


"Jangan aku mohon" lirih Putri karena ia sudah sangat lelah.


Tetapi Ikmal seolah tuli dan membawa Putri ke arah ranjang. Dengan kasar Ikmal meminta Putri agar melayani nya.


Putri terpaksa melayani Ikmal dengan badan yang bergetar karena dingin , lelah dan lapar.


Plak.


"Yang benar, ja*ang" bentak Ikmal.


Putri hanya menurut saja dan memuaskan Ikmal sampai Ikmal tertidur memeluknya.


Putri terisak pelan , ia sudah tak sanggup lagi jika harus terus begini.


"Semua ini gara-gara kamu Ayu , aku akan membalas mu , lihat saja aku akan kabur dari sini dan akan mencarimu" batin Putri dengan geram.


Putri ikut terlelap karena merasa sangat lelah , ia merasa bahwa dunia nya sudah hancur. Dia akan bertekad untuk kabur dan mencari Gibran.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2