
Semua tamu undangan sudah hadir dengan membawa pasangan dan keluarga nya.
Bahkan semua teman sekelas Nana dan Qilla pun sudah ada di sana dengan beberapa orang Dosen.
Disti dan teman-teman nya pun sudah hadir bersama dengan keluarga nya.
Tiara pun sudah hadir bersama sang Kakak, Reno.
Dari arah gerbang utama, terlihat iringan mobil mewah memasuki area sana.
Kafka, Rendi dan Opa Antony langsung saja menyambut keluarga Zayn yang sudah datang.
"Selamat datang" ucap Kafka dengan memeluk Zayn dan Dio bergantian.
"Ayo langsung saja kita kesana" ajak Opa Antony.
"Iya Opa" balas Zayn sopan.
Lalu rombongan Zayn di bawa langsung ke depan dan disana Dadd Elga dan Mom Ayu sudah menunggu.
Zayn langsung saja duduk berhadapan dengan Dad Elga dan penghulu yang memang sudah datang sebelum Zayn.
"Bisa kita mulai, Tuan?" tanya Penghulu tersebut.
"Bisa, Pak" jawab Dad Elga dan di jawab angguki oleh Zayn.
Lalu Zayn menjabat tangan Dad Elga dengan sangat khusuk dan tegas.
Hingga lantunan ijab qobul pun di ucapkan oleh Dad Elga dan di balas dengan Zayn sangat lugas, tegas dan hidmat.
__ADS_1
"Bagaimana para saksi?" tanya Penghulu
"SAH" jawab para saksi dan tamu undangan dengan sangat meriah.
"Alhamdulilah" ucap Penghulu dan yang lainnya
Zayn langsung saja bernafas lega, ia bahkan mengusap wajah nya dengan tangan karena sejak tadi sudah sangat gugup.
"Panggilkan mempelai wanita nya" ucap Penghulu pada Mom Ayu.
Mom Ayu langsung saja mengangguk dan pergi dari sana, ia akan menjemput sang Putri.
"Tenanglah" ucap Dio dengan mengusap lembut pundak sang Adik.
"Jangan gugup begitu Nak" timpal Mom Elysa dengan lembut.
Hingga netra mata mereka teralihkan saat Qilla datang bersama dengan Nana dan Adel.
Qilla berjalan dengan sangat elegant dan cantik dengan balutan gaun yang indah dan menjuntai ke belakang.
Zayn dan yang lainnya di buat terpesona dengan semua ke indahan ini, bahkan Zayn sampai menganga karena terpesona nya.
"Tutup mulut mu, Dek" ucap Dio dengan terkekeh.
Ehh.
Zayn langsung saja tersadar dan tersenyum kikuk pada Abang dan yang lainnya.
Qilla langsung saja duduk di samping Zayn, lalu penghulu memberikan berkas untuk di tandatangani oleh Zayn dan Qilla.
__ADS_1
Sedangkan di deretan tamu undangan, terlihat Reno sangat terkejut dan membelakan mata nya.
"Sial, kenapa Zayn selalu saja unggul dari ku dan bagaimana aku tidak tahu bahwa Qilla bukan orang kaya biasa" gumam Reno dengan mengepalkan tangannya kuat
"Awas saja kau Zayn, aku akan merebut kembali Qilla dan semua nya dari-Mu" gumam Reno kembali.
Begitupun dengan Tiara dan Disti, mereka sangat terkejut dengan pernikah ini bahkan Tiara baru tahu bahwa Qilla adalah Putri sang Milliurder dan Zayn sangat tampan.
"Kenapa aku baru sadar bahwa Zayn itu sangat tampan" batin Tiara
"Ternyata benar dugaanku bahwa Zayn akan menikahi Qilla" gumam Disti dengan tatapan tak suka nya.
Mereka menatap Zayn dan Qilla yang sudah duduk di pelaminan indah nya.
Zayn dan Qilla hanya tersenyum kecil saat melihat wajah keterkejutan dari mereka.
"Permainan akan segera di mulai, Baby" bisik Zayn dengan terkekeh.
"Kau benar, Mas. Mereka akan lebih syok lagi dengan apa yang akan kita hadiah kan" balas Qilla tersenyum kecil.
Lalu tamu satu persatu datang memberi selamat pada pengantin tersebut.
Zayn memasang wajah dingin-nya karena memang ia selalu saja begitu.
.
.
.
__ADS_1