
Nana langsung saja membawa Mom Ayu ke dalam kamar yang sudah di sediakan di Panti asuhan.
"Mom, gak apa ya tidur nya disini?" tanya Nana tak enak.
"Tidak apa, Nak. Kau jangan tak enak begitu sama Mommy" jawab Mom Ayu lembut.
"Yasudah, Mommy istirahat dulu ya dan kamu juga langsung istirahat" ucap Mom Ayu mengusap lembut kepala Nana.
"Iyaa Mom" balas Nana
Lalu Nana keluar dari kamar tersebut dan langsung saja menuju ke kamar-Nya sendiri.
***
Sedangkan Qilla, ia baru saja merebahkan tubuh nya yang masih polos bersama sang Suami.
"Maaf ya, kamu pasti lelah sayang" ucap Zayn dengan lembut.
Qilla hanya tersenyum dan menggelengkan kepala saja, lalu ia masuk ke dalam pelukan Suami-Nya.
"Aku tidak apa, Mas. Lelah sedikit saja wajar dong" balas Qilla tersenyum.
"Mau mandi lagi apa istirahat dulu sebentar?" tanya Zayn mengusap lembut pipi Qilla.
__ADS_1
"Kita berbincang sekalian istirahat saja ya, Mas. Setelah itu kita mandi lalu tidur" jawab Qilla
"Oke, kalau langsung tidur juga tak apa sayang, apa mau di lanjut lagi?" tanya Zayn dengan menaik turunkan alis nya.
"Ish itu mau nya kamu saja, Mas. Udah ah langsung tidur saja aku lelah" jawab Qilla dengan mengkrucutkan bibir nya.
Sedangkan Zayn sudah terkekeh, lalu ia memeluk Qilla dengan hangat dan ikut memejamkan mata nya.
Qilla pun langsung saja menyelusupkan wajah nya di ceruk leher sang Suami agar lebih hangat.
Mereka lalu tidur dengan sangat lelap nya karena memang lelah dengan jalan-jalan dan aktivitas yang barusan sudah terjadi.
**
Sedangkan di Kota L, Disti sedang duduk santai di balkon kamar nya.
"Aku memilih untuk pergi karena tidak ingin membahayakan perusahaan dan kedua orangtua ku, aku sangat yakin bahwa Reno dan Tiara akan selalu mengambing hitamkan orang lain" gumam nya lagi.
"Sudah cukup sekali saja aku kena sial dengan kenal sama Reno, untung saat itu aku tidak melayani nya dan kalau itu sampai terjadi maka aku akan selalu berada di bawah tekanan-Nya" gumam Disti dengan tersenyum kecil.
Lalu Disti masuk ke dalam kamar nya dan merebahkan tubuh nya di ranjang-Nya.
"Aku akan hidup lebih baik lagi, semoga saja Ayah dan Bunda akan selalu hangat seperti ini padaku" ucap Disti sebelum memejamkan mata nya.
__ADS_1
Disti lalu memejamkan mata nya dengan wajah tersenyum senang.
Ya, entah kenapa Ayah dan Bunda nya sekarang sudah berubah tidak terlalu mengabaikan nya, bahkan mereka juga sudah lebih hangat pada nya.
Sedangkan di kamar kedua orangtua Disti, Ayah dan Bunda nya sedang bercengkrama hangat.
"Kamu berhenti saja kerja Bun, kasihan Putri kita jika terus di tinggal. Benar kata Tuan Elga, kita terlalu mengabaikan Disti hingga dia liar dan salah pergaulan" ucap Ayah dengan helaan nafas kasar.
"Ya aku juga berpikir demikian Ayah, aku sudah resign dan mulai besok aku akan tinggal di Rumah, untung kita cepat sadar ya, Mas" balas Bunda dengan memeluk sang Suami.
"Iyaa, kita bersyukur bisa bertemu dengan Tuan Elga dan Nyonya Ayu, mereka mengingatkan kita akan Putri kita satu-satu nya" ucap Ayah.
Lalu mereka berpelukan dengan memejamkan mata dan hati yang sangat lega.
Mereka hampir saja menjerumuskan sang Putri ke Dunia liar begitu dalam.
.
.
*Meskipun sedikit dan jarang Up, jangan kendor ya buat ngasih Vote, Like dan Coment nya. Apalagi hadiah nya.
Terimakasih untuk Do'a nya, Author lagi masa pemulihan ya*.
__ADS_1
.
.