Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
32


__ADS_3

Mansion Pramudya.


Nadin dan Lana sampai lebih dulu dan langsung masuk ke mansion tersebut.


Disana sudah berkumpul , Tuan dan Nyonya Pramudya , Tama dan Pranss.


"Loh kok kamu bisa sama sekertaris Tuan Elgaza, Nadin" Ucap Ayah Antoni heran.


"Hehe iya Ayah, aku dan Ayu bertemu di supermarket dan aku pulang dengan Tuan ini" Jawab Nadin cengengesan.


"Lalu Ayu nya dimana, Nak?" Tanya Bunda Rahma.


"Tuh masih dijalan sama Tuan Elgaza" Jawab Nadin lalu duduk di sebelah Pranss.


"Tuan Lana silahkan duduk" Ucap Tama ramah.


"Terimakasih, Tuan" Balas Lana sopan.


Lalu Nadin dan yang lainnya pergi ke halaman belakang untuk menyiapkan segala seauatu untuk pesta. Sedangkan Tuan dan Nyonya Pramudya menunggu Ayu dan El di ruang keluarga.


"Mas, apa kamu tai sesuatu?" Tebak Bunda Rahma saat melihat suaminya tersenyum.


"Hmmm, Tuan El menyukai Putri kita bahkan dia sampai mencari tahu tentangnya selama ini" Jawab Ayah Antoni tersenyum.


"Tapi Mas, kau tau sendiri kan bahwa Putri kita pernah sakit , apa dia akan menerima nya?" Tanya Bunda Rahma dengan khawatir.


"Dia sudah tahu sayang, bahkan dia pernah menemani Putri kita saat do rawat di Rumah sakit" Jawab Ayah Antoni menenangkan.


"Bagaimana Mas bisa tau?" Tanya kembali


"Kata mata-mata Ayah, Bun" Jawab nya


Lalu tak lama kemudian suara mobil berhenti di halaman depan dan mereka pasti Ayu dan El yang datang.


"Bunda, Ayah" Panggil Ayu saat masuk ke dalam mansion.


"Kalian dari mana dulu?" Tanya Ayah Antoni menelisik


"Tidak dari mana-mana Tuan, saya hanya membawa mobilnya lambat" Jawab El dengan sopan.


"Ayo cepat yang lain sudah menunggu di belakang" Ajak Bunda Rahma.

__ADS_1


"Bi, bawa semua belanjaan di dalam mobil ya" Titah Ayu tersenyum.


"Baik, Nona" Jawab dua orang Art


Lalu Ayu , El dan Orangtua Ayu langsung melangkah ke arah halaman belakang. Disana ia melihat Tama , Pranss , Lana dan Nadin sudah selesai menyiapka segala sesuatu nya.


"Maaf lama" Ucap Ayu tak enak.


"Tidak apa-apa, yang penting Happy" Goda Tama


Ayu langsung menunduk malu dan langsung memalingkan wajahnya. Pranss dan Nadin langsung tertawa saat melihat wajah malu Ayu.


"Cie malu" Goda Bunda Rahma


"Bunda ihhhhhh" Rajuk Ayu dengan wajah kesal.


El hanya terkekeh melihat tingkah Ayu yang merajuk saat di goda Bunda dan sahabatnya.


Lalu mereka tertawa kembali saat Ayu yang merajuk.


"Maaf Tuan, ini belanjaannya sudah saya siapkan" Ucap Art yang datang dengan nampan berisi bahan-bahan.


"Loh kok langsung di beresin, tapi makasih ya Bi" Ucap Nadin tersenyum.


Para lelaki kecuali Tuan Antoni langsung membakar beberapa seafood , sosis dan bakso. Sedangkan para wanita menyiapkan saos dan sambal nya saja.


Mereka menikmati makan malam dengan hasil panggangan para lelaki tampan. Bahkan mereka bercanda dengan tertawa yang sangat bebas.


El dan Lana pamit pulang karena waktu sudah hampir larut , meski ia sudah di tawari menginap tetapi ia menolak dengan halus.


Ayu mengantar El dan Lana sampai keluar. Sedangkan yang lainnya langsung masuk ke kamar masing-masing.


"Hati-hati ya" Ucap Ayu tersenyum


CUP


El mencium kening Ayu dengan lembut.


"Langsung tidur ya" Ucap El dengan tegas.


"Hmmm" Balas Ayu sambil mengangguk.

__ADS_1


Lalu El dan Lana masuk ke dalam mobil dan Lana melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang saja.


Ayu langsung masuk dan berlari ke arah kamarnya yang ada di lantai 2.


Entah kenapa perasaan Ayu sangat senang mendapati perlakuan manis dari El.


"Heh kenapa dengan hati ini" Kekeh Ayu dan memejamkan mata nya.


*


Sedangkan El , selama perjalanan pulang senyuman tak pernah luntur di wajah tampan nya tersebut.


Lana selaku sahabat dan Asistennya pun ikut tersenyum melihat raut bahagia di wajah Elgaza.


"Lan, kau tahu aku sangat bahagia. Aku akan berusaha mendapatkan hati Ayu dan akan membahagiakannya. Kau tau bahwa selama ini belum ada wanita satu pun yang bisa menggetarkan hatiku selain dia" Ucap El dengan tersenyum.


"Ya aku tahu, aku yakin kalian akan berjodoh dan aku harap kau tak akan menyianyiakan Ayu" Balas Lana serius.


"Tidak akan pernah terjadi, Lana" Ucap El dengan tegas.


Lalu mereka kembali hening dengan pikiran masing-masing.


Setelah hampir 1 jam mereka akhirnya sampai di Mansion mewah meski tak semewah mansion Orangtua Ayu.


El tinggal bersama Lana karena kedua Orangtuanya sudah meninggal sejak ia masuk Sekolah Menengah Atas.


Lana terus menemani El sampai El kembali bangun dengan kaki nya sendiri. Ia sangat tahu bagaimana pengorbanan El sampai ia menjadi sekarang. Sudah banyak wanita yang mendekati nya tetapi ia sangat menjaga jarak seperti mempunyai benteng penghalang yang sangat tebal.


Bahkan tak banyak rekan bisnis yang ingin menjodohkannya dengan Putri mereka, twtapi El menolak nya dengan tegas. Berbeda saat ia berkunjung ke Negara I dan makan sate di pinggir jalan. Saat itu El bertemu Ayu dan merasakan getaran di hatinya saat melihat senyum manis di bibir Ayu.


El langsung naik ke lantai 2 menuju kamarnya. Ia sudah sangat lelah tetapi ia merasa sangat bahagia.


Ceklek.


El langsung menuju ke kamar mandi dan berendam di bathup setelah melucuti semua yang ada di tubuhnya.


"Aku janji Ayu, aku akan menjadi kebahagianmu yang sudah mereka rusak" Gumam El dengan senyuman di wajah nya.


El segera menyelesaikan mandi nya karena ia sudah ingin merebahkan tubuh di ranjang size nya.


"Huhhh nyaman sekali" Batin El lalu ia memejamkan mata menuju alam mimpi.

__ADS_1


.


.


__ADS_2