
Setelah puas bermain di kolam, Jelita dan yang lainnya langsung saja pergi membersihkan diri.
Sedangkan Kania dan Oma Fita baru saja selesai memasak untuk makan siang.
Setelah semua nya berkumpul, mereka langsunh saja melakukan makan siang dengan hening.
"Aku pulang dulu, ya" pamit Ardi saat sudah selesai makan.
"Hati-hati" balas Jelita tersenyum.
Lalu Ardi berpamitan pada Orangtua Jelita dan Oma serta Opa nya. Ardi sebenar nya masih betah disana tetapi di Rumah sakit ada pasien mendadak yang membutuhkan dirinya.
***
Setelah kepergian Ardi, Jelita , Oma dan Kania langsung bersiap-siap karena akan pergi ke sebuah butiq.
"Kita harus urus semua dari sekarang, biar cepat selesai" ucap Kania.
"Bunda benar, dan aku menyerahkan pada Bunda dan Oma. Oh iya, Bunda kasih tahu Mama dan Papa ya" ucap Jelita tersenyum.
"Sudah, mereka akan kesini bersama dengan Nenek dan Kakek mu, 2 minggu lagi" balas Kania lembut.
Mereka pergi dengan di antarkan oleh sopir pribadi Jayen. Sedangkan Farhan, Gibran , Zaki dan Tuan Wira sedang membahas pekerjaan.
Farhan merengek ingin ikut dan ingin belajar bisnis dari mereka semua, awal nya Gibran melarang nya tetapi Tuan Wira malah mengizinkan nya.
***
Sesampai nya di Butiq, ke tiga wanita tersebut langsung saja mencari dan melihat-lihat hingga manik mata Jelita melihat gaun putih yang sangat indah.
__ADS_1
"Oma, Bunda" panggil Jelita.
"Kenapa, Nak?" tanya Oma.
Lalu Jelita menunjukan gaun tersebut dan di angguki oleh Oma.
Jelita masuk ke ruang ganti dan langsung mengenakan gaun tersebut.
Setelah selesai ia langsung keluar dan membuat Oma serta Bunda nya takjub.
"Yaampun Nak, kamu cantik sekali" ucap Kania dengan tersenyum haru.
Gaun tersebut sangat pas di tubuh Jelita, apalagi dengan aksen berlian di dada nya menambah kesan elegant nya.
Oma pun berdecak kagum dengan tampilan Jelita. Setelah itu mereka memilih untuk keluarga dan yang lainnya.
"Hotel yang baru di resmikan oleh Ayah mu akan jadi tempat pesta nya, Nak" ucap Kania lembut.
Oma menganggukan kepala dan tersenyum pada Jelita.
"Aku terserah kalian saja, pilihan kalian pasti selalu yang terbaik" balas Jelita tersenyum.
Sedangkan di mansion, para lelaki juga baru saja selesai dengan pekerjaan nya di ruang kerja.
"Tuan mau saya siapkan minuman atau kopi?" tanya Bi surti.
"Kopi saja ya bi" jawab Gibran di angguki yang lainnya.
"Aku jus saja ya, bi" ucap Farhan terkekeh.
__ADS_1
"Baik Tuan, saya buatkan dulu" balas Bi Surti dan berlalu ke dapur.
Tak lama kemudian, para wanita datang dengan membawa makanan di tangannya.
"Wah bawa apa tuh?" tanya Farhan dengan cepat.
Jelita langsung saja memberikannya dan ia duduk menyender pada sang Ayah.
"Lelah ya?" tanya Gibran lembut.
"Huum, aku sangat ingin tidur Ayahh" rengek Jelita
"Bersihkan dulu tubuh mu Kak, bau" ledek Farhan yang sedang memakan martabak.
"Ck, tidak bau ya. Wangi begini di bilang bau" sengit Jelita.
Farhan mengangkat bahu nya acuh dan memilih memakam kembali martabak nya.
Bi surti membawa minuman dan kopi pesanan para cowo. Sedangkan untuk wanita ia membuat minuman segar.
"Terimakasih, Bi" ucap Kania.
Bi surti mengangguk dan pergi dari sana. Mereka membahas konsep pernikahan Jelita sambil menikmati beberapa makanan dan minuman.
.
.
.
__ADS_1