
Zayn tersenyum saat melihat wajah serius Qilla di balik layar ponsel nya.
Ia bahkan sangat ingin sekali memeluk nya dengan erat.
"Kenapa kau manis sekali sih, sayang" ucap Zayn dengan terkekeh.
"Memang aku ini kue apa, kamu kerja juga dong biar cepat pulang" balas Qilla dari seberang sana.
"Aku akan usahakan pulang lebih cepat" ucap Zayn dengan membuka berkas nya.
"Aku akan menunggu mu, kalau begitu aku matikan ya, karena ingin ke kampus dulu" pamit Qilla sambil tersenyum.
"Baiklah, hati-hati ya" balas Zayn lembut.
Lalu Zayn menyimpan ponsel nya saat panggilan sudah selesai, ia kembali bekerja agar semua nya selesai.
2 Hari lagi adalah pertunangan Abang nya dan ia harus pulang sebelum acara tersebut di mulai.
"Huh , aku harus semangat" gumam Zayn dengan tersenyum.
Zayn lalu fokus kembali ke pekerjaannya, ia dan Asistennya harus bekerja extra untuk proyek terbesar ini.
***
Sedangkan di kampus, Nana baru saja memarkirkan mobil milik Qilla tepat di pinggir milik mobil Disti.
Semua mahasiswa menatap mobil tersebut dengan kaget dan menganga, pasal nya mobil tersebut hanya ada dua di Dunia karena LimitedEdition.
__ADS_1
"Ya ampun keren sekali"
"Aku baru tahu, bahwa Qilla adalah orang paling terhormat"
"Pantas saja dia tidak ke kurangan apapun"
Begitulah bisik-bisik yang terus terngiang di telinga Qilla dan Nana, tetapi mereka hanya cuek saja dan berlalu ke kelas nya.
"Hai Qilla" sapa Disti dengan sok ramah.
"Siapa ya?" tanya Qilla dengan mengeryit heran.
"Ohh iya aku tahu, kalian kan yang tidak mau berteman dengan ku yang kampungan, dekil dan miskin ini" jawab Qilla sendiri dengan tersenyum tipis.
Lalu Qilla mengajak Nana pergi dari sana, mereka langsung masuk saja ke kelas nya.
"Sial" gerutu Disti dengan kesal.
Setelah itu mereka langsung saja masuk ke dalam kelas nya, mereka sangat malu karena ada banyak mahasiswa yang melihat mereka di permalukan oleh ucapan Qilla.
"Setelah tahu Qilla dan Nana kaya raya, mereka langsung ramah dan menyapa, tak tau diri sekali ya" gosip mahasiswa lainnya.
"Iyaa, mereka ingin tenar dan kecipratan juga kali ya" timpal yang lainnya.
Teman-temannya hanya bergedik bahu saja, lalu mereka pergi ke kelas nya untuk belajar.
Qilla membalas sapaan dari semua teman-teman sekelas nya, bahkan mereka terkesan sangat canggung dan hormat.
__ADS_1
"Geli gue lihat mereka yang begitu" bisik Nana dengan terkekeh.
"Apalagi gue" balas Qilla dengan lirih
Mereka berdua menahan tawa nya saat seluruh teman sekelas nya terus melirik saja, padahal mereka selalu saja membuat rusuh atau pun kegaduhan di kelas.
Selama pelajaran berlangsung, Qilla terus saja fokus pada pelajaran termasuk Nana dan yang lainnya.
Mereka memang ada kelas hanya 1 mata kuliah saja.
Hingga 2 jam berlalu mereka selesai dengan kelas nya, Qilla membereskan semua perlengkapanannya.
"Semua nya, ayo kita ke kantin dan aku yang akan membayar semua makanan kalian" ucap Qilla dengan tersenyum.
Mereka langsung tertawa dan menganggukan kepala nya dengan girang.
"Ehh ma maaf" ucap mereka saat tahu akan kelakuannya.
"Hei, jangan canggung begitu , aku tidak suka dan sangat muak" tegas Qilla.
Lalu Nana menjelaskan semua nya pada mereka dan mereka pun mengerti.
Semua langsung saja menuju ke kantin, bahkan mereka akan memesan banyak makanan.
Qilla dan Nana hanya tertawa kecil saja melihat kehebohan mereka dan mereka pun duduk melingkar dengan lesehan.
.
__ADS_1
.
.