
Sedangkan di kota lainnya, Disti dan keluarga nya hidup damai dan bahagia.
Bahkan kedua orangtua Disti selalu ada buat Disti, tidak seperti dulu yang hanya sibuk bekerja saja.
Sekarang hanya sang Ayah saja yang bekerja.
Bahkan kuliah Disti pun sudah selesai, ia menikmati hidup nya yang sederhana apa yang di lakukan Qilla dulu.
Ia bahkan tidak sombong seperti dulu, ia tumbuh menjadi sesosok wanita yang sangat baik.
Seperti hari weekend ini, Disti dan keluarga nya akan pergi berlibur ke salah satu pantai disana.
Bahkan Disti memilih hidup sederhana agar tidak dapat masalah kembali.
"Ayo berangkat" ajak Ayah
Disti dan Bunda nya pun menganggukan kepala, mereka lalu masuk ke dalam mobil.
"Ahh rasanya sudah ingin berenang dan berjemur disana agar melepaskan penat" ucap Disti dengan lirih.
Ayah dan Bunda nya terkekeh geli, ya pasalnya Disti sudah bekerja di perusahaan Ayah nya.
"Ya ampun, Nak. Baru saja seminggu kau kerja" ledek sang Ayah dengan terkekeh.
__ADS_1
"Biarin, nanti aku akan sukses seperti Ayah jika sudah lama bekerja" balas Disti dengan yakin.
"Kau akan melebihi Ayah dan Bunda sayang" ucap Bunda nya dengan lembut.
Disti mengangguka kepala , ia lalu menyender di bahu sang Bunda dengan menikmati perjalanannya.
Sesampai nya di Pantai, Disti dan kedua orangtua nya langsung saja menuju ke Villa yang sudah mereka pesan.
Villa tersebut langsung saja terarah ke Pantai dengan view yang sangat menyejukan.
"Ini indah sekali" ucap Disti dengan merentangkan tangannya di balkon kamar.
"Terimakasih untuk semua nya, aku mungkin akan tetap menjadi wanita paling bodoh jika aku terus saja berkecamung dengan Dunia luar. Aku bersyukur karena aku bisa bertemu dengan Orangtua Qilla, mereka mengajarkan aku tentang bagaimana hidup sederhana dan apa ada nya" gumam Disti menatap hamparan Pantai.
"Aku sekarang lega, bahkan aku juga sangat bahagia dengan kehidupan ku. Aku tidak akan mengharapkan pria yang sempurna untuk pendampingku, aku hanya berharap ada pria yang menerima ku apa adanya, dan sangat menyayangi ku" ucap nya tulus.
Lalu Disti melangkahkan kaki nya untuk keluar dari kamar, ia akan berjalan-jalan di pinggir Pantai.
Setelah berpamitan pada Ayah dan Bunda nya, Disti langsung saja berjalan ke arah Pantai.
Kaki mulus nan jenjang itu melangkah menuju ke sisi air pantai nya.
Disti menatap lurus dengan pandangan yang dalam.
__ADS_1
Disti cukup lama berdiam diri disana, hingga ia bosan dan ia pun langsung pergi dari sana.
Kaki jenjang itu terus saja melangkah menyusuri pesisir Pantai, sesekali kaki nya bermain air dengan wajah yang berbinar.
Disti tersenyum kecil saat ia melihat satu buah keluarga yang sedang bermain pasir disana.
"Suatu saat aku pun akan merasakannya" batin Disti dengan tersenyum kecil.
Lalu ia memutuskan untuk ke Restoran yang tak jauh dari sana, ia ingin sekali memakan seafood hari ini.
Disti melangkahkan kaki nya dengan tergesa ,ia tidak melihat jalan karena saking fokus nya berlari.
Brugh.
"Ahhhh, maaf Tuan" ucap Disti dengan menunduk.
"Hemm tak apa, lain kali berjalan dengan benar" balas Pria tersebut.
Disti hanya menganggukan kepala dan berlalu dari sana, ia langsung saja masuk ke dalam Restoran karena Ayah dan Bunda nya sudah menunggu.
.
.
__ADS_1
.