Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
38


__ADS_3

Bandara Negara I


Rombongan Tama dan yang lainnya sudah siap lepas landas, mereka akan melakukan penerbangan sore hari dan akan sampai di Negara K pada pagi hari nya.


El tak pernah jauh dari Ayu. Bahkan Utari pun sampai berdecak kesal karena Ayu tak bisa bersamanya.


"Sini" Panggil El pada Utari.


"Kenapa?" Ketus Utari.


"Ini buatmu nanti belanja tapi jangan ganggu kebersamaan kami" Datar El sambil menyodorkan satu kartu Atm nya.


"Wowww, Oke" Senang Utari. Lalu ia mengambil Atm tersebut dan duduk di kursi belakang.


Ayu hanya menggeleng melihat tingkah Utari yang seperti mempunyai dua ke pribadian.


El hanya tersenyum tipis saat melihat wajah berbinar dari Utari.


"Kenapa?" Tanya Ayu saat El menatapnya dengan intens.


"Huh aku gak sabar rasanya ingin cepat sampai" Ucap El dengan membuang nafas kasar.


Ayu terkekeh geli melihat wajah tampan itu tak sabaran. Lalu Ayu merebahkan kepala nya di pundak El.


"Sabar ya, sebentar lagi. Dan aku mohon jika hanya sebatas penasaran saja jangan di lanjutkan. Aku lelah dengan penderitaan ini" Lirih Ayu sendu.


El menatap Ayu dengan sorot mata teduhnya. Ia menangkup kedua pipi wanita yang sangat di sayangi nya.


"Aku tidak penasaran ataupun obsesi semata. Tetapi aku sangat ingin memilikimu dan akan membuatmu bahagia. Aku mencintaimu" Ucap El dengan tegas.


Ayu memeluk tubuh tegap yang ada di hadapannya. Dia merasa bahagia masih ada orang yang mencintainya bahkan menerima masalalu nya.


"Terimakasih, walaupun aku belum terlalu mencintaimu tetapi aku sangat nyaman dan merasa terlindungi dekat denganmu, Elga" Balas Ayu


El memeluk Ayu dengan sayang. Sama seperti Ayu dia juga merasa sangat bahagia. Dia merasa hidup yang dulunya mati rasa sekarang menemukan secercah cahaya.

__ADS_1


Tama dan lainnya tersenyum melihat Ayu dan El yang bahagia.


***


Negara T.


Sore hari nya Orangtua Putri dan Jelita sudah sampai di mansion Wibawa dengan pengawal yang lumayan ketat.


Bocah kecil yang baru berumur 1 tahun itu hanya mengoceh saja di sepanjang perjalanan.


"Tuan, Nyonya" Sapa Orangtua Putri sopan.


"Tidak usah sungkan, kemarikan cucu perempuanku" Ucap Bu Yulia.


Orangtua Putri menunduk dengan wajah yang sulit di artikan. Bahkan Bu Yulia sempat bingung melihat raut wajah dari besannya.


"Maafkan Putri , Nyonya. Sebenarnya Jelita bukan anak kandung Nak Gibran. Memang pertama kalinya Putri melakukan hal itu bersama Gibran. Tetapi setelah Gibran pergi dari Kota M , Putri melakukannya lagi dengan beberapa Pria dan sampai dia hamil" Jelas Ibu Putri dengan terisak.


Bu Yulia langsung terduduk dengan lemas, ia tak menyangka bahwa anaknya sudah di tipu oleh Putri.


Ayah Salim menenangkan istrinya dengan cara memeluknya. Amanda melotot tak percaya dengan apa yang dia dengar. Bahkan Nicolasa pun sama terkejutnya.


"Bukan, entah siapa Ayah kandungnya. Kaminsaat itu sudah akan memberitahu kalian tapi kami malah di asingkan entah ke Pulau mana. Untung ada Nak Ayu yang membantu kami" Jawab Ayah Putri


Mereka hanya membuang nafas kasar. Mau marah pun percuma semuanya sudah terjadi. Hanya saja mereka merasa kecewa.


"Besok saya , suami dan Jelita akan pergi ke kampung dimana dulu suami saya tinggal. Putri tidak tahu tentang itu, kami akan membesarkan Jelita dengan baik" Ucap Ibu Putri.


"Saya tidak bisa melarang kalian. Tapi saya mohon jangan halangi kami jika ingin bertemu dengan Jelita. Karena kami sudah sangat menyayanginya" Ucap Ayah Salim tegas.


"Kami tidak akan menghalangi kalian, kami juga akan memberitahu alamatnya pada kalian. Tapi kami mohon jangan kasih tau Putri maupun Gibran" Mohon Ayah Putri.


Ayah dan Ibu Gibran hanya mengangguk saja. Lalu Bu Yulia menggendong Jelita yang sedang bermain dengan Raka cucu Lelakinya.


"Ma ma ma ma" Oceh Jelita dengan lucu.

__ADS_1


"Mau apa sayang? Mau mam ya?" Ucap Bu Yulia dengan suara anak kecil.


"Yuk sama tante mamam nya" Ucap Amanda lalu mengambil alih Jelita.


"Bu tolong titip, Raka" Pinta Amanda


"Iya, Nak" Balas Bu Yulia.


Lalu Amanda membawa Jelita ke dapur untuk membuat makanannya. Sedangkan Orangtua Putri sedang beristirahat terlebih dahulu.


Amanda dengan di bantu pelayan membuat makanan bayi nya. Amanda sangat menyayangkan anak sekecil Jelita harus terpisah dari Orangtuanya.


"Mau mam ya, Cantik?" Ucap Amanda sambil menyuapi Jelita. Amanda membawa Jelita kembali ke ruang keluarga.


Raka sudah tertidur lelap di gendongan Bu Yulia. Dan ditidurkan langsung di karpet bulu yang ada disana.


***


Negara K.


Keluarga Pramudya sedang sibuk saat ini. Karena mereka akan menyambut Ayu dan yang lainnya.


Bahkan Bunda Rahma sibuk sejak tadi pagi. Ia memasak makanan kesukaan Ayu. Dengan penuh antusias Bunda Rahma berkutat di dapur sampai tidak menyadari sang suami sudah berada di sana sejak tadi.


"Yaampun, Ayah" Kaget Bunda Rahma


"Terlalu semangat ya jadi tidak menyadari suami datang" Sinis Ayah Antoni.


"Maaf, Apa ayah ingin kopi?" Tanya Bunda Rahma lembut.


"Hmmm ya, sama roti bakar isi ayam ya, Bun" Jawab Ayah Antoni tersenyum.


"Oke, tunggu sebentar ya" Ucap Bunda Rahma. Lalu ia menyiapkan pesanan sang suami.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2