
Hingga siang hari mereka bermain air dengan wajah berseri bahagia.
Kini mereka semua berkumpul di pinggir pantai dengan beralasan tikar.
Kafka dan Rendi membakar ikan disana untuk makanan mereka.
"Wah wangi sekali" ucap Adel dengan memangku Baby Jen.
"Sudah pada lapar ya?" tanya Kafka.
"Iya nih Kak, aku lapar banget" jawab Qilla santai.
Kafka menjitak kepala sang Adik dengan gemas, lalu mereka tertawa kecil.
Sedangkan Qilla, dia mencebik kesal ke arah sang Kakak.
Hingga tak lama kemudian Ikan bakar pun jadi dan mereka langsung saja menyantap nya.
Nana merasa seperti mempunyai keluarga saat bersama keluarga Qilla, dia bahkan tidak di pandang sebelah mata oleh keluarga kaya tersebut.
Mereka makan siang dengan suasana pantai yang sangat indah, dengan deburan ombak dan biru nya langit menjelang sore.
Setelah selesai dan merasa puas, mereka langsung bersiap untuk pulang karena perjalanan yang cukup panjang.
Kafka membagi menjadi 2 mobil agar dia dan Rendi bisa istirahat dan anak buah nya sebagai sopir.
Setelah siap semua, mereka beranjak pergi dari sana dengan melajukan mobil nya.
Selama di perjalanan, baik Qilla maupun yang lainnya, mereka terlelap dengan sangat pulas karena lelah dengan bermain air di pantai tadi.
__ADS_1
***
Sedangkan di mansion utama keluarga Elga, mereka sedang berkumpul dengan santai di ruang keluarga.
"Dadd, sepi ya" ceplos Ayu dengan helaan nafas.
"Kan biasa nya juga begini, sayang" ucap Daddy Antoni.
"Biasa nya Qilla akan datang jika libur begini" lirih Ayu
"Dia sedang rindu sang Kakak, jadi biarkan saja dulu" ucap Oma dengan lembut.
"Iya sayang, 2 hari lagi juga dia akan kembali kesini" timpal Elga dengan mengusap lembut kepala Ayu.
"Kata Kafka, Qilla sudah bersedia menggantikan aku di perusahaan Daddy" ucap Elga pada Antoni.
"Iyaa Dadd, jadi kita bisa pensiun dan duduk dengan tenang di rumah" ucap Elga tersenyum.
Mereka tersenyum dengan keputusan yang Qilla ambil, bahkan mereka salut karena Qilla dapat mengambil keputusan yang besar.
"Semoga dia bisa lebih-lebih dari kita" ucap Oma dengan tulus.
"Dan yang akan menjadi Asistennya adalah, Nana" ucap Elga kembali.
"Tidak apa, aku percaya pada mereka berdua" balas Oppa dengan yakin.
"Ya aku juga begitu, Dadd" timpal Elga.
"Bagaimana kalau kita makan malam di luar?" tanya Mom Ayu dengan antusias.
__ADS_1
"Baiklah, segeralah bersiap" jawab Elga tersenyum.
Mom Ayu menganggukan kepala dengan semangat, lalu ia dan Oma langsung saja masuk ke dalam untuk bersiap.
Elga hanya menggelengkan kepala saja melihat tingkah laku dari Istri nya.
Setelah bersiap, mereka langsung saja berangkat bersama dengan sopir pribadi keluarga tersebut.
"Kok aku berasa jadi anak muda yang akan Dinner ya" kekeh Mom Ayu dengan bergelayut manja pada Elga.
"Kita memang jiwa muda sayang" balas Elga dengan mengecup kepala Istri nya lembut.
"Kapan Qilla akan nikah ya" seloroh Mom Ayu
"Ck kau ini sayang, pacar saja belum tentu dia punya" decak Oma dengan terkekeh.
"Hehe siapa tau aja kan Mom, aku sudah ingin menimang cucu kembali" balas Mom Ayu terkekeh.
Elga memeluk Mom Ayu dengan erat karena gemas, dia selalu saja di buat jatuh cinta dengan segala tingkah laku sang Istri.
"Mas, kau kebiasaan ih peluk nya erat banget" kesal Mom Ayu.
Elga langsung melepaskan pelukannya dan tertawa kecil, lalu ia mengecup kening Mom Ayu dengan lembut.
.
.
.
__ADS_1