
1 Minggu kemudian.
Hari ini semua keluarga Wibawa sudah berkumpul dan bersiap. Mereka akan ke Panti asuhan untuk melangsukan acara pernikahan Gibran dan Kania.
Kania memilih Panti asuhan yang selama ini menaunginya untuk akad pernikahan. Dia tidak ingin ada pesta ataupun yang lainnya.
Hari ini juga adalah acara pernikahan untuk Lana dan Vani. Bahkan Ayah dan Bunda Ayu sudah sampai di mansion Ardmaja sejak 2 hari yang lalu.
Tama dan Nadin tidak bisa ikut serta karena kandungan Nadin yang masih lemah. Hanya Peanss dan Utari saja yang ikut dengan Orangtua Ayu.
Acara akan di langsungkan di Hotel bintang 5 milik keluarga Ardmaja. Lana terlihat sangat tampan dengan balutan tuxedo dan jas yang melekat di tubuhnya.
"Tuan" sapa Lana tersenyum.
Elga memeluk tangan kanan serta sahabatnya itu.
"Aku bahagia melihatmu bahagia, Lan. Kau tau kau bagaikan adik bagiku, terimakasih karena selalu mendampingiku. Sekarang waktunya kau menjemput kebahagianmu juga" ucap Elga seraya menepuk pundak kokoh Lana.
Lana mengangguk dan berjalan keluar bersama dengan Elga. Lana duduk di depan penghulu yang akan memulai ijab qobulnya.
"Jangan gugup, rilexs saja" goda Ayah mertua Elga.
Lana hanya tersenyum tipis dan mengangguk. Lalu ia menjabat wali nikah Vani yang adalah pamannya dari kampung.
Sekali tarikan nafas Lana sudah menyelesaikan ijab qobul dengan lantang dan tanpa kesalahan.
Elga tersenyum melihat raut wajah bahagia di wajah Lana. Ia merasakan juga kebahagiannya.
Elga berdiri dan menghampiri istrinya yang sedang duduk dan memakan banyak camilan.
"Mas , duduk sini" ucap Ayu tersenyum.
Elga duduk di samping Ayu dan membersihkan sisa makanan yang ada di bibirnya.
__ADS_1
"Kenapa sayang?" tanya Elga lembut.
"Lihat , acara Kania dan Gibran juga berjalan dengan lancar. Aku berharap semoga mereka bisa bahagia seperti kita dan Gibran melupakan masalalu nya" ucap Ayu dengan tersenyum bahagia.
"Iya sayang , aku yakin dia sudah berubah" jawab Elga mengusap lembut pipi chabby Ayu.
Vani datang bersama dengan Utari dan Bunda Rahma. Ia berjalan dengan elegant dan sangat cantik dengan balutan kebaya putih yang pas di tubuh rampingnya.
Lana berdecak kagum melihat wanita yang di cintainya. Ia tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Vani.
***
Ayu pulang dengan wajah lelah nya, ia merasa lelah dengan pesata Lana dan Vani. Padahal ia tak melakukan apapun.
Elga menggendong tubuh Ayu dan membawanya masuk ke kamar. Ia mengecup kepala Ayu dengan sayang.
Ayu di rebahkan di ranjang size nya dengan sangat hati-hati. Ia mencopotkan sepatu dan baju yang di gunakan Ayu, lalu Elga menggantinya dengan gaun malam.
"Sayang sehat-sehat ya , jangan buat Mommy mu lelah" ucap Elga pada perut buncit Ayu. Dengan sangat lembut Elga mengusapnya lalu menciumnya.
Elga membaringkan tubuh lelah nya di samping sang istri , ia merengkuh tubuh wanita yang sangat di sayangi nya tersebut ke pelukannya.
***
Sedangkan Ayah dan Bunda Ayu baru saja tiba di mansion Ardmaja dan mereka langsung menuju ke kamar nya yang memang sudah di sediakan jika mereka berkunjung ke sana.
Utari dan Pranss memilih menginap di Hotel saja karena mereka ingin menghabiskan waktu nya hanya berdua.
"Mass , aku tau kau sedang menyembunyikan masalah bukan?" tebak Bunda Rahma dengan sorot mata tajam nya.
Ayah Antoni hanya menghela nafas dan berjalan ke arah balkon kamarnya.
Bunda Rahma mengikutinya dan ikut duduk di kursi sebelah suaminya.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Bunda Rahma dengan wajah serius.
"Paman tiri Elga saat ini selalu meneror Elga tanpa sepengetahuan Ayu. Mereka menginginkan harta yang di miliki oleh Elga, padahal itu harta milik pribadi Ayah Elga. Aku takut mereka akan menyakiti Putri kita" ungkap Ayah Antoni sendu.
Bunda Rahma mengusap pundak suaminya dengan lembut.
"Percayalah , bahwa menantu kita akan menjaganya dengan baik" balas Bunda Rahma menenangkan.
Ayah Antoni hanya mengangguk dan menghela nafas saja. Ia juga bahkan sudah menempatkan beberapa penjagaan buat menantu serta Putri dan calon Cucu nya.
"Ayo kita tidur" ajak Buda Rahma lembut.
"Hmmm" hanya deheman saja yang keluar dari mulut suaminya.
Mereka melangkahkan kaki masuk ke dalam dan beranjak menuju ranjang. Bunda Rahma sudah sangat lelah dengan kegiatan hari ini jadi ia ingin istirahat.
✴✴
Mansion Prayoga.
Paman Elga merasa marah karena anak buahnya lagi dan lagi gagal untuk melenyapkan istri dan keponakannya.
Ia sangat merasa geram. Bahkan istrinya pun menjadi bahan kekesalan dia karena selalu menghalangi jalan untuk merebut harta keponakannya.
"Kita diamkan saja dulu mereka dan nanti kita akan menjadi bom waktunya yang kapan saja akan meledak" ucap Tono pada Asistennya.
"Baik Tua " jawabnya. Lalu Asisten tersebut pergi dari mansion Prayoga.
"Lihat saja Elga , aku akan menguasai semuanya dan akan melenyapkan kamu serta istri dan calon anakmu" gumam Tono dengan penuh kemarahan.
.
.
__ADS_1
.