Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
Shaqilla


__ADS_3

Nana , Mom Elysa dan Milsi pun sudah selesai dengan memasak untuk makan siang mereka.


Nana menata semua nya di meja makan , terdapat banyak sekali makanan dan minuman disana karena memang masih banyak saudara yang berada disana.


Milsi dengan segera memanggil seluruh keluarga, ia bahkan kesana kemari karena saking banyak nya kamar disana.


"Haihh Daddy bikin Mansion sudah seperti Istana saja, melelahkan" gerutu Milsi saat semua keluarga sudah di panggil.


"Berisik Dek" ucap Daddy Elga dengan terkekeh.


Ehhh.


Milsi langsung terkekeh dan melesat ke dapur karena malu sudah menggerutukan sang Daddy.


"Mas, dimana Qilla?" tanya Mom Ayu menatap Suami nya.


"Dia sedang bersama dengan Zayn, Mom" jawab Dad Elga tersenyum.


Mom Ayu hanya menganggukan kepala dengan tersenyum, lalu mereka langsung saja ke ruang makan.


Opa Antony pun sudah berada disana dan sedang di layani oleh Adel.


"Biar Mas yang ambilkan ya" ucap Dad Elga mencegah Mom Ayu yang akan mengambilkan makanan.


"Daddy dan Mommy duduk saja, biar Nana yang akan menyiapkan nya" ucap Nana dengan tersenyum.


"Baiklah, Terimakasih Nak" balas Dadd Elga lembut.

__ADS_1


Nana menganggukan kepala dan mengambilkan makanan untuk kedua orangtua sahabat nya, setelah selesai dia menyiapkan makanan untuk Mom Elysa dan Dio.


***


Sedangkan di pinggiran pantai, kedua manusia berbeda jenis sedang berjalan-jalan kecil di pinggir pantai.


Qilla dan Zayn sudah bangun dan memutuskan untuk jalan-jalan kecil di pinggir pantai.


"Mau makan siang?" tanya Zayn lembut.


"Boleh, tapi mau yang di bakar di pinggir pantai" jawab Qilla tersenyum.


"Baiklah, apapun itu" ucap Zayn


Lalu Zayn membawa Qilla ke gazebo dan menyuruh nya nunggu disana.


Sedangkan Zayn sendiri menghampiri nelayan yang baru saja tiba dengan membawa ikan laut.


"Biar aku bantu bersihkan" ucap Qilla tersenyum.


"Ayo, kita lakukan bersama" balas Zayn lembut.


Lalu mereka berdua membersihkan ikan tersebut bersama-sama, setelah sedikit lagi baru Zayn pergi untuk menyalakan api nya.


Qilla benar-benar merasakan ketulusan dari Zayn, ia tidak memandang Qilla Putri siapa dan dari mana.


Setelah itu, mereka lalu memanggang ikan dengan bersama-sama. Qilla melupakan sejenak kesedihannya atas kematian sang Oma.

__ADS_1


"Kamu siapkan saja tempat nya, sayang. Tuh anak buah ku sudah membawa tikar dan nasi nya serta minumannya" ucap Zayn lembut.


"Oke, aku tinggal dulu ya" balas Qilla tersenyum.


Zayn menganggukan kepala dan kembali fokus pada panggang ngan nya.


Mereka terus saja bersenda gurau dan tanpa sadar Qilla tertawa lepas dengan semua candaan dari Zayn.


"Jangan sedih lagi ya, aku tak kuat lihat nya" ucap Zayn dengan lembut.


"Terimakasih" balas Qilla memeluk Zayn dengan lembut.


Zayn membalas pelukannya dan mengecup kepala Qilla dengan lembut.


"Ayo kita makan dulu" ajak Zayn.


"Iyaa, cacing-cacing ku udah berontak" balas Qilla dengan cemberut.


Zayn menggelengkan kepala dengan tersenyum kecil. Lalu Zayn menata semua makanan dan Qilla menyiapkan air serta nasi nya.


Setelah itu, mereka langsung saja makan dengan sesekali saling menyuapi satu sama lainnya.


Qilla terus saja di buat tertawa lepas oleh Zayn, bahkan mereka di pantai hingga sore sudah menjelang.


Zayn mengajak Qilla untuk pulang karena hari sudah akan berganti menjadi malam.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2