Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
85


__ADS_3

-Mansion Ardmaja.


Siang hari nya Ayu memasak untuk makan siang sang suami. Hampir setiap hari Pak Jaka mengantarkan makanan untuk Elga.


"Maaf, Nyonya. Mana makanan untuk Tuan muda?" tanya Pak Jaka yang sudah berada di ruang makan.


"Tunggu sebentar, Pak" jawab Ayu yang sedang menata wadah makanan di Papperbag.


Pak Jaka menganggukan kepala nya saja. Lalu ia menunggu disana dengan melihat Baby Kafka yang tertidur di stoller Baby.


"Lebih tampan Tuan kecil ya, Nyonya" celetuk Pak Jaka dengan tersenyum.


"Hahha iya Pak, cucu ku ini sangat tampan dari Daddy nya" bangga Oppa terkekeh.


Lalu Ayu memberikan Papperbag tersebut dan Pak Jaka langsung izin pamit.


"Nak, nanti malam Ayah dan Bunda akan pulang, di perusahaan pusat ada masalah dan butuh bantuan Ayah" ucap Ayah Antoni.


"Tidak apa, Yah. Tapi nanti kalau ada waktu main lagi kesini ya, atau gak perusahaan Pusatnya pindahkan kesini biar kita tetap bersama" pinta Ayu dengan tersenyum.


"Nanti coba Ayah akan bicarakan dulu ya, sayang" jawab Ayah Antoni lembut.


Lalu mereka menghampiri sang Bunda yang sedang duduk di ruang keluarga.


"Bunda kenapa cepat sekali pulangnya" rengek Ayu dengan menggendong Baby Kafka.


Bunda terkekeh dan mengambil Baby Kafka dari Ayu.


"Maafkan Bunda ya sayang, Ayah ada pekerjaan yang tak bisa di wakilkan jadi kita harus segera pulang" ucap Bunda lembut.


Ayu hanya menghembuskan nafas kasar saja. Lalu ia mengambil ponsel nya untuk memberitahu kepulangan Orangtua nya pada Elga.


"Uhhh Oma pasti akan rindu sekali padamu, tampan" ucap Bunda dengan mencium pipi gembul Kafka.


"Makin hari makin gembul aja nih Cucu Oppa" ucap Ayah Antoni dengan gemas.


Ayu hanya membiarkan saja bermain dengan Putranya.


✴✴


-Perusahaan Ardmaja.

__ADS_1


Pak Jaka masuk ke perusahaan dengan membawa Paperbag dari Nyonya muda nya, ia langsung menuju ke ruangan Tuan nya.


Tok.. Tok..


"Masuk"


Pak Jaka masuk dengan sopan dan tersenyum.


"Maaf Tuan, ini makan siang anda dari, Nyonya" ucap Pak Jaka.


Elga menerima nya dengan sangat senang , karena ia sudah menunggu dari tadi.


"Terimakasih, Pak" ucap Elga


"Kalau begitu saya permisi dulu, Tuan" pamit Pak Jaka dengan membungkuk.


Elga hanya tersenyum saja dan memberikan uang bonus pada Sopir setia itu.


Setelah kepergian sang sopir, Elga langsung memakan makan siangnya dengan lahap. Ia sudah merasa kelaparan.


"Makananmu selalu lezat sayang" gumam Elga dengan tersenyum.


✴✴✴


Umur Baby Kafka sudah menginjak 5 bulan. Ia sudah semakin aktif dan sudah mulai merangkak kesana kemari.


Ayu di buat gemas oleh tingkah Putra nya yang kadang mengoceh meski tak jelas.


"Mommm" panggil Elga saat masuk ke dalam kamarnya.


"Kenapa, Dadd?" tanya Ayu yang sedang memakaikan baju untuk Putra nya.


Elga hanya tersenyum dan langsung berlalu ke kamar mandi.


"Kenapa Daddy kamu, Nak. Aneh banget yah" ucap Ayu dengan tersenyum.


Baby Kafka hanya tersenyum dengan menggerakan kedua kaki dan tangannya. Ia menepuk pipi Mommy nya saat Ayu mencium badan Kafka.


"Uhhh gemas banget sih anak Mommy ini. Kenapa kamu semakin tampan sih sayang" ucap Ayu terkekeh.


Lalu Ayu menidurkan Putra nya ke Boxs bayi miliknya.

__ADS_1


Ayu menyiapkan pakaian terlebih dahulu untuk suaminya dengan sesekali melirik ke arah sang Putra.


Ceklek.


Elga berjalan dengan cepat dan memeluk Ayu dari belakang.


"Masss , pakai baju dulu" tegur Ayu


"Sebentar saja sayang, mass sangat rindu" ucap Elga lirih.


Ayu membalikan tubuhnya dan otomatis Elga langsung memeluk dengan erat. Bahkan wajah nya ia selusupkan di ceruk leher Ayu.


"Mass rindu sayang, sudah sangat lama mas tidak bermanja begini" dengus Elga


Ayu terkekeh dan langsung mengeratkan pelukannya. Ia merasa kasihan pada suami nya yang memang jarang punya waktu berdua.


Elga melepaskan pelukannya dan mencium lembut bibir Ayu. Lama kelamaan ciuman tersebut berubah jadi panas dan semakin menuntut.


Elga melepaskannya dan membawa Ayu ke atas ranjang. Baby Kafka dengan pulas nya sudah tertidur dan membuat Elga bahagia.


"Uhh pinter nya anak Daddy" ucap Elga terkekeh.


Lalu Elga membopong tubuh Ayu dan menidurkannya di atas ranjang. Ia menindih dengan penuh kemenangan.


Ayu hanya bisa pasrah saja. Ia juga sangat rindu belaian suaminya.


Elga kembali mencium bibir ranum Ayu dengan lembut. Mereka saling meluapkan rindu yang sudah membuncah.


Dengan tangan lihai nya, Elga membuka semua yang menghalangi di tubuh Ayu, tangan nakal nya mulai memainkan sumber air untuk Putranya. Ia dengan gemas memainkan dan menciumnya.


Ayu di buat mendesah dan mengerang saat tangan Elga dengan lihai nya menjamah tubuh polosnya. Elga membuka handuk yang ia pakai, tatapan mata nya sudah penuh dengan nafsu.


Ayu hanya menganggukan kepala kala melihat tatapan sang suami. Dengan perlahan Elga memulai penyatuan tersebut.


"Ahhhhh" desah Ayu dengan memejamkan mata nya.


Elga dan Ayu terus saja mengejar kenikmatan yang di sebut surgawi. Bahkan Elga melakukannya sampai beberapa kali.


Setelah selesai mereka langsung berpelukan dengan nafas yang memburu.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2