Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
Shaqilla


__ADS_3

Saat Qilla berbalik dan akan menyimpan makanan yang sudah jadi, ia sangat kaget bahkan hampir saja menjatuhkan masakannya.


"Ya ampunnnnn" teriak Qilla dengan menganga.


"Hai sayang" sapa Zayn dengan tersenyum


Nana langsung saja berbalik dan ia juga sangat kaget karena melihat Zayn dan Dio.


"Sejak kapan kalian disana?" tanya Qilla dengan menata makanan di atas meja.


"Sejak tadi" jawab Zayn dengan membantu Qilla, sedangkan Dio langsung saja menghampiri Nana.


"Apa ada yang bisa di bantu?" tanya Dio dengan tersenyum.


Nana menggelengkan kepala dan mematikan kompor karena memang sudah selesai acara memasak nya.


"Mas, kenapa gak bilang kalau mau kesini?" tanya Nana


"Mommy yang ingin kemari, sayang" jawab Dio santai.


Nana hanya menganggukan kepala dan mencuci tangannya.


"Bi, tolong ini cuci ya saya mau menemui Mom Alysa dulu" ucap Nana tak enak.


"Baik Na, jangan sungkan" balas Bibi dengan tersenyum ramah.


"Terimakasih" ucap Dio sambil tersenyum.


Bibi hanya membalas nya dengan senyuman saja, lalu ia merangkul Nana dan membawa nya ke ruang tamu , bahkan Zayn dan Qilla pun sudah kesana sejak tadi.


"Mas" panggil Nana.

__ADS_1


"Kenapa hmm?" tanya Dio.


"Apa sudah di cek hasil pengerjaan aku?" tanya Nana balik


Dio mengangguk kepala dan memberikan jempol tangannya tanda sangat bagus.


"Mas ihh" rengek Nana dengan kesal.


"Haha, iyaa sudah sayang, semua nya bagus tinggal belajar lagi bersama Asisten Dewi" balas Dio tersenyum.


Saking bahagia nya Nana langsung saja memeluk Dio dengan erat, ia sangat beruntung memiliki Dio.


"Terimakasih" ucap Nana dengan tulus.


"Sama-sama sayang" balas Dio lembut.


Lalu mereka melanjutkan kembali berjalan nya menuju ke ruang tamu.


Sesampai nya disana, Nana langsung menghampiri Mom Alysa dan menyalami nya.


"Baik Mom, bagaimana dengan Mommy?" jawab Nana tersenyum.


"Mom juga baik sayang" balas Mom Alysa


Dadd Elga langsung saja menjelaskan masalah inti nya, Nana dan Qilla mendengarkan dengan seksama.


"Dadd" ucap Nana


"Tidak apa Na, aku akan bahagia jika kau bahagia" mohon Qilla dengan wajah memelas.


"Iya sayang, karena aku tidak ingin terlalu lama menunggu, tak apa kan?" tanya Dio dengan harap cemas.

__ADS_1


"Baiklah, aku hanya bisa nurut saja" pasrah Nana.


Selang 1 minggu setelah pertunangan Dio, Zayn pun akan menyiapkan pertunangan nya dengan Qilla.


Dan 3 bulan setelah itu, Dio memutuskan untuk menikahi Nana.


"Terimakasih , Nak" ucap Mom Alysa lembut.


"Iya Mom" balas Nana tersenyum


"Tapi aku ingin hanya pertunangan dan pernikahan yang sederhana, jangan ada pesta" mohon Nana.


"Apapun keputusan mu, kami akan setuju, Nak. Tetapi biarkan semua nya di tanggung oleh Daddy" tegas Dadd Elga tanpa penolakan.


Nana menganggukan kepala dengan pasrah, lalu mereka membahas pesta untuk pertunangan Qilla dan Zayn.


Qilla dan Zayn yang akan mengurus semua nya , mereka hanya ingin konsep sederhana tetapi sangat berkesan elegant.


Dadd Elga menggelengkan kepala nya, inilah sifat Istri nya yang sangat menurun kepada anak-anak nya. Sifat rendah hati, baik dan juga tidak ingin pamer.


"Ayo kita makan malam dulu" ajak Mom Ayu


"Ayo Mom" balas Qilla.


Lalu mereka semua berjalan ke arah ruang makan, disana sudah tertata banyak makanan dan juga beberapa penutup makanan nya.


Qilla melayani Zayn layak nya seperti Mommy nya yang melayani Daddy nya.


Begitu pun dengan Nana, Mom Alysa sangat beruntung akan memiliki menantu yang baik.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2