Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
Shaqilla


__ADS_3

Tiba waktu nya Disti dan kawan-kawan nya untuk memberikan selamat, tetapi hanya teman-teman Qilla dan Nana saja yang naik ke pelaminan.


Lalu Tiara mengajak Disti untuk naik ke pelaminan setelah nanti kosong.


Sedangkan Nana, ia sudah di bawa oleh Dio sejak tadi, dan saat ini mereka sedang mengawasi Tiara dan Disti.


"Seperti nya Tiara mulai tertarik pada , Zayn" ucap Nana


"Ya, kau benar sayang dan kita harus memberitahu Qilla dan Zayn nya. Aku tahu dia wanita nekad" balas Dio dengan lirih.


"Dan lihatlah Tuan Reno, seperti nya dia menyesal telah mencampakan Qilla" ucap Nana dengan terkekeh.


"Ck, dia hanya menyesal karena tidak tahu bahwa Qilla Putri dari milliurder" ketus Dio


"Ah kau benar, Abang" timpal Nana.


Lalu mereka menghampiri keluarga yang lainnya , karena sebentar lagi akan sesi fhoto keluarga.


"Dari mana, Nak?" tanya Mom Ayu


"Duduk di pojokan, Mom" jawab Dio dengan santai.


"Ehhh awas ya kau Dio" ucap Mom Elysa dengan tatapan tajam nya.


Dio hanya cengengesan dan Nana hanya menggelengkan kepala saja.


Sedangkan Dad Elga dan Opa Antony, mereka sedang menyapa beberapa kolega bisnis nya yang hadir bersama keluarga-Nya.

__ADS_1


"Mom, ayo makan dulu" ucap Adel dengan membawa beberapa makanan.


"Mom tidak lapar sayang" tolak Mom Ayu dengan lembut.


"Mom, makan dulu nanti kalau Qilla tahu bisa murka dia" ucap Nana dengan mengusap lembut lengan Mommy sahabat nya.


"Yang di katakan oleh Nana benar, Mom" timpal Adel tersenyum.


"Baiklah-baiklah Mom akan makan, sayang" pasrah Mom Ayu.


Lalu Adel dan Mom Ayu langsung duduk, mereka langsung saja menikmati makanan yang sengaja di bawa Adel.


**


Reno dan Tiara langsung saja berjalan ke arah pelaminan, mereka menahan gejolak emosi nya dan akan tetap menyalami mereka berdua.


"Selamat ya Qilla, suami kamu sangat tampan" timpal Tiara dengan terus saja menatap Zayn dengan lekat.


Qilla hanya tersenyum kecil sambil bergelayut manja di lengan Zayn.


"Ya memang dia sangat tampan, kaya dan mungkin sangat hot" balas Qilla dengan mengerlingkan mata nya.


"Dan dia juga pria yang tidak suka wanita penggo**" ucap nya kembali dengan menatap Tiara sinis.


"Ah iya dan terimakasih Tuan Reno" ucap Qilla dengan senyuman manis nya.


"Iya, kalau begitu kami permisi" balas Reno dengan jengkel.

__ADS_1


Lalu ia dan Tiara langsung saja turun dan keluar dari area pesta, mereka akan langsung pulang karena kesal dengan kelakuan Qilla dan Zayn.


"Kau nakal, sayang" kekeh Zayn dengan mengecup kepala Qilla lembut


"Itu baru permulaan, Mas" balas Qilla dengan tersenyum kecil.


"Ya aku tau, dan besok kita akan berikan mereka hadiah indah" ucap Zayn.


Sedangkan Disti dan yang lainnya masih disana bersama dengan orangtua mereka.


"Seperti nya aku harus menjaga jarak kepada Tiara, kalau tidak aku pasti akan terancam kebawa-bawa dalam masalah nya" batin Disti dengan yakin.


Acara terus saja berlangsung dan para tamu undangan terus saja bergulir, ada yang pulang dan ada juga yang datang.


Kebanyakan mereka dari kolega bisnis Zayn, Dadd Elga dan Opa Antony.


"Pegel?" tanya Zayn lembut.


"Huum, aku ingin duduk dulu" jawab Qilla lirih.


Zayn langsung saja membantu Qilla duduk dan ia meminta air serta makanan pada Nana untuk Qilla.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2