
Nana memandang ke arah Qilla dengan mengernyitkan kening nya.
"Kenapa kau malah tersenyum?" tanya Nana penasaran.
"Ck, orang tadi gue yang nganterin makanan ke dia" jawab Qilla terkekeh.
Nana terbengong dan ia ikut tersenyum geli, lalu mereka kembali makan karena jam istirahat nya yang kian menipis.
Setelah selesai, mereka kembali bekerja.
Qilla kembali melayani beberapa tamu yang ada disana.
"Mbak" panggil pembeli.
Qilla yang kebetulan di panggil pun langsung menoleh dan segera menghampiri pembeli itu.
"Iyaa Nyonya, silahkan ini buku menu nya" ucap Qilla sopan.
Ibu tersebut lalu tersenyum dan memilih makanan nya.
"Nak, kamu bisa temani Ibu dulu disini? Ibu masih menunggu Putra Ibu?" tanya Ibu tersebut.
"Baiklah Bu, tapi saya berdiri ya" jawab Qilla ramah.
"Yasudah" pasrah Ibu tersebut dengan menghela nafas.
"Nama kamu siapa?" tanya Ibu tersebut.
" Shaqilla, Bu. Tapi lebih akrab di panggil Qilla" jawab Qilla tersenyum.
"Panggil saja Bu Ika" ucap Bu Ika dengan tersenyum.
Lalu mereka kembali mengobrol dengan kesana kemari, bahkan Ibu tersebut merasa sangat senang berbicara dengan Qilla.
"Momm" panggil seorang pria yang baru saja tiba.
__ADS_1
Bu Ika langsung menoleh dan tersenyum.
"Kau baru sampai? Mommy sudah sampai lupa kalau sedang menunggu mu" ucap Bu Ika santai.
"Ahh ini adalah Putra Ibu, nama nya Zayn Saputra" ucap Bu Ika pada Qilla.
Qilla hanya tersenyum dan menganggukan kepala saja, lalu ia memberikan kembali menu makanan.
Sedangkan Zayn, ia masih saja menatap Qilla dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Silahkan Tuan mau pesan apa?" tanya Qilla sopan.
Zayn langsung mengalihkan pandangan nya pada buku menu saat tersadar dari lamunannya.
Setelah itu, Bu Ika dan Zayn memesan makanan mereka.
"Silahkan di tunggu ya Nyonya, Tuan" ucap Qilla dengan menunduk sopan.
Lalu Qilla pamit dan pergi dari sana.
"Hmmm" balas Zayn cuek saja.
"Ck, kau ini selalu saja begitu" kesal Bu Ika.
Lalu Bu Ika langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain, ia sedikit kesal pada Putra nya.
"Sudah lah Mom, jangan kesal begitu ah" bujuk Zayn lembut.
"Hmmmmmm" balas Bu Ika dengan datar.
"Ck, yasudah ayo lanjutkan lagi cerita nya" ucap Zayn
"Sudah tidak mau, lagian orang nya sedang menuju kesini" balas Bu Ika.
Hingga tidak lama kemudian, Qilla datang dengan beberapa makanan di nampan nya.
__ADS_1
Lalu ia menata makanan di atas meja Bu Ija.
"Silahkan Nyonya, Tuan" ucap Qilla sopan.
"Terimakasih, Nak" balas Bu Ika.
Qilla hanya menganggukan kepala dan pergi dari sana.
Ia akan bersiap untuk pulang karena jam kerja nya sudah akan habis.
Restoran tersebut memang rata-rata anak kuliah yang bekerja nya, jadi disana di bagi menjadi tiga shif.
Nana dan Qilla langsung ke ruang ganti, disana sudah ada teman-teman nya yang akan menggantikan shif.
"Udah pada dateng" ucap Nana
"Iyaa, udah mau pulang?" tanya Teman nya
"Heemm, udah capek hehe" jawab Qilla terkekeh.
Lalu mereka sama-sama tersenyum dan berganti pakaian agar tidak lama.
Qilla dan Nana langsung saja pulang karena memang sangat lelah.
"Ck, capek sekali hari ini" gerutu Qilla dengan memeluk Nana yang sedang melajukan motor nya.
"Nama nya juga kerja kan, Qill. Kamu udah enak malah milih susah" kekeh Nana dengan menepuk tangan Qilla yang ada di perut nya.
Qilla hanya memberenggut kesal saja, lalu ia kembali menyenderkan kepala nya pada bahu Nana.
Sedangkan di Restoran, Bu Ika mencari Qilla dan saat tau bahwa dia sudah pulang, raut wajah Bu Ika langsung sendu.
.
.
__ADS_1
.