
Zayn duduk di sisi ranjang Qilla, ia terus saja menggenggam erat tangan sang Istri.
"Terimakasih, sayang" ucap Zayn mengecup punggung tangan Qilla.
Hingga manik mata Zayn menatap manik mata Qilla seperti akan membuka mata nya.
Dan benar saja, tak lama kemudian Qilla sadar dan mengerjapkan mata nya.
"Mas" panggil Qilla lirih.
"Iya sayang? Mau apa?" tanya Zayn lembut.
"Minum, Mas" jawab Qilla dengan lemah.
Zayn lalu membantu Qilla untuk meminum air nya, bahkan ia dengan lembut membenarkan posisi duduk nya.
"Aku kenapa, Mas?" tanya Qilla menatap Zayn.
"Kamu hanya kelelahan sayang, dan mulai besok jangan terlalu lelah bekerja ya" jelas Zayn dengan lembut.
Qilla menautkan alis nya tanda ia tak paham dan bingung dengan perkataan sang Suami.
"Saat ini kamu sedang hamil, sayang" jelas Zayn dengan tersenyum.
"Ha hamil?" ucap Qilla tak percaya.
"Iya sayang, usia nya baru saja 8 minggu" jawab Zayn dengan wajah yang berbinar bahagia.
Qilla langsung saja menghambur ke pelukan Zayn saat mendengar bahwa diri nya tengah hamil.
__ADS_1
Bahagia? Tentu saja bahagia yang Qilla dan Zayn rasakan saat ini.
"Sekarang kau hanya boleh mengerjakan tugas perusahaan dari Rumah saja, aku tidak ingin kau kenapa-napa bersama calon baby kita" ucap Zayn penuh dengan perhatian.
"Baiklah, aku akan menuruti semua nya" balas Qilla patuh.
Zayn terus saja memeluk Qilla, ia mengecup semua inci wajah Istri nya dengan sayang.
"Jadi kita pulang besok pagi ya, malam ini kita menginap dulu disini" ucap Zayn lembut.
"Iya Mas, aku terserah kamu saja" balas Qilla memeluk Zayn dengan hangat.
"Tidurlah lagi, hari sudah malam" ucap Zayn lembut.
"Peluk" rengek Qilla dengan tersenyum kecil.
Qilla langsung saja memeluk Zayn dengan erat.
"Besok kita langsung pulang dari sini, karena semua nya sudah di urus oleh anak bauhku" ucap Zayn.
"Heem" balas Qilla lirih.
Zayn terkekeh geli karena Qilla sudah terlelap begitu saja saat masuk ke pelukannya.
Zayn memutuskan akan memberitahu keluarga nya nanti saat mereka sampai di Rumah saja.
***
Pagi hari nya, Qilla dan Zayn sudah berangkat pulang sejak pagi buta.
__ADS_1
Bahkan Zayn menyuruh anak buah nya untuk mengendarai mobil se nyaman mungkin.
"Mas, apa Mom El dan yang lainnya sudah di beritahu?" tanya Qilla mendongkak menatap manik mata Suami nya.
"Belum sayang, nanti saja saat kita sampai di Rumah" jawab Zayn lembut.
Qilla menganggukan kepala nya, ia lalu merebahkan kepala nya di dada bidang Zayn.
Kehamilan Qilla berbeda, yang biasa nya suka mual ataupun apa, tetapi Qilla tidak merasakannya.
Hanya sesekali Qilla merasa ngidam dan juga selalu manja, selebihnya terjadi pada Zayn.
"Mas, pantesan ya selama ini kamu itu tidak pernah merengek ataupun makan pemilih. Tetapi, sekarang kamu itu sangat manja, suka merengek dan makan pun harus selera kamu" jelas Qilla terkekeh geli.
"Hah, aku juga baru kepikiran sayang. Mungkin aku yang mengalami nya" balas Zayn tersenyum.
"Aku tidak apa, bahkan aku merasa sangat senang. Jadi, kamu bisa sehat terus dan baik-baik saja" ucap Zayn kembali
"Kita akan sehat dan aman selalu karena ada kamu yang selalu menjaga dan menyayangi kita" balas Qilla dengan tulus.
Zayn menganggukan kepala dan ia memeluk Qilla dengan sayang.
Ia sangat merasa bahagia, dengan ada nya Qilla dan adanya calon bayi mereka.
.
.
.
__ADS_1