Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
Reno & Tiara


__ADS_3

Tiara di bawa ke markas yang sudah ada Reno dan Hendi disana. Bahkan Tiara masih belum sadar karena semalaman dia melayani anak buah Zayn 2 orang.


"Menyusahkan sekali sih wanita ini" ucap Anak buah Zayn dengan menggendong Tiara untuk masuk ke dalam ruangan.


Brak.


Brugh.


"Tiaraaa" panggil Reno dengan cepat


Reno lalu beringsut untuk merain tubuh Adik nya yang sangat mengenaskan bahkan pakaiannya sudah seperti orang yang telah di perkosa.


"Apa yang kalian lakukan pada Adikku, hah" teriak Reno dengan emosi.


"Ck, dia sendiri yang menggoda kami dan kami dengan senang hati menerima nya" jawab anak buah Zayn dengan santai.


Reno lalu mengepalkan tangannya, ia memang sudah tahu bagaimana kelakuan Tiara di luaran sana.


"Kau sama sekali tidak mengindahkan perkataanku, bahkan aku sudah melarang mu untuk ke club tapi kau masih saja kesana" geram Reno dengan mengepalkan tangannya


"Terima saja nasib kalian disini, karena keinginan kalian sendiri untuk masuk kesini" ucap anak buah Zayn datar.


Brak.


Reno lalu memejamkan mata nya, ia sama sekali tidak berpikir sampai ia bisa ketahuan oleh Qilla dan Zayn.


"Eungghh" lenguh Tiara dengan mengerjapkan mata nya.


Tiara lalu membuka mata nya, ia mengedarkan pandangannya kesana kesini.


"Ada dimana aku" gumam Tiara dengan bingung.

__ADS_1


"Tiara" panggil Reno dengan penekanan.


Tiara lalu mengalihkan pandangannya dan ia cukup kaget saat manik mata nya bertatapan dengan mata Reno.


"Kakak" gumam Tiara


Lalu ia bangun dan menatap pakaian nya yang sangat mengenaskan, lalu ia mengingat kembali apa yang telah ia lakukan semalam.


"Kakak, ada apa ini? Dimana kita?" tanya Tiara dengan beringsut ke pelukan Reno.


"Semua nya hancur Dek, karena Qilla dan Zayn sudah mengetahui semua nya" ucap Reno memeluk Tiara dengan erat.


"Apaa" kaget Tiara.


"Iya, semua nya hancur Dek" balas Reno.


Tiara lalu terisak di pelukan Reno, ia tidak tahu hal apa yang akan di lakukan mereka pada Dirinya dan Sang Kakak.


"Maafkan Kakak ya, semua nya hanya ambisi Kakak yang ingin mendapatkan harta lebih" balas Reno lirih.


Tiara hanya mampu diam saja, ia tidak bisa berpikir jernih saat ini.


***


Sedangkan di perusahaan, Qilla dan Zayn masih berada disana untuk memulihkan kembali berkas-berkas yang sudah di rusak oleh Hendi.


"Ah lelah sekali" gumam Qilla dengan memejamkan mata nya.


Zayn yang duduk di sebelah nya langsung menoleh ke arah Istri nya.


"Kemarilah" ucap Zayn dengan memegang lembut tangan Qilla.

__ADS_1


Qilla menganggukan kepala nya, ia lalu berpindah duduk di pangkuan sang Suami.


Qilla menelusupkan kepala nya pada ceruk leher Zayn, ia lalu memejamkan mata nya karena merasa sangat lelah.


Zayn mengusap lembut punggung Qilla, ia tersenyum kecil saat mendengar dengkuran halus dari mulut mungil sang Istri.


"Aku bereskan saja dulu, nanti aku bawa ke Rumah saja" gumam Zayn.


Lalu Zayn membereskan beberapa berkas yang akan ia bawa pulang.


Setelah itu ia menelepon Galih untuk menjemput nya.


Nana dan Dio baru saja pulang dari sana.


"Menggemaskan sekali" gumam Zayn mengecup hidung Qilla.


Qilla hanya menggeliatkan badannya, lalu ia mencari posisi nyaman kembali dari pelukan Zayn.


Zayn tersenyum lembut, lalu ia membawa Qilla untuk turun dari ruangan itu.


"Galih, tolong bawa berkas itu" ucap Zayn saat keluar ruangan.


"Baik Tuan" balas Galih.


Setelah itu, mereka lalu keluar dari perusahaan Pramudya yang memang sudah sepi karena jam pulang sudah lewat 1 jam yang lalu.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2