Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
S2


__ADS_3

'Masih edisi Episode Ikmal ya'


********


Ikmal kembali ke perusahaannya. Ia selalu pulang makan siang demi menemani sang mertua makan.


Ikmal menghela nafas dan langsung memakirkan mobilnya. Ia berjalan dengan aura dinginnya , ia memasuki lift untuk menuju ke ruangannya.


Ia duduk di kursi kebeaarannya dan mengambil Prame poto Putri. Ia mengusap lembut poto tersebut.


"Kau tau aku selalu mencari wanita untuk menjadi pendampingku? Tetapi aku tidak menemukannya, saat ini aku serahkan semuanya pada Ibu mu, Put. Aku percaya mereka bisa menemukan wanita yang baik , meski pun nanti aku menikah, tetapi aku tidak akan melupakanmu, Put" gumam Ikmal dengan memejamkan mata nya.


Ikmal memutuskan untuk menyimpan poto kenangannya dan ia akan mulai melupakan semua kenangan tentang Putri.


Ikmal lalu membuka berkas yang ada di meja nya. Ia akan lebih fokus dan mengembangkan perusahaannya.


Elga pernah ingin membantu nya tetapi Ikmal menolaknya dengan halus, ia tidak ingin merepotkan Elga kembali.


Sedangkan Ibu Putri , hari ini ia akan melakukan pengajian di Pesantren yang ada di dekat sana.


Ia juga akan mencoba berbicara pada Ustadz disana tentang masalah Ikmal.


"Ayo Bu" teriak Ayah dengan tak sabaran.


Ibu langsung berlari dan menutup rumahnya, ia akan menumpang pada sang suami yang akan kembali ke Toko , karena arah nya sama.


"Bu, apa Ibu yakin akan memilihkan wanita untuk Ikmal?" tanya Ayah dengan ragu.


Ibu menghela nafas dengan lelah. Ia juga tak tau apakah Ikmal akan menerima nya atau malah terpaksa menerimanya.


"Ibu tidak akan memaksanya, mas. Tapi Ibu merasa kasihan karena Ikmal selalu saja mengingat tentang Putri. Ibu ingin dia melanjutkan hidupnya" jawab Ibu dengan lirih.


Ayah hanya mengelus pundak istrinya dengan lembut. Ia juga sering kali melihat Ikmal yang sedang memandangi poto Putri.


Sesampainya di halaman pesantren, Ibu langsung turun dan berjalan ke arah mesjid yang ada di sana.


Ia duduk di barisan terdepan dan langsung fokus mendengarkan tausiyah yang sudah di mulai.


Sedangkan Ayah Putri, ia langsung ke Toko Kelontongan terbesar yang ada di Kota tersebut. Ikmal memberikan Toko tersebut agar Ibu dan Ayah nya tidak merasa sepi di rumah.

__ADS_1


Ayah Putri langsung memeriksa semua laporan keuangan dan yang lainnya. Ia selalu menyuruh sopir dan pembantunya jika harus belanja.


***


Di pesantren Ibu Putri langsung menemui Ustadz tersebut setelah selesai pengajian.


"Silahkan duduk, Bu" ucap Santriwati tersebut dengan ramah.


"Terimakasih, Nak" balas Ibu Putri lembut.


Lalu datanglah Ustadz dan Ustadzah menghampiri Ibu Putri.


"Apa ada sesuatu yang penting, Bu?" tanya Istri Ustadz tersebut.


"Saya mencari seorang istri untuk mantan menantu saya, Ustadzah. Tapi dia memiliki masalalu yang kelam" jawab Ibu dengan lirih.


"Ceritakanlah" ucap Ustadz.


Ibu langsung menceritakan bagaimana dulu kisah Putri dan Ikmal. Ia menceritakan semuanya , tidak ada yang di kurangi , di tutupi atau bahkan di lebih-lebihkan.


Bahkan Ibu sampai berkaca-kaca saat menceritakan semuanya. Ia merasa sangat gagal menjadi Orangtua untuk Putri semata wayangna.


Setelah selesai menceritakan semua nya. Ibu menghembuskan nafas nya lega , ia sedikit lega setelah menceritakan semuanya.


"Bolehkah anak Ibu bisa di ajak kesini?" tanya Ustadz tersebut.


"Bisa , bahkan sekarang dia dalam perjalan akan kesini untuk menjemput saya" jawab Ibu dengan cepat.


"Keila?" panggil nya


"Iya Pak Ustadz?" ucap Keila dengan lembut.


"Tolong kamu tunggu anak Ibu ini ya" titah Pak Ustadz


Keila mengangguk dan pergi dari sana. Lalu Pak Ustadz kembali berbincang dengan Ibu dan Istrinya.


Keila saat ini sedang menunggu di Pos tamu, ia akan menunggu disana agar lebih cepat menemukan Putra tamu Pak Ustadz.


"Kamu nunggu siapa, Kei?" tanya temannya yang bertugas disana.

__ADS_1


"Ini nunggu Putra dari Tamu Pak Ustadz" jawab Keila lembut.


"Hmmm baiklah, aku mau rekap ulang dulu ya" pamit temannya


Keila mengangguk dan kembali menunggu nya di sana.


Tak lama kemudian Ikmal datang kesana dan langsung ke Pos tamu. Ia akan melapor terlebih dahulu.


"Maaf, saya akan bertemu dengan Pak Ustadz" ucap Ikmal pada Keila


"Apakah anda Putra dari Ibu Susi?" tanya Keila


"Ahh iya saya Putranya Ibu Susi, bisa kamu sebutkan dimana beliau?" tanya Ikmal ramah.


"Mari saya antarkan karena saya di tugaskan untuk menunggu anda di sini" jawab Keila.


Lalu mereka berjalan ke arah rumah Pak Ustadz. Jantung Ikmal merasa berdegub dengan kencang.


'Teduh banget liat nya' batin Ikmal.


Sesampainya di sana , Ikmal langsung di suruh masuk dan menghampiri Pak Uatadz yang sedang mengobrol dengan Ibu Susi.


"Maaf Pak, tamu nya sudah tiba" ucap Keila dengan sopan.


Pak Ustadz melihat nya dengan lembut dan menganggukan kepala.


"Kamu juga duduk disini ya, Kei" ucap Pak Ustadz.


Lalu Ikmal duduk di samping sang Ibu. Mata nya selalu saja melirik ke arah Keila yang terduduk dan menunduk dengan memainkan jemari nya.


"Hmmm Nak Ikmal, jika memang anda menyukainya , bisakah anda menceritakan masalalu kelam anda?" tanya Pak Ustadz


Ikmal mengerjap dan menatap sang Ibu, Ibu Susi mengangguk.


Ikmal mulai menceritakan keseluruhannya , ia tidak mau mendapatkan pendamping yang akan menjadi bomerang di kehidupan masa depannya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2