Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
26


__ADS_3

-Pov Gibran.


Saat aku mengetahui siapa wanita tersebut sungguh aku dibuat terkejut. 1 tahun sudah aku belajar melupakannya dengan menerima setulus hati Putri.


Perubahannya sungguh sangat membuat aku takjub dia begitu cantik dan sangat kental dengan aura pemimpinnya. Aku tak menyangka jika wanita yang aku nikahi dulu adalah seorang wanita bangsawan kelas Atas.


Menyesal ? Tentu saja aku menyesal tetapi aku tidak bisa apa-apa.


Dan di acara itu juga aku melihat kedua Orangtua ku dan Adikku yang sangat aku rindukan. Tetapi mereka seperti sangat sulit aku jangkau.


**


Pov Author.


Acara di lanjutkan dengan potong kue. Ayu memotong kue dengan wajah datarnya. Dia berubah tidak seperti Ayu dulu yang sangat Periang dengan wajah di penuhi senyuman.


Setelah acara tersebut selesai mereka semua menikmati pestanya. Tuan Antoni mengajak Anak dan Istrinya berkenalan dengan beberapa relasi bisnis nya.


Tuan Antoni menghampiri Tuan Muda Elgaza yang sedang menatap Ayu dengan intens.


"Terimakasih telah datang di Acara ini Tuan Muda" Ucap Tuan Antoni dengan ramah.


"Dan perkenalkan dia adalah Putri ku yang akan menggantikan ku" Ucapnya lagi.


"Elgaza" Sambil mengulurkan tangan.


"Ayu" Jawabnya dan membalas uluran tangan tersebut.


"Aku menemukanmu wanita ku" Batin Elgaza senang.


Lalu Ayu dan El berbincang seputaran bisnis El sangat kagum pada Ayu yang sangat cerdas bahkan ia bisa kalah dengan wanita tersebut.


Lalu Tuan Antoni mengajak Ayu dan Rahma istrinya kepada keluarga Wibawa.


Tuan dan Nyonya Wibawa sangat kaget melihat Ayu yang menghampiri nya. Bahkan Amanda sudah bergetar menahan sakit.


Ayu tersenyum tipis melihat mertua dan adik iparnya yang hanya diam tanpa menyapa. Bahkan mereka langsung menunduk saat Ayu sudah berada di hadapannya.

__ADS_1


"Aku tahu kalian tidak menyakiti Putriku, aku juga tahu bahwa selama ini kalian sangat menyayangi Putriku. Makannya aku memberikan izin pada kalian untuk memeluk Putriku saat ini" Dengan tegas Tuan Antoni berucap.


Tanpa menjawab Amanda memeluk Ayu dengan erat. Ia sampai menangis terisak di di pelukan Ayu. Ayu membalasnya dengan hangat lalu ia mengusap punggung Amanda yang bergetar.


"Kau tau Kak, a aku sangat merindukan mu" Dengan terbata Amanda mengucapkan nya.


"Kenapa kau menghukumku , sungguh aku sangat merindukanmu Hiks hiks" Tangis Amanda pecah saat Ayu membalas pelukannya dengan sama erat.


Ayu melepaskan pelukan tersebut dan mengusap air mata Amanda.


"Jangan bersedih nanti Baby nya ikut nangis" Bujuk Ayu dan mengusap perut Amanda yang sudah sangat buncit.


Bu Yulia menatap Ayu dengan air mata yang sudah mengalir, bahkan ia sudah bergetar menahan tangannya yang ingin memeluk mantan menantunya.


Bu Yulia sadar diri dia sangat jahat pada Ayu sampai ia tak bisa membela Ayu saat anaknya mengkhianati Ayu.


Lalu Ayu menatap Bu Yulia dengan tersenyum, lalu ia langsung memeluk Bu Yulia dengan erat.


"Apa Ibu tidak merindukan aku?" Tanya Ayu sendu.


"Hiks bohong jika Ibu tidak merindukanmu sayang, Ibu sangat merindukanmu bahkan Ibu sangat ingin memelukmu seperti saat kita bersama. Tapi Ibu malu Hiks" Tangis Bu Yulia pecah saat Ayu memeluknya. Ayah Salim pun ikut memeluk dua wanita yang sangat dia sayangi.


Terlihat Gibran , Putri dan Jelita berjalan ke arah mereka. Terlihat wajah Putri yang sangat merah menahan amarah.


Ayu melepaskan pelukan tersebut dan memasang kembali wajah dinginnya.


"Ayu" Lirih Gibran dengan mata berkaca-kaca.


Lalu Ayu langsung mengajak kedua Orangtuanya pergi dari sana.


"Lihat, siapa yang miskin sekarang? Aku atau kamu" Bisik Ayu pada Putri.


Putri langsung mengepalkan tangannya karena emosi. Ia menatap Ayu dengan mata tajam nya. Ayu pun tak kalah tajam nya dengan senyum menyirangi.


"Aku akan membuatmu menderita kembali, Yu" Lirih Putri dengan geram.


Ayu hanya tersenyum miring lalu pergi dari kumpulan keluarga Wibawa.

__ADS_1


Setelah Ayu pergi, Amanda dan Bu Yulia langsung menghapus air mata nya dan menatap Gibran dengan sorot mata kecewa.


"Mas pulang yuk, aku lelah" Ajak Ayu pada Nicolas yang sedang berbincang dengan Malik.


"Baiklah sayang. Ayo kita berpamitan pada Tuan dan Nyonya Pramudya dahulu" Ucap Nicolas lembut.


"Manda, apa kau tak punya sopan santun pada Abangmu?" Tanya Putri dengan sinis.


Amanda langsung menghentikan langkahnya dan menatap Putri dengan nyalang.


"Sopan santunku sudah hilang saat Dia mengecewakan aku" Jawab Amanda datar.


Lalu ia pergi dengan menahan emosi setiap bertemu dengan Putri entah kenapa bawaan Amanda ingin menghajarnya.


Tanpa menyapa Gibran, Ayah Salim langsung membawa Bu Yulia pergi dari sana karena mereka akan pulang bersama dengan Putri mereka.


Malik menghela nafas saat lagi dan lagi Gibran tak menghalangi saat kedua Orangtuanya pergi hanya karena Putri yang melarangnya.


"Tuan, saya dan Gina akan pulang ke Negara T terlebih dahulu untuk menghampiri Ibu saya" Izin Malik dengan sopan.


"Hei kau jangan seenaknya saja Izin, kau masih banyak kerjaan di perusahaan jadi selesaikanlah dahulu" Jawab Putri dengan enteng.


Malik sudah mengepalkan tangannya saat ia akan menjawab tetapi Gina menghalangi nya dan membawa pergi dari sana.


"Enak aja mau izin disaat kerjaan numpuk" Gerutu Putri.


Semua orang di pesta hanya acuh saja melihat kelakuan Putri. Memang Negara tersebut tingkat kecuekan nya sangat kental.


Elgaza terus saja menatap Ayu yang sangat anggun , elegant bahkan sangat cantik.


"Tuan, apa perlu saya mencari informasi nya lebih lanjut" Usul sang Asissten.


"Itu juga sudah cukup, Lan. Aku tau dari tatapan mata nya dia sangat pandai menutupi rasa sakitnya" Balas El dengan datar.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2