Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
36


__ADS_3

Setelah kepergian El dan yang lainnya. Putri dan Gibran langsung mencari beberapa warga disana dan menanyakan apakah benar semalam ada gempa.


"Maaf, Bu apakah memang semalam ada gempa?" Tanya Putri


"Iya, Nona. Semalam gempa nya cukup lama dan berlangsung 2 kali , bahkan bangunan itu pun sampai roboh. Kalau bahannya kualitas bagus mungkin akan tahan gempa" Jawab Ibu tersebut dengan lugas.


"Tapi saya lihat disini tidak ada rumah atau bangunan yang roboh lagi ya?" Tanya Gibran penasaran.


"Itu disana ada, Tuan. Ada beberapa Toko yang roboh karena mereka membangunnya dengan bahan yang kurang bagus" Jawabnya lagi.


Lalu Gibran dan Putri pergi lagi ke bangunan Resort yang tinggal beberapa persen lagi akan roboh.


"Aarrrgghhh, aku yakin ini ulah mereka'' Teriak Putri.


"Ya aku juga yakin" Timpal Gibran emosi.


Lalu mereka memutuskan untuk kembali ke Kota. Karena disana juga ia merasa percuma.


Putri memejamkan mata nya untuk mengurangi emosi di dirinya.


Drrttt Drrrttt


"Halo" Ucap Gibran


"Tuan, Gawat" Panik Utari.


"Gawat kenapa, Tar?" Tanya Gibran bingung.


"Perusahaan kolaps karena Tuan Antoni dan Tuan Elgaza menarik semua sahamnya. Dan bahkan saham milik Nona Amanda pun di tarik oleh mereka" Jawab Utari panik


"Aku akan segera sampai di perusahaan" Balas Gibran. Lalu mematikan sambungan telepon.


"Pak, lajukan mobilnya dengan cepat dan langsung ke WibawaGroup" Perintah Gibran pada sopir.


"Mas ada apa?" Tanya Putri penasaran.


"Perusahaan kolaps karena Ayu dan El menarik semua sahamnya" Panik Gibran membuat Putri membulatkan matanya sempurna.


"Apaaaaa? Aku kira mereka hanya gertakan saja" Kaget Putri.


Gibran terus memantau bursa sahamnya ia semakin panik saat perusahaannya semakin kolaps bahkan di ambang kebangkrutan.


Mereka tidak menyangka bahwa lawan mereka tidak sebanding dengannya.


"Cepat, Pak" Desak Gibran.


Lalu sopir menambah kecepatan lagi dan 2 jam kemudian akhirnya mereka sampai di perusahaan.


Gibran langsung masuk ke dalam dan menuju ke ruangannya bersama Putri.


Ting.


Gibran berjalan dengan cepat dan langsung masuk ke ruangan. Putri dengan tergesa juga mengikuti langkah suaminya.

__ADS_1


Ceklek


"Tuan pemegang saham lainnya sudah berada di ruang rapat" Lapor Utari.


"Ahh sial" Gerutu Gibran.


"Katakan aku sebentar lagi kesana" Ucap Gibran.


Lalu Gibran menghela nafas supaya tenang terlebih dahulu. Putri juga mendapat kabar bahwa butiq yang ia rampas dari Amanda ada yang menyabotase keamanaanannya hingga bocor kecurangan mereka semua.


"Aarrgghh, Mas aku haru ke butiq karena disana juga bermasalah" Pamit Putri panik.


"Bawa sopir dan nanti kita bertemu di mansion" Jawab Gibran.


Lalu mereka keluar dengan arah tujuan yang berbeda. Putri segera masuk ke dalam mobil dan menyuruh sang sopir melajukannya ke arah Butiq.


"Arrgghhj sialan kau Ayu. Lihat saja aku akan membalasnya, lo kira gue gak tau bahwa ini ulah lo" Geram Putri dengan amarah memuncak.


Sedangkan di ruangan rapat, Gibran sedang menenangkan para pemegang saham tetapi mereka tetap saja marah dan manarik semua saham nya.


Setelah mengamuk mereka keluar dari ruangan rapat dan berjalan keluar peusahaan itu.


Gibran terduduk lemas bahkan menunduk di meja rapat.


Brakkkk


"Awas saja kalian, Hah" Teriak Gibran.


Utari langsung keluar dari ruangan tersebut dan duduk di meja nya.


Seluruh karyawan Wibawa membereskan barang mereka dan mulai meninggalkan perusahaan tersebut. Beberapa media sudah berada di halaman perusahaan untuk meliput ke bangkrutan perusahaan besar itu.


Utari ikut membereskan barangnya dan berlalu pergi tanpa pamit pada Gibran. Utari di jemput oleh seseorang di pintu belakang.


"Selamat menikmati ke hancuran kalian berdua, Gibran , Putri" Gumam Utari tertawa senang.


*


Gibran keluar dari ruang rapat dan berjalan ke arah ruangannya. Ia melihat sudah banyak wartawan dan para karyawan yang sudah mulai pergi.


"Hancur sudah" Gumam Gibran.


Lalu ia menelpon Putri dan menyuruhnya pulang segera ke mansion.


Gibran turun dan langsung menuju pintu belakang karena sopir sudah menunggu disana.


Di media sosial bahkan stasiun tv dalam dan luar Negeri, bahkan berita harian bisnis pun menanyangkan atas ke bangkrutan perusahaan besar WibawaGroup dan ButiqouePut.


Semua warga net merasa sangat terkejut atas berita hari ini yang trending nomor 1 di mana-mana.


***


Kota M.

__ADS_1


Ayu dan El menonton berita tentang perusahaan Gibran. Ayu sangat bahagia melihat semua harta yang di banggakan mereka sudah ia kembalikan pada pemelik sebenarnya.


El mencium pucuk kepala yang sedang bersandar di dada bidangnya.


"Apa kau sudah puas sekarang, sayang?" Tanya El.


"Hmmm sangat puas. Aku mengambil yang bukan hak mereka" Jawab Ayu tenang.


"Bisakah kita memulai kehidupan baru dengan status baru?" Tanya El serius.


Ayu duduk dengan tegak dan menatap manik mata El yang memancarkan ketulusana.


"Datanglah pada Ayah dan Bunda. Disaat itu aku akan menjawabnya" Jawab Ayu tegas.


"Setelah pulang dari sini aku akan langsung melamar bahkan akan menikahi mu" Senang El dengan binar bahagia.


"Aku akan menunggu saat itu" Ucap Ayu tersenyum lembut.


Lalu El memeluk Ayu dengan erat. Ia sangat bahagia dengan apa yang akan dia dapatkan. Dia akan berusaha untuk membahagiakan wanita yang ada di dekapannya.


"Hmmmmm" Dehem Lana dan Tama mengagetkan mereka.


"Heh ganggu saja" Omel El dengan mata tajam


"Maaf Tuan. Tapi kita harus merayakan keberhasilan kita" Ucap Tama terkekeh.


"Ah kau benar, Tam" Balas Elgaza


"Bagaimana kalau kita bakar-bakar di Villa ini agar tidak mencurigakan" Usul Lana dengan wajah datar.


"Heh bisa tidak wajahmu itu jangan datar. Rileks saja, lihat Tuan mu sudah tidak dingin dan datar" Ucap Ayu dengan kesal.


"Itu jika bersama mu, Yu. Kalau sama kita-kita dia akan menjadi kulkas 2 pintu" Ledek Tama dengan tertawa kecil.


Bughh


El melempar bantal sofa pas ke muka Tama. Lalu Ayu tertawa ngakak melihat tingkah mereka.


"Sudah-sudah, ayo kita siapkan bahan dan yang lainnya" Lerai Ayu


"Siap ibu suri" Jawab ketiga lelaki tersebut membuat Ayu mencebikan bibir.


Lalu mereka tertawa dan langsung berjalan ke arah halaman belakang Villa. Ayu meminta penjaga Villa membantu mereka menyiapkan segala bahannya.


El mernyuruh Ayu duduk di karpet yang sudah di gelar oleh Tama.


"Tunggu hadiah selanjutnya kalian" Batin Ayu menatap media sosial yang di penuhi berita oleh Gibran dan Putri.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2