
Masih di Vila X, Zayn mengajak Qilla jalan-jalan di pinggir pantai.
Bahkan dia juga izin terlebih dulu pada kedua orang tua Qilla.
"Qilla" panggil Zayn
"Hmmm" balas Qilla
"Jika aku berkata jujur padamu, apa kamu akan percaya?" tanya Zayn sambil menghentikan langkah kaki nya.
Qilla pun ikut menghentikan langkah kaki nya, ia menatap lelaki yang ada di hadapannya.
"Bicaralah" ucap Qilla dengan tersenyum padahal hati nya sudah berdegup entah kenapa.
Zayn memegang tangan Qilla dengan lembut tetapi erat.
"Aku sudah jatuh cinta padamu pada saat kau menjadi pelayan Restoran" jujur Zayn dengan lantang.
Qilla menatap Zayn dengan meneliksik, ia menatap manik mata yang kecoklatan tersebut untuk mencari kebohongan disana.
Tetapi Qilla hanya melihat cinta dan ketulusan disana.
"Aku pernah gagal dalam menjalani hubungan, Zayn" lirih Qilla menundukan kepala nya.
"Hei lihat aku, jika memang kamu belum siap tidak apa. Aku akan menunggu nya" ucap Zayn lembut.
Kedua tangan Zayn menangkup kedua pipi Qilla dengan lembut.
"Apa kamu mencintai ku setelah tau aku anak dari Daddy Elga?" tanya Qilla
"Tidak, aku mencintai mu sejak kita bertemu di Restoran" jawab Zayn dengan tegas.
Qilla tersenyum dengan jawaban tegas dari Zayn, bahkan mata Zayn memancarkan ketulusan.
__ADS_1
"Baiklah, kita jalani seperti air mengalir. Jika kau menyakiti ku , maka aku akan pergi dari mu" putus Qilla dengan tegas.
Zayn berbinar dan langsung menganggukan kepala nya, lalu ia memeluk Qilla dengan erat.
"Terimakasih" ucap Zayn dengan bahagia.
Qilla hanya menganggukan kepala dan membalas pelukan dari Zayn.
"Entah kenapa aku merasa sangat nyaman dan terlindungi berada di dekat mu, Zayn. Semoga pilihanku kali ini tidak salah" batin Qilla
Lalu Zayn dan Qilla melanjutkan kembali jalan-jalan nya, mereka merasakan kebahagian yang membuncah saat telah mengakui perasaannya.
"Kita kembali ke Vila , sudah agak larut" ajak Zayn lembut.
"Hmm, ayok" balas Qilla.
Zayn lalu merangkul Qilla dengan lembut.
Qilla langsung saja masuk ke dalam Vila dan Zayn kembali ke Vila yang berada di samping nya.
***
Entah kenapa hati nya sangat senang dan bahagia sekali.
"Ehmmm" dehem Mom Ayu dengan kuat.
"Ehhh Mom" ucap Qilla cengengesan.
Mom Ayu menggelengkan kepala nya dan berlalu dari hadapan Putri nya yang sedang bahagia.
"Kenapa rasanya sangat bahagia sekali" batin Qilla dengan merebahkan tubuh nya di samping Nana.
Ting.
__ADS_1
Qilla langsung mengecek ponsel nya, lalu ia tersenyum saat melihat pesan dari Zayn.
Lalu Qilla memilih memejamkan mata nya karena merasa lelah.
***
Ke esokan pagi nya, semua orang sudah berkumpul di meja makan.
Bahkan keluarga Zayn pun ikut serta sarapan bersama dengan mereka.
Nana dan Qilla makan dengan biasa saja walaupun sesekali mata nya melirik pria yang ada di depan mereka.
Hingga beberapa saat terdengar suara orang terjatuh.
Bruk.
"Mommmmm" teriak Mom Ayu saat Mommy nya terjatuh dari kursi.
Lalu mereka menghentikan makannya dan beralih mengikuti Daddy Elga yang sudah membawa tubuh Oma Rahma yang tak sadarkan diri.
Bahkan Qilla sudah berlari karena merasa khawatir.
"Dadd" panggil Qilla sendu.
"Kita tenang dulu ya sayang" ucap Dadd Elga lembut.
Mom Ayu dan Antoni terus saja duduk di samping Oma Rahma, mereka sudah menyuruh pengawal nya untuk memanggilkan Dokter.
Memang akhir-akhir ini kesehatan Oma Rahma selalu saja menurun, faktor umur yang memang sudah tak muda lagi.
.
.
__ADS_1
.