Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
Rapat


__ADS_3

Sore hari nya, Qilla dan Zayn pergi ke perusahaan Pramudya untuk menggelar rapat bersama yang lainnya.


Dio dan Nana pun sudah berada di sana bersama Dewi dan para petinggi perusahaan.


Mereka sengaja melakukan rapat di hari weekend karena akan lebih aman tidak akan ada yang berlalu lalang.


"Ayo sayang" ucap Zayn ketika mereka sudah sampai di perusahaan.


"Ayo Mas, kita harus segera singkirkan benalu itu" balas Qilla dengan menggebu.


Zayn tersenyum, ia sangat suka dengan gaya Qilla yang terkesan sangat kejam jika di lingkungan perusahaan, bahkan ia selalu tegas pada semua karyawannya.


Qilla dan Zayn langsung saja menuju ke ruangan rapat. Disana sudah ada Dewi dan Nana yang menyambut mereka.


Galih sendiri mengekor saja di belakang Tuan dan Nona muda nya.


"Apa semua nya sudah siap?" tanya Qilla tegas.


"Sudah, mereka sudah ada di dalam, Nona" jawab Nana dengan formal.


Qilla menganggukan kepala nya dan mereka semua langsung masuk.


"Selamat sore semua nya" ucap Qilla dengan penuh ketegasan , berwibawa bahkan aura pemimpinnya sangat kentara.


"Selamat sore , Nona , Tuan" balas mereka dengan anggukan kepala sopan.

__ADS_1


"Mari kita mulai semua nya , jangan ada yang terlewatkan apalagi tentang pengkhianat itu" tegas Qilla dengan duduk di kursi kebesarannya.


Satu persatu para petinggi perusahaan melaporkan tentang divisi yang mereka pegang.


Dan tiba Direktur keuangan yang akan melapor.


"Nona, ini semua hasil orang itu dan ini hasil saya sendiri" ucap Direktur tersebut menyodorkan 2 buah map.


Qilla mengambil nya dan melihat nya dengan seksama, bahkan ia juga mendengarkan laporan dari Direktur keuangan.


Direktur tersebut menjelaskan bahwa perusahaan mereka terus saja mengalirkan dana yang masuk ke rekening Hendi yang sudah mereka pantau sebelum nya.


"Bagus, pantau terus dengan sangat hati-hati" ucap Qilla tersenyum kecil.


"Kalian cukup berpura-pura tidak tahu saja, dan kau bekukan rekening milik Hendi besok siang" ucap Qilla kembali pada Direktur keuangan.


"Baik Nona" balas nya dengan patuh.


"Silahkan kalian bubar" ucap Nana dengan datar.


Mereka langsung berpamitan dan pulang. Hari sudah agak gelap tetapi mereka tetap disana untuk membahas sesuatu yang penting.


"Apa mereka melakukan pergerakan?" tanya Zayn.


"Iya Tuan, bahkan Reno sudah memerintah mandor kita untuk menukar bahan yang bagus menjadi jelek" jawab Galih.

__ADS_1


"Apa mandor itu menuruti nya?" tanya Dio.


"Jelas tidak, karena dia anak buah kita" jawab Qilla dengan santai.


Mereka lalu membahas semua nya, Qilla ingin agar tidak menunda lagi untuk membuat Reno jera.


"Jangan lupakan bahwa dia punya Adik yang sama harus kita basmi" ucap Nana dengan wajah meledek ke arah Qilla.


"Sialan kau" dengus Qilla dengan kesal.


Haha tawa Nana dan Dewi pecah saat Qilla memasang wajah kesal nya.


"Memang dia juga harus di basmi, tetapi Istri ku ini jauh lebih cerdik karena dia sudah melakukan pergerakan" ucap Zayn dengan bangga.


"Woah keren" puji Dewi dengan berbinar.


Qilla langsung memalingkan wajah nya dan ia memeluk Zayn dengan terkekeh pelan.


Qilla lalu menjelaskan semua nya dengan rinci, mereka akan cepat bertindak agar semua nya tidak merembet.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2