
Selama di perjalanan pulang, Qilla terus saja terlelap di pelukan sang Suami, ia bahkan tidak terganggu sama sekali dengan kegiatan Zayn yang teru saja mencium nya.
Hingga di pertengahan perjalanan, Zayn meminta sopir untuk singgah ke Restoran untuk makan siang karena sudah jam 2 siang.
"Eh jangan di Restoran mewah, kalau bisa cari makanan tenda yang di pinggir jalan" ucap Zayn kembali.
"Baik Tuan, tetapi agak jauh dari sini tidak apa?" tanya sopir
"Tidak apa, nanti beritahu saja aku kalau sudah sampai" jawab Zayn
Sopir hanya menganggukan kepala nya dan ia kembali fokus pada jalanan.
Qilla menggeliatkan pelan tubuh nya, ia lalu membuka mata dan menatap suami nya yang juga sedang menatap nya.
"Ada apa, hmm?" tanya Zayn lembut.
"Lapar aku, Mas" jawab Qilla dengan polos nya.
Zayn sontak langsung tersenyum kecil, ia lalu mengecup bibir mungil Qilla dengan lembut.
"Sebentar lagi kita akan sampai, kita akan makan siang terlebih dulu" ucap Zayn lembut.
"Heemm, aku haus sayang" balas Qilla dengan meminta botol air minum yang ada di samping Zayn.
Zayn lalu memberikannya pada Qilla, ia tersenyum saat melihat Qilla hampir menghabiskan air nya sampai setengah.
"Haus banget ya" olok Zayn dengan tersenyum kecil.
"Ck, kau ini" dengus Qilla dengan kesal.
__ADS_1
Zayn sontak langsung tertawa karena gemas, ia lalu memeluk Qilla dengan erat.
Mereka terus saja saling menggoda dan tertawa renyah di sepanjanh jalan.
"Tuan, kita sudah sampai" ucap sopir dengan sopan.
Zayn dan Qilla sontak menghentikan tawa nya, mereka menatap keluar dengan mata berbinar.
Di luar sana terlihat yang jualan seafood tetapi di pinggir jalan dan olah dengan sederhana tetapi sangat menggugah selera.
"Ayo cepat kita makan, perutku sudah teriak-teriak Mas" ucap Qilla tak sabar.
"Lets Go" balas Zayn dengan membuka pintu mobil.
Lalu Zayn menyuruh pada anak buah nya untuk makan juga tetapi saling bergantian.
"Uhhh sangat menggugah" gumam Zayn saat makanan mereka sudah ada.
Mereka lalu makan dengan lahap dengan diam, Zayn dan Qilla begitu sangat menikmati nya dengan tenang.
Bahkan pesanan yang hampir memenuhi meja makan tersebut sudah habis.
Setelah selesai dengan makan siang, mereka kembali melanjutkan perjalanan nya untuk pulang.
**
Di Rumah Zayn, terlihat Nana, Mom El dan Dio sudah menunggu kedatangan sang empu pemilik Rumah.
"Dio, apa Nana sedang sakit?" tanya Mom El.
__ADS_1
Nana menggelengkan kepala nya dengan tersenyum kecil, ia memeluk Mom El dengan manja.
"Aku tidak apa, Mom. Nanti Mom akan tahu saat kedatangan Zayn dan Qilla" jawab Nana dengan tersenyum kecil.
"Ada apa sebenarnya?" tanya Mom El semakin penasaran.
Nana tetap menggelengkan kepala dan tersenyum sambil menatap sang Suami.
Mom El hanya bisa menghembuskan nafas nya, ia merangkul sang menantu dengan sayang.
"Coba telepon mereka sudah sampai dimana, Dio" ucap Mom El dengan gelisah.
"Barusan Zayn memberitahu kalau sebentar lagi akan sampai, Mom" balas Dio lembut.
"Ayo kita tunggu di dalam saja, Mom" ajak Nana lembut.
Mom El menggelengkan kepala nya tanda tidak mau.
"Tidak mau, Mom sudah sangat rindu dengan Adik ipar mu" balas Mom El dengan pelan.
"Baiklah, tapi Mommy duduk dulu ya" ucap Nana dengan tersenyum.
Mom El akhir nya menganggukan kepala dan duduk bersama dengan Dio dan Nana.
.
.
.
__ADS_1