Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
S2


__ADS_3

Pagi hari nya , Delisa dan Kafka sudah siap tetapi mereka akan pergi berdua saja , karena semua orang sedang sibuk.


Kafka benar-benar mengajak Delisa berlibur , apapun dan kemanapun Delisa mau Kafka pasti akan mengantarnya.


"Aku sudah memboxing Villa untuk kita berlibur disana juga ada penjaga dan pembantu , kita akan 1 minggu disana. Setelah itu kita akan jalan-jalan lagi" ucap Kafka menggenggam tangan Delisa.


"Wahh benarkah? Terimakasih sayang" balas Delisa bahagia.


'Maafkan aku jika suatu saat ini aku akan menyakitimu' batin Delisa.


Hampir 3 jam di perjalanan mereka akhirnya sampai di Pantai. Sang sopir langsung membawa nya ke Villa yang memang sudah di beritahu oleh Kafka.


"Tuan , Nyonya sudah sampai" ucap sang sopir dengan sopan.


Kafka mengerjapkan mata dan menatap sekelilingnya.


"Terimakasih Pak, tolong bawa semua koper nya ke dalam ya" ucap Kafka ramah.


"Baik Tuan" balas sang sopir


Kafka mengusap lembut pipi Delisa , ia sangat gemas ingin sekali mencium nya.


"Sayang bangun , udah sampai" ucap Kafka dengan lembut.


"Hmmm" lenguh Delisa dan perlahan membuka mata nya.


"Sudah sampai ya?" tanya Delisa dengan mengucek mata nya.


CUP


CUP


Dengan gemas Kafka mencium seluruh wajah Delisa.


"Ihhhhh Ka" kesal Delisa.


"Hehe kamu gemesin banget sih" ucap Kafka dengan cengengesan.


Setelah itu mereka langsung keluar dan berjalan ke arah Villa.


"Selamat datang Tuan , Nyonya" sapa pembantu dan pengawal.


"Terimakasih, Bi" balas Delisa ramah.

__ADS_1


Delisa dan Kafka langsung saja masuk ke kamarnya masing-masing.


"Istirahat dulu , setelah istirahat , nanti kita ke Pantai" ucap Kafka sebelum Delisa masuk ke kamarnya.


Delisa mengangguk seraya tersenyum. Lalu mereka masuk ke kamar masing-masing.


-Negara T.


Saat ini Ayu , Elga dan Qilla sedang qualy time di Restoran yang di kelola oleh Pranss. Karena saat ini Pranss , Utari dan Putri nya sedang mengunjungi Ayu.


"Om Pranss kenapa Aunty Utari itu sangat cerewet, aku pusing dengerinnya" celetuk Qilla dengan wajah malas.


"Ehhh apa yang kau bilang bocah , aku ini bukan cerewet tapi aku ini cantik" ucap Utari dengan kesal.


"Mana ada masih cantikan aku juga" olok Qilla dengan bangga.


"Mom , Cantik stop aku pusing dengerinnya" keluh Lia Putri dari Pranss.


"Kayak yang gak tau aja kamu mah Li, Mommy mu itu patner debat nya Qilla" ucap Ayu dengan santai.


Elga menggeleng pelan dengan kelakuan Putri dan Istrinya. Kadang ia juga di buat pusing dengan tingkah laku Qilla.


"CK , Momm aku ini bukan Patnernya tapi aku ini seperti musuhnya Aunty Uta karena dia setiap bertemu denganku pasti ngajak berantem" ucap Qilla dengan pindah duduknya ke samping Elga.


"Sudah , makan dulu sekarang" ucap Elga tegas.


Mereka langsung diam dan patuh. Mereka selalu saja bungkam saat Elga sudah mengeluarkan kata tegas nya.


Setelah selesai makan , mereka bersantai dengan bercerita tentang kehidupannya. Sedangkan Pranss dan Elga mereka mengobrol tentang bisnis.


Utari dan Qilla selalu saja berdebat kecil , tetapi mereka selalu saja saling menyayangi.


✴✴✴


-Negara I


Sedangkan di rumah yang baru saja di huni oleh pengantin baru. Siang hari nya pengantin baru itu baru saja bangun.


Keila meringis saat bergerak pelan , ia masih merasa ngilu di area sensitif nya.


"Sstttss" ringis Keila dengan pelan.


Tetapi Ikmal mendengarnya dan membuka mata. Lalu ia duduk bersandar di ranjang.

__ADS_1


"Mau kemana?" tanya Ikmal.


"Aku mau ke kamar mandi, mas" jawab Keila


Ikmal bangun dan lengsung menggendong tubuh sang Istri ke kamar mandi.


"Terimakasih mas" ucap Keila lembut.


"Kalau sudah bilang saja ya , aku mau mandi di ruang itu. Kamu berendam dulu saja agar nyeri nya hilang" ucap Ikmal. Lalu ia berjalan ke arah tempat shower yang terhalang kaca.


Sedangkan Keila langsung mengisi bathup dan memasukan aroma therapy. Ia masuk dan akan berendam disana.


Sedangkan para Art sedang sibuk memasak untuk makan siang Nyonya dan Tuannya. Mereka tidak banyak bertanya kenapa majikannya tidak turun ke bawah pagi tadi. Mereka juga sudah memaklumi nya karena Majikannya itu masih pengantin baru.


.


****


Sore hari nya , Delisa dan Kafka berjalan-jalan di tepi pantai. Mereka menikmati waktu sore dengan menunggu sunset.


Delisa bergelayut manja di lengan Kafka , mereka terlihat sangat serasi dan membuat iri pada para jomblo.


"Nanti malam bersiaplah dengan cantik" ucap Kafka dengan mengelus pipi Delisa lembut.


"Mau kemana memangnya?" tanya Delisa bingung.


"Kejutan , nanti kamu juga akan tahu" jawab Kafka tersenyum.


Delisa hanya merenggut kesal karena tidak mendapatkan jawaban yang sesuai.


"Kita duduk disana" ajak Kafka pada ayunan yang ada di bawah pohon rindang.


Delisa mengangguk dan mereka langsung berjalan ke arah sana.


Kafka mengayunkan ayunan yang di duduki oleh Delisa. Mereka seperti anak kecil tetapi dapat membuat orang iri.


"Apakah kau senang?" tanya Kafka tersenyum.


"Sangat senang , terimakasih" jawab Delisa dengan ceria.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2