Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
Extra Part


__ADS_3

Bersamaan dengan masuk nya Jelita, di Rumah sakit tersebut ada Pria yang baru saja kecelakaan bahkan pria tersebut sempat melihat bagaimana kondisi Jelita ketika ia sadar tadi.


Hingga sesuatu yang selalu ia dambakan akhir nya tercapai juga, Jelita dia adalah anak kandung nya dari seorang wanita yang ia sangat cintai dulu.


Dalam sisa kesadarannya, ia bertanya tentang Jelita dan ia merasa yakin akan menolong nya sebelum pergi.


***


Hingga 5 jam kemudian, ruang operasi terbuka dan munculah Dokter Yuda dan Dokter lainnya.


"Tuan, Nyonya" panggil Dokter Yuda.


Kania dan Gibran langsung berdiri dan menghampiri sang Dokter.


"Dok, bagaimana keadaan Putri saya?" tanya Kania dengan khawatir.


"Syukurlah Nyonya, Jelita tidak akan merasakan sakit lagi dan penyakit nya sudah sembuh. Tadi ada lelaki yang mengaku Ayah biologis Jelita dan ia mendonorkan sesuatu yang dapat menyembuhkan Jelita" terang Dokter Yuda dengan rasa haru.


Farhan langsung memeluk Bunda nya dengan menangis terisak.


"Bun, Kakak sembuh" ucap Farhan bahagia.


"Oh iya kenalkan dia Dokter Ardi, dia yang akan meneruskan tugas saya. Walaupun di katakan sembuh, tetapi tetap saja Jelita harus melewati masa pemulihan yang lumayan lama" ucap Dokter Yuda dengan jelas.


"Baik Dok, terimakasih semua nya dan apakah saya boleh bertemu dengan lelaki tersebut?" tanya Gibran.


"Maaf Tuan, tetapi dia sudah meninggalkan dan sudah di makamkan oleh Asistennya. Ini adalah alamat Rumah nya" jawab Dokter Ardi.

__ADS_1


Gibran mengambil secarcik kertas tersebut dan menyimpannya di saku celana.


"Apakah saya boleh melihat, Jelita?" tanya Kania.


"Bisa , tapi setelah di pindahkan ke ruang rawat ya" jawab Dokter Ardi.


Lalu mereka mengikuti perawat yang membawa Jelita. Gibran memilih di kelas VIP agar mereka lebih leluasa dan privasi.


Sedangkan Dokter Yuda, ia sudah kembali lagi ke Rumah sakit di tanah air.


"Apakah kalian belum mendapatkan penginapan?" tanya Dokter Ardi.


"Belum , Dok" jawab Farhan tersenyum.


"Kalau mau, Apart saya kosong dan dekat dengan gedung Rumah sakit ini" ucap Dokter Ardi.


"Tidak apa, Pak. Hitung-hitung ada yang merawat nya" ucap Dokter Ardi kembali.


Gibran melirik ke Kania dan Farhan, mereka berdua mengangguk pelan. Bukan karena memanfaatkan tetapi mereka akan susah mendapatkan tempat tinggal yang dekat dengan Rumah sakit.


"Baiklah, Dok. Terimakasih sebelum nya" ucap Gibran dengan menunduk.


"Jangan sungkan, Pak. Kalau begitu saya permisi dulu, nanti akan ada orang yang mengantarkan kunci Apart dan alamat nya" balas Dokter Ardi tersenyum.


Gibran mengangguk dan mengantar nya sampai ke depan. Setelah itu, Gibran masuk kembali dan duduk di sebelah Farhan.


"Ayah, nanti sore kita ke alamat tadi yang Dokter kasih. Kita harus mengucapkan terimakasih" ucap Kania dengan ikut duduk disana.

__ADS_1


"Lalu Jelita sama siapa?" tanya Gibran bingung.


"Kakak sama aku saja, kalian pergilah" jawab Farhan dengan cepat.


"Baiklah, sekarang Bunda istirahat dulu ya. Lihatlah wajah mu sangat kusut karena lelah" ucap Gibran pada Kania.


"Iyaa Ayah benar, Bunda tidur saja di ranjang yang disana" timpal Farhan dengan menunjukan ranjang yang di samping Jelita.


"Baiklah, nanti kita gantian istirahat" pasrah Kania.


Setelah Kania terlelap, Farhan dan Gibran juga ikut istirahat lebih dulu. Bahkan Gibran belum sempat memberitahu pada Ayah dan Ibu nya.


Sedangkan di ruangan Dokter Ardi, ia saat ini sedang merasa senang karena ia bertemu kembali dengan wanita yang sudah mengambil hati nya.


Dokter Ardi dan Jelita pernah bertemu saat Dokter Ardi berlibur di Negara Jelita. Dan bahkan ia juga sempat menolong Jelita saat penyakit nya kambuh.


Tetapi setelah itu, Dokter Ardi kehilangan jejak Jelita dan sekarang mereka di pertemukan kembali.


"Aku akan membantu mu sembuh, gadis manis. Ahh bahagia nya bisa bertemu kembali dengan mu gadis manis" gumam Dokter Ardi tersenyum.


Lalu Ardi , menelpon anak buah nya bahwa gadis yang suruh ia cari sudah ketemu. Bahkan akan segera bersama dengannya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2