Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
S2


__ADS_3

-Mansion Ardmaja.


Pagi hari nya , Elga dan Qilla berangkat ke Bandara untuk menjemput Kafka. Mereka sengaja agak pagi agar Kafka tidak menunggu mereka.


Ayu tidak ikut , ia sedang memasak makanan kesukaan Kafka , ia akan menyambut Putra nya yang sudah 1 bulan ini telah berlibur.


"Huhh aku rindu sekali dengan Putra ku itu" gumam Ayu terkekeh.


Bi sumi dan Bi sari tersenyum melihat Nyonya nya yang sedang semangat memasak.


"Bi , tolong ini selesaikan ya. Aku akan membuat puding dan Cake" ucap Ayu tersenyum.


"Baik , Nyonya" balas Bi sari.


Lalu Ayu pergi ke ruangan yang memang khusus untuk membuat Cake. Ia berkutat disana dengan di bantu oleh Art lainnya.


-Bandara.


Saat ini Elga dan Qilla duduk di ruang tunggu karena pesawat yang membawa Kafka akan segera tiba.


"Dadd , bukankah itu Kak Andi?" ucap Qilla saat melihat seorang Pria yang baru saja keluar dari pesawat.


Elga melihat ke arah yang di tunjukan oleh Qilla , ia mengeryit melihat Andi yang terlihat mencari seseorang.


"Tuhh di jemput sama Pacarnya" ucap Elga saat melihat Retika memeluk Andi.


"Ck , aku laporin ke Om Tama , biar tahu rasa tuh Kak Andi , masa ia kesini Mommy gak di kasih tau" gerutu Qilla.


Lalu mempoto Andi dan Retika , ia mengirimkannya pada Tama.


Qilla cekikikan melihat ponsel nya. Elga hanya menggeleng lemah , ia tidak tahu dari mana sifat jahil Qilla turunnya.


Lalu Kafka berjalan dengan penuh wibawa ke arah Elga dan Qilla.


"Abang" teriak Qilla heboh. Lalu Qilla memeluk Kafka dengan erat.


"Mommy gak ikut, Dadd?" tanya Kafka.


"Tidak , dia sedang membuat berbagai makanan untuk kita makan" jawab Elga terkekeh.

__ADS_1


Kafka tertawa kecil dan mereka langsung berjalan menuju ke arah mobil. Kafka menyenderkan kepala nya dan memejamkan mata karena lelah.


Sedangkan Tama mengeryitkan kening saat melihat Chat masuk dari sang keponakannya.


"Haiss anak ini" gerutu Tama.


"Kenapa , Mas?" tanya Nadin bingung.


"Lihatlah kelakuan Putra kita , dia bilang sudah memberi tahu Ayu bahwa ia akan berlibur kesana tetapi buktinya dia malah berpelukan dengan kekasihnya tanpa memberitahu Ayu bahwa ia akan datang kesana" kesal Tama yang membuat Ayah Antoni terkekeh.


"Memang siapa kekasih Cucu laki-laki, Ayah?" tanya Ayah Antoni.


"Ini anak nya si Malik dan Gina" jawab Tama melihatkan poto nya.


"Haha bagus dong jadi kamu akan besana dengan mereka" ucap Ayah dengan tertawa.


"Hais aku pun tidak mengerti mereka bisa menjadi kekasih" balas Tama terkekeh.


Lalu mereka melanjutkan kembali bersantai nya. Utari dan Keluarga nya masih berkunjung ke Negara dimana Ayu juga ada disana. Mereka sekalian berlibur disana.


Ayu sudah menunggu Kafka di depan , ia melihat mobil sang suami yang masuk ke halaman mansion tersebut.


"Apa kabar Mom, aku sangat merindukanmu" ucap Kafka memeluk Ayu.


"Ck lepaskan jangan lama-lama" gerutu Elga dengan sebal.


"Yaampun Daddy , ini itu di peluk Abang bagaimana kalau yang peluk Mommy itu orang lain bisa hancur dunia ini" ucap Qilla dengan malas.


"Sudah-sudah , ayo masuk , makanan sudah menanti" ucap Ayu


"Lets Go" teriak Qilla dan langsung berlari ke arah ruang makan.


Ayu tertawa kecil melihat kelakuan Putri nya yang agak lain.


"Huhh Putri mu tuh" gerutu Elga.


"Haha itu produksi kalian ya" olok Kafka dan berlari mengikuti sang Adik.


"Kenapa jadi begitu ya , Dadd" ucap Ayu.

__ADS_1


"Aku juga tidak mengerti" balas Elga merangkul Ayu.


Lalu mereka masuk dan langsung menuju ke ruang makan.


Disana Kafka dan Qilla sudah memulai makan dengan piring yang sudah terisi penuh. Ayu berdecak melihat kelakuan kedua Anaknya.


Ayu mengambilkan makanan untuk Elga dan dirinya. Ia lalu duduk di sebelah Elga dan memulai makannya.


Setelah selesai makan , Kafka pergi ke kamar nya untuk istirahat.


Kafka merebahkan tubuhnya dan mulai terlelap karena merasa lelah.


-Negara I


Delisa memasak untuk makan malam karena Keila tidak bisa kemana-mana karena merasa lemas.


"Ahhh sudah selesai" gumam Delisa dengan nafas tak beraturan.


"Huhhh kuat , Del" gumam Delisa kembali.


Lalu Delisa melangkah memanggil Keila dan Ikmal yang sedang berada di ruang tamu.


"Abang , ayok makan" ajak Delisa.


"Ayoo , maaf ya jadi merepotkan mu , De" ucap Keila tak enak.


"Tidak apa Mbak, besok aku akan ke pesantren ya" izin Delisa pada Keila.


"Baiklah , tapi hati-hati" ucap Keila.


Lalu mereka melangkahkan kaki nya menuju ruang makan. Delisa duduk dengan tenang dan mereka langsung melahap makanan tersebut.


Keila menatap Delisa yang sedang menahan sesuatu. Tetapi Keila tidak bisa menanyai nya sekarang , ia akan mendekatkan diri terlebih dahulu.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2