Sahabatku , Penghancur Hidupku!

Sahabatku , Penghancur Hidupku!
Shaqilla


__ADS_3

Setelah semua siap, Shaqilla dan Nana lalu membuat bumbu terlebih dulu untuk nanti.


Sedangkan Mom Ayu menyiapkan makanan yang akan di bakar.


Untuk pembakaran nya sudah di sediakan oleh para Art disana, Mom Ayu dan yang lainnya membantu membakar sosis, ayam, ikan dan yang lainnya.


Hingga Qilla tidak menyadari siapa yang datang dari dalam mansion.


"Hei Adik manis" panggil Adel yang sedang menggendong Baby Jen


Qilla langsung menoleh ke arah tersebut dan ia langsung berlari ke arah Kakak nya.


Sedangkan Nana, ia kembali membuat bumbu yang di tinggalkan oleh Qilla.


"Ya ampun Kakak, kapan datang? Kenapa tidak memberitahu aku?" tanya Qilla dengan sedikit kesal.


"Kami baru datang, biarkan Kakak mu duduk dulu" jawab Kafka dengan ketus.


Qilla cengengesan dan ia membawa Kakak nya ke gazebo yang ada Nana.


Baby Jen yang sudah bisa berjalan pun langsung menghampiri sang Oma.


"Wah ada Cucu Oma yang cantik" ucap Mom Ayu dengan senang.


"Mammm sis" racau Baby Jen.


"Mau sosis?" tanya Oma.


Baby Jen langsung menganggukan kepala nya dengan antusias, Adel tersenyum sambil menganggukan kepala pada sang Oma.


"Kak, ini yang namanya Nana" ucap Qilla sambil memegang tangan Nana.


"Halo, Nona" sapa Nana gugup.

__ADS_1


"Hei panggil Kakak saja sama seperti Qilla, jangan gugup gitu" balas Adel ramah.


Nana hanya tersenyum saja, sejujur nya ia sangat canggung dan malu dengan keluarga sahabat nya ini.


Sedangkan Kafka, dia mengawasi Putri nya sudah kesana kemari.


*


Setelah selesai bakar-bakar, Nana dan Qilla menggelar tikar di halaman belakang dekat kolam ikan.


Nana menata makanan dan yang lainnya, sedangkan Qilla dan Adel menyiapkan minuman dan makanan penutup.


Setelah semua nya selesai, mereka langsung makan bersama meski jam makan siang nya sudah terlewatkan.


Adel menyuapi Baby Jen dan dirinya di suapi oleh Kafka.


"Uhh sok romantis banget" ledek Qilla dengan wajah tengil nya.


Nana terkekeh melihat kelakuan kakak beradik tersebut, ia sangat merasa hangat dan harmonis berada di dekat keluarga Qilla.


Sedangkan para Orangtua hanya melihat tanpa menimpali nya, mereka memilih cari aman dan makan dengan tenang.


"Bagaimana rasanya bekerja?" tanya Kafka.


"Seru, enjoy dan enak-enak saja sih. Tapi aku suka ngenes sama orang-orang yang ngerendahin pekerjaan pelayan" jawab Qilla kesal.


"Na, kau harus extra menjaga dia ya" goda Adel dengan terkekeh.


"Hei kita ini satu paket, Kak. Dia masih malu saja jadi tidak terlihat bar-bar" cetuk Qilla dengan tertawa renyah.


"Terserah kalian saja, yang terpenting bisa jaga diri dan saling melindungi saja" ucap Kafka bijak.


"Tapi aku hanya bisa pulang 3 hari saja saat libur panjang" adu Qilla dengan malas.

__ADS_1


"Yak gak papa, nama nya juga kerja kan" ucap Adel lembut.


"Iyaa, tapi kita juga kan pengen liburannn" rengek Qilla kembali.


"Jangan lebay deh" ceplos Nana dengan malas.


Qilla langsung mendengus kesal ke arah sahabat nya itu.


"Na, kau ini ishhhhh" kesal Qilla sambil memakan sosis milik Baby Jen.


"Huaaaa sis ku" racau Baby Jen sambil menangis.


"Ehhh" pekik Qilla kaget.


Adel langsung memberikan yang baru dan Baby Jen langsung diam.


Qilla menatap nya dengan malas.


Kafka dan para lelaki sudah pergi ke ruangan kerja milik Daddy Elga.


Sedangkan Nana, Qilla dan Bibi Art membereskan semua nya terlebih dulu.


Adel hanya membantu sebentar karena Baby Jen yang ingin tidur tapi sambil meminum Asi.


Setelah selesai semua nya, Qilla dan Nana langsung saja menuju ke ruang keluarga.


Sebelum pulang, mereka akan menghabiskan waktu bersama Baby Jen terlebih dulu.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2